27 Jam di Jogja: Sendratari Ramayana, Sunrise (gagal) Istana Ratu Boko & Sesi Zurhat

Jadwal Sendratari Ramayana Candi Prambanan tahun 2013
Jadwal Sendratari Ramayana Candi Prambanan tahun 2013

Membunuh kejenuhan saya terhadap beban hati pekerjaan yang tiada habisnya selama 2 bulan ini saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman tercinta, menengok keadaan Bapak dan Ibu yang saat ini tinggal ber-2 saja. Namun sebelum sungkem Bapak dan Ibu saya terlebih dahulu “ngadem” sejenak di kota yang menurut Kla Project “Pulang ke kotamu…. ada setangkup haru dalam rindu. Masih seperti dulu…., JOGJA! Berkat bantuan teman saya, pesawat dan penginapan sudah dibooking oleh mami (Yeyen). Karena tema perjalanan adalah “ngademin hati dan otak” maka saya memilih penginapan di tempat yang jauh dari pusat kota, jadwal kepulangan juga saya cocokkan dengan jadwal pementasan Sendratari Ramayana. Maka terpilihlah jadwal kepulangan hari Kamis, tanggal 21 Februari 2013 dan memilih penginapan di Poeri Devata Resort & Hotel di dekat Candi Prambanan.

Candi Prambanan (malam hari)
Candi Prambanan (malam hari)

Tiba di Bandara Adi Sucipto sekitar pukul 2 siang, selesai sholat langsung menuju ke Halte Trans Jogja Bandara dan naik 01A (rute Bandara – Prambanan) dengan harga Rp. 3.000. Hemat berkali-kali lipat dari tarif taxi dan juga tarif penjemputan dari Hotel. Dari Halte Prambanan menuju hotel saya menggunakan ojek yang banyak terdapat di dekat halte, ongkosnya Rp. 10.000 (sebenarnya bisa ditawar setengahnya, tapi sedang males nawar). Tidak butuh waktu lama, saya sudah sampai di penginapan.

Walaupun awalnya agak ribet karena bukti email booking dari Agoda tidak kunjung masuk dalam email saya, namun akhirnya pihak hotel tidak mempermasalahkannya. Segelas sirup leci dingin, senyum ramah semua pegawai dari receptionist, manager hingga tukang kebun memberikan kesan pertama yang menyenangkan. Sebelum masuk ke kamar saya menanyakan beberapa paket wisata yang ditawarkan Hotel seperti Sendratari Ramayana, Sewa Sepeda dan Wisata Sunrise Istana Ratu Boko. Tanpa pikir panjang saya langsung membeli tiket Sendratari Ramayana dan memesan tiket Sunrise Istana Ratu Boko. Sewa sepeda dengan harga Rp. 50.000/jam dengan minimal peminjaman 2 jam saya batalkan karena hujan sudah mulai turun.

Poeri Devata Resort Hotel Jogja
Poeri Devata Resort Hotel Jogja

Saya mendapat kamar no.1, lokasinya berada paling depan dengan pemandangan puncak Candi Prambanan. Ruang kamar cukup luas, bersih dan rapih. Membuka pintu kamar mandi saya menjumpai 3 ruang kecil yang terpisah, bathup terbuka (hhmm… ada yang ngintip gak ya), wastafel dan toilet duduk. Semua dalam kondisi bersih. Berhubung hujan semakin deras saya memutuskan untuk hujan-hujanan beristirahat di kamar saja sambil menikmati kopi panas dan mendengarkan lagu-lagu bajakan melouw. Hujan baru reda sekitar pukul 5, saya memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar hotel dan ternyata lokasi panggung Sendratari Ramayana sangat dekat, hanya 5 menit jalan kaki santai. Beberapa penari sedang melakukan gladi resik untuk pementasan malam itu pukul 19.30 WIB. Karena masih cukup lama saya kembali lagi ke hotel dan mampir ke warung Soto, udara dingin sangat cocok dengan semangkok Soto Ayam yang panas. Semangkok Soto Ayam (nasi sudah otomatis ada didalamnya) dan segelas teh manis hangat hanya Rp. 6.000,-.

Tiket Sendratari Ramayan
Tiket Sendratari Ramayan

Pihak hotel ternyata menyediakan antar jemput gratis bukan hanya ke Gedung Trimurti tempat berlangsungnya Sendratari Ramayana tetapi juga ke Istana Ratu Boko, maka berangkatlah saya malam itu ke Gedung Trimurti dengan di antar sopir hotel. Aiihh… serasa wisatawan beneran nih πŸ˜€ Sebelum memasuki gedung terlebih dahulu saya menukarkan voucher Sendratari Ramayana yang saya peroleh dari hotel dengan tiket pertunjukan. Sinopsis cerita dengan beragam bahasa tersedia di dekat pintu masuk. Among tamu atau penerima tamu dengan busana Jawa menyambut dan menghantarkan saya ke tempat duduk, beruntunglah saya mendapat kursi paling depan. Penonton malam itu cukup penuh, bahkan untuk tribun di samping panggung membutuhkan tambahan beberapa kursi karena ada rombongan dari pelajar SMP.

Foto dengan Trijata dan Dewi Tara (semoga gak salah sebut)
Foto dengan Trijata dan Dewi Tara (semoga gak salah sebut)

Jangan lupa sebelum acara dimulai manfaatkan kesempatan foto bareng dengan penari yang menjadi among tamu. Di akhir acara sebenarnya ada juga sesi foto bersama tapi banyak sekali penonton yang ingin foto bareng penari sehingga suasana agak rusuh^^Lampu-lampu dipadamkan pertanda pertunjukan akan dimulai, mb’ cantik dan mas ganteng berbusana Jawa muncul di panggung sebagai narator. Pertunjukan dibagi dalam 2 babak dengan 1 kali break selama 10 menit dimana penonton dapat menukarkan voucher kopi. Saya sendiri sudah menukarkan voucher dengan segelas kopi dari awal acara πŸ˜€

Alur cerita Sendratari Ramayana adalah sebagai berikut:

Introduksi

Sayembara Prabu Janaka
Sayembara Prabu Janaka

Negeri Mantili yang dipimpin seorang raja bernama Prabu Janak mempunyai Putri Cantik Jelita bernama Dwi Shinta. Untuk menentukan calon suami diadakan sayembara. Akhirnya sayembara tersebut dimenangkan oleh putra mahkota kerajaan Ayodya yang bernama Rama Wijaya (dan memperistri Dewi Sinta). Prabu Rahwana Raja Alengkadirja sangat menginginkan memperistri Dewi Widowati. Setelah melihat Dewi Sinta, Rahwana menganggap bahwa Sinta adalah titisan Dewi Widowati yang selama ini dicari-cari.

Pasawakan Alengka
Rahwana di pendapa kerajaan Alengka mengadakan pasewakan agung yang dihadiri Kumbakarno, Indrajid dan Patih Prahasto, serta rakyatnya. Mereka menanti titah dari Raja Alengka. Namun tiba-tiba datanglah Sarpakenaka adik Rahwana. Ia menangis minta pertolongan karena diperdaya oleh satria di hutan Dandaka dan melaporkan bahwasanya ada wanita cantik bersama satria terebut. Mendengar laporan itu, Rahwana marah, dipanggilnya Kalamurica untuk ikut bersamanya membunuh (sang Satria) serta mencari wanita yang dimaksud.

Hutan Dandaka

Kijang Penggoda Dewi Shinta
Kijang Penggoda Dewi Shinta

Rama Wijaya putra mahkota Kerajaan Ayodya bersama Shinta dan disertai Leksamana adik Ramawijaya sedang dalam pengembaraan sampai di hutan Dandaka. Rahwana melihat Shinta timbul niat memilikinya, dan dicarilah akal (untuk mendapatkan Sinta) dengan mengubah seorang pengikutnya yang bernama Marica menjadi seekor Kijang Kencana untuk menggoda (Shinta untuk memilikinya). Melihat keelokan kijang tersebut, Shinta meminta Rama untuk menangkapnya. Rama berusaha mengejar kijang tersebut dan meninggalkan Shinta bersama Leksmana. Shinta sangat cemas karena Rama (sudah pergi) lama (tetapi) belum kembali. Shinta menyuruh Leksamana untuk mencari Rama. Sebelum meninggalkan Shinta, Leksamana melingkarinya dengan lingkaran magis untuk menjaga keselamatan Shinta. Rahwana yang telah mengetahui Shinta telah ditinggal seorang diri berusaha untuk menculiknya, akan tetapi maksud tersebut gagal karena lingkaran magis yang dibuat Leksmana. Rahwana mencari akal dengan merubah dirinya menjadi Brahmana tua. Ketika Shinta mendekati untuk memberikan sedekah dan telah keluar dari lingkaran, maka ditariklah Shinta dan dibawa terbang ke Alengka.

Lingkaran magis dibuat Leksmana melindungi Shinta
Lingkaran magis dibuat Leksmana melindungi Shinta

Rama Mengejar Kijang
Dalam pengejaran akhirnya Kijang dipanah Rahma. Ternyata kijang tersebut berubah menjadi raksasa Kalamarica, sehingga terjadilah perang dengan Rama. Marica akhirnya terpanah oleh Rama. Leksamana menyusul Rama, mengajak untuk segera menemui Sinta.

Shinta Hilang

Jatayu menghambat Rahwana
Jatayu menghambat Rahwana

Perjalanan Rahwana membawa Sinta ke Alengka terhambat oleh seekor Burung Garuda bernama Jatayu. Jatayu ingin menolong Sinta yang dikenalinya sebagai Putri Prabu Janaka sahabatnya, dalam peperangan tersebut Jatayu dapat dilumpuhkan Rahwana. Karena Rama dan Leksmana tidak menemui Shinta ditempat semula, maka dicarilah Shinta. Dalam perjalanannya (mereka) bertemu dengan Jatayu dalam keadaan luka parah. Rama mengira Jatayu yang menculik Sinta. Jatayu akan dibunuh oleh Rama, namun dapat dicegah oleh Leksamana. Setelah Jatayu menceritakan keadaan yang sebenarnya maka (Jatayu kemudian) mati dengan iringan Rama dan Leksmana. Dalam kesedihannya (Rama) datanglah seekor kera putih bernama Hanoman yang diutus pamannya Sugriwa untuk mencari dua orang satria yang dapat mengalahkan Subali. Sugriwa tidak dapat mengalahkan Subali yang sangat sakti yang telah merebut kekasihnya Dewi Tara kekasih Sugriwa. Akhirnya Rama membantu Sugriwa mengalahkan Subali.

Goa Kiskenda

Subali, Dwi Tara dan Anggada putranya sedang bercengkrama dikejutkan dengan tantangan Sugriwa sehingga peperangan tidak dapat dihindari. Berkat bantuan Rama, Sugriwa berhasil mengalahkan Subali, kemudian Sugriwa bertemu kembali dengan Dewi Tara. Karena jasa baik Rama, Sugriwa membantu Rama untuk mencari Dewi Shinta. Untuk itu Hanoman diutus mencari dan menyelidiki negeri Alengka.

Taman Argosongko

Trijata menghibur Shinta
Trijata menghibur Shinta

Di dalam kerajaan Alengka, Trijata kemenakan Rahwana sedang menghibur Shinta. Tiba-tiba Rahwana datang untuk membujuk Shinta agar maujadi istrinya. Namun bujuk rayu Rahwana ditolak, sehingga Rahwana (marah dan) bermaksud untuk membunuhnya, tetapi berhasil dicegah (oleh Trijata). Trijata meminta Rahwana untuk bersabar dan Trijata menyanggupi untuk menjaga Shinta.

 

Hanoman menyusup ke Alengka
Hanoman menyusup ke Alengka

Didalam kesedihannya, Sinta dikejutkan dengan tembang yang dibawakan oleh kera putih Hanoman. Setelah kehadirannya diketahui Shinta. Hanoman segera menghadap untuk menyampaikan maksud kehadirannya sebagai utusan Rama. Setelah selesai menghadap Shinta, Hanoman segera ingin mengetahui kekuatan kerajaan Alengka. Maka dirusaklah keindahan taman kerajaan. Akhirnya Hanoman tertangkap oleh Indrajit, putra Rahwana, kemudian dibawa menghadap Rahwana. Karena marahnya Hanoman akan dibunuh, tetapi dicegah Kumbakarna, ia tidak setuju dengan tindakan kakaknya. Karena Kumbakarna menentang (Rahwana), maka diusirlah Kumbakarna dari kerajaan Alengka. Akhirnya Hanoman dijatuhi hukuman dengan dibakar hidup-hidup, tetapi Hanoman bukannya mati, bahkan dengan api tersebut Hanoman membakar kerajaan Alengka, setelah itu ia kembali menghadap Rama.

Rama Tambak
Setelah mengutus Hanoman, Rama Wijaya beserta kera-kera berangkat untuk membendung samudra sebagai jalan menuju Alengka. Selesai membendung, datanglah Hanoman melaporkan tentang keadaan dan kekuatan Alengka. Mendapat laporan Hanoman, Rama Wijaya merasa gembira dan diutuslah Hanoman, Anggodo, Anila, dan Jembawana untuk memimpin prajurit menyerang Alengka.

Perang Brubuh
Bala tentara sedang berjaga-jaga di tepi batas Kerajaan (Alengka), tiba-tiba diserang prajurit kera dan terjadilah perang campuh yang sangat ramai. Kumbakarna bertindak sebagai senopati menghadapi Rama Wijaya. Dalam peperangan tersebut Indrajit dan Kumbakarna gugur di palagan (medan perang). Rahwana gugur terkena panah pusaka Rama dan di himpit Gunung Sumawan yang dibawa Hanoman.

Gugurnya Kumbakarna
Gugurnya Kumbakarna

Pertemuan Rama dan Shinta
Setelah Rahwana mati, dengan diantar Hanoman, Shinta menghadap Rama. Tetapi Rama menolak karena menganggap Sinta ternoda selama berada di Alengka. Maka Rama minta bukti kepada Shinta untuk membuktikan kesuciannya, dengan sukarela Shinta bakar diri. Karena kebenarannya, kesucian Shinta dan pertolongan Dewa Api, Shinta selamat dari api. Setelah terbukti kesuciannya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia.

Pertemuan Rama dan Shinta
Pertemuan Rama dan Shinta

Cerita di atas saya peroleh dari leaflet yang disediakan di pintu masuk gedung pertunjukan.

The plot of Ramayani Ballet full story
The plot of Ramayana Ballet full story

Sebuah pagelaran seni tari dan drama yang menakjubkan, kalaupun ada kekurangan agar tidak mengantuk mengingat pertunjukan ini berlangsung 2 jam, mungkin perlu dimasukkan sedikit humor, atraksi tari yang lebih spektakuler dari pasukan Rahwana dan pasukan Kera. Pemilihan tembang (lagu) yang dinyanyikan sinden mungkin perlu juga dicari tambang yang lebih pas, moment Kumbakarna yang gugur di medan perang dan disambut bidadari surga bisa lebih menyentuh dengan alunan tembang yang mencakar-cakar tembok menyayat. Selebihnya saya sangat menikmati setiap keindahan dan kelembutan gerak tari serta mimik muka penari. Satu yang pasti, saya akan kembali menikmati Sendratari Ramayan versi open air atau panggung terbuka yang visualisasinya lebih keren dari versi didalam gedung. Berdasarkan jadwal pertunjukan tahun 2013, open air dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Oktober. Foto lengkap dapat dilihat di album Sendratari Ramayana berikut ini:

Sendratari Ramayana, Candi Prambanan

Horor dimulai ketika saya kembali ke kamar, hal ini dikarenakan saya sebenarnya tidak pernah berani tidur sendiri di tempat yang tidak saya kenali sebelumnya. Menunggu jam 4 pagi adalah waktu yang sangat lama, bolak-balik terbangun dengan bayangan serem yang dibuat sendiri oleh otak bodoh ini, sghhh…. Cukup cuci muka dan sikat gigi, jam 04.15 saya menuju lobby hotel. Bersama dengan 2 wisatawan dari Prancis (Steve & Kohalu) kami ingin menikmati sunrise di Istana Ratu Boko.

Istana Ratu Boko jam 6 pagi
Istana Ratu Boko jam 6 pagi

Sebenarnya kami tidak berharap banyak mengingat cuaca yang kurang bersahabat, tapi apa salahnya mencoba? Suasana jalanan kecuali pasar pagi di dekat halte Prambanan masih sangat sepi. Namun parkiran Istana Ratu Boko pagi itu sangat ramai, ternyata ada anak sekolah yang sedang kamping. Saya bergabung dengan mereka untuk sholat Subuh di resto didalam komplek Istana Ratu Boko sementara Steve dan Kohalu langsung naik. TERNYATA… jam 5 pagi naik sendiri ke Istana Ratu Boko itu sangat amat menyeramkan!! Dengan langit mendung dan kabut yang turun dipelataran istana membuat suasana mistis menjadi sangat terasa. Cerita misteri dibalik istana ratu boko mengalir lancar di otak saya yang biasanya nunun. Konon katanya Istana ini merupakan tempat tinggal permaisuri cantik jelita yang diusir dari Keraton Prambanan karena gemar memakan daging manusia.

Istana Ratu Boko
Istana Ratu Boko

Seandainya waktu itu ada yang menguntit dan membunuh saya bisa dipastikan tidak ada yang menjadi saksi mata. Tidak mau terbunuh sepi lagu-lagu upbeat menjadi pilihan playlist saya dengan terus berharap matahari segera muncul. Baru sekitar pukul 6 langit terlihat agak cerah, saya bisa melihat pergerakan Steve dan Kohalu yang turun dari gardu pandang atas. Suasana pagi dengan langit muram sangat berbeda dengan keindahan Istana Ratu Boko ketika saya berkunjung beberapa tahun lalu dibawah langit sore yang menguning. Pepohonan di bukit sebelah barat juga sudah semakin tinggi dan rimbun sehingga sangat sulit menikmati Merapi dan Candi Prambanan dari bukit ini. Setelah puas menjelajahi tempat ini saya turun menuju parkiran dan membayar tiket keluar masuk, wisatawan lokal cukup membayar Rp. 25.000 sedangkan wisatawan asing membayar $13 atau sekitar Rp. 123.500,-.

Siluet Senja di Istana Ratu Boko (foto by Nusy)
Siluet Senja di Istana Ratu Boko – Dyan – Santi – Ndah (foto by Nusy)

Niatan awal menuju Malioboro atau sekedar main bareng Bang Coxu dan mas Ipunk berubah haluan menuju RS. Dr. Sarjito menengok bayi temen kami yang harus masuk NICU karena masalah pencernaan. Tidak mau repot naik turun Trans Jogja dengan bantuan pihak hotel saya memesan taxi, Prambanan – Sarjito Rp. 60.000,-. Sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah, atas kebaikan Bang Coxu kami ditraktir makan siang di rumah makan Jimbaran di daerah Sleman. RM ini tidak menawarkan suasana pantai dengan mataharai terbenam seperti di Bali namun suasana alam pedesaan lengkap dengan padi dan saung. Kalo udah ngumpul gini yang ada hanya ketawa ketawa dan ngakak…. mau cerita sedih, ngeselin, gregetan, semuanya jadi berubah konyol kalo udah ketemu personel “Kumatan”. Kalo soal rasa makanan, tidak mengecewakan. Emang sih, plecing kangkung gak seenak versi asli di Mataram tapi not bad lah. Harganya…. entahlah, tapi setidaknya Bang Coxu tidak perlu jual diri galaxy-nya πŸ˜€

Makan siang w' Bang Coxu & Ms Ipunk di RM Jimbaran, Jogja
Makan siang w’ Bang Coxu & Ms Ipunk di RM Jimbaran, Jogja
Ruang Tunggu Rest Area Efisiensi Ambar Ketawang
Ruang Tunggu Rest Area Efisiensi Ambar Ketawang

Masih sesuai tugasnya bertahun-tahun lalu, seusai makan siang Abang calon Doktor mengantar hingga shuttle bis effisiensi terdekat. Waktu keberangkatan terdekat (dari terminal Jogja) adalah pukul 16.30 WIB dan kebetulan yang tersedia kelas Royal yang belum pernah saya naiki sebelumnya, harga tiket Rp. 50.000. Shuttle bis mengantar saya ke rest area Ambar Ketawang yang telah menempati tempat sendiri (sebelumnya di SPBU Ambar Ketawang). Ruang tunggunya sangat nyaman. Jam 5 sore bis yang terkenal dengan warna orange dan klakson unik mengantar saya pulang. Mungkin karena harga yang lebih mahal Rp. 10.000 dari harga standar bis yang saya tumpangi hanya terisi sepertiga dari kapasitas duduk. Usai sudah perjalanan 27 jam di Jogja yang sangat memuaskan πŸ™‚

Candi Prambanan di pagi hari (dari Istana Ratu Boko)
Candi Prambanan di pagi hari (dari Istana Ratu Boko)

Catatan tambahan:

  • Poeri Devata Resort Hotel beralamat di Klurak, Taman Martani, Kalasan, Sleman, Jogjakarta. Phone: +62 274 496453, 496435. Email: info@poeridevata.com. Tarif per malam jika datang langsung ke hotel sekitar Rp. 700.000, saya pesan via Agoda Rp. 560.000
  • walaupun mobil disediakan gratis dari penginapan tapi sebaiknya memberi tip untuk sopir. antar jemput Sendratari Ramayana karena jaraknya dekat saya memberi Rp. 10.000 sedangkan ke Istana Ratu Boko saya memberi Rp. 30.000
  • taxi di Jogja umumnya sudah menggunakan argo resmi. Alamat beberapa agen taxi di Jogja:
  1. Taksi ASA – PT. Arga Surya Alam Perkasa: Jl. Tanjung Baru 5 Yogyakarta Phone: +62 274 545 545
  2. Taksi Armada: Jl. Pingit Kidul No. 12 Phone: +62 274 517248
  3. Taksi Cantris – PT. Centris Raya Taksi Transport: Jl. Ringroad Utara Ngemplak Phone: +62 274 544977, 436 2221, 711 1111 | Jl. P. Diponegoro 64 Phone: +62 274 512548
  4. Taksi Gunungjati – Perum Gunungjati Taksi: Soko Asri BI H/6 Kalasan Phone: +62 274 496810
  5. Taksi Pamungkas: Jl.Ringroad Barat 85 Phone: +62 274 621333
  6. Taksi Pendawa: Jl. SWK 102 Phone: +62 274 447231 | Jl. Sosrokusuman 16 Phone: +62 274 563111
  7. Taksi Pataga: Jl. Pramuka 9B Phone: +62 274 389234
    Taksi Progo: Jl. Ringroad Barat 85 Phone: +62 274 621333
  8. Taksi Rajawali – Rajawali Taxi Koperasi TNI-AU: Jl. AM Sangaji 16 Phone: +62 274 512976
  9. Taksi Ria: Jl. Rngroad Barat 85 Phone: +62 274 621333
  10. Taksi Sadewo: Jl. Prawirotaman MG 10 Phone: +62 274 382262
  11. Taksi Setia Kawan: Jl. Ringroad Utara Sh 66 Phone: +62 274 522333
  12. Taksi Vetri – Vetri Taksi Puskoveri DIY: Jl. Tentara Rakyat Mataram 6 Phone: +62 274 563551
  13. Taksi Serasi: Jl. Magelang Km/ 7,2 Sleman Phone: +62 274 864567
  14. Taksi Tambayo: Jl. Pingit Kidul 12 Phone: +62 274 12787
  15. Taksi JAS – PT. Jari Alam saputra: Jl. Kapt. P. Tendeaan 39 Phone: +62 274 373737
  16. Taksi Indra Kelana: Jl. P. Mangkubumi 56 Telp. (0274) 515819
  • Trans Jogja dari Bandara Adi Sucipto menuju Prambanan dilayani oleh rute 1A, namun sebaiknya tanyakan dulu ke petugasnya karena ada rute 1A yang langsung ke Prambanan ada juga rute 1A yang muter lewat Janti – Malioboro – JEC – Maguwharjo. Jam operasional Trans Jogja mulai dari pukul 06.00 – 22.00 WIB. Rute dan peta Trans Jogja dapat didownload disini rute trans jogja
  • Rumah Makan Jimbaran – Jogja, Jl. Damai, Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581. Phone: +62 274 446 3983.Β  Koordinat GPS: S07 43 52.2 E110 22 52.8.Β buka: Senin – Minggu, 11.00 – 24.00 WIB
  • Rest Area Ambar Ketawang Jogja, JL.Raya Wates KM 7, Phone: 0819 0326 9228. Ada tambahan harga Rp. 5.000 ketika membeli tiket di agen bis effisiensi.
  • Panduan Wisata Jogja dapat dibaca dalam artikel saya sebelumnya: http://ndahsaja.com/?p=132

Ijinkanlah aku untuk slalu pulang lagi… Bila hati mulai sepi tanpa terobati….

Masih seperti dulu...
Masih seperti dulu…

5 thoughts on “27 Jam di Jogja: Sendratari Ramayana, Sunrise (gagal) Istana Ratu Boko & Sesi Zurhat”

Leave a Reply