Rumput Laut: Potensi Tersembunyi Pariwisata Wakatobi

menyelami keindahan wakatobi

Pertama kali mendengar nama Wakatobi yang terkenal dengan keindahan panorama underwater-nya saya mengira Wakatobi sebagai sebuah pulau kecil bernama Wakatobi. Dalam sebuah pameran pariwisata saya baru mengetahui bahwa wisata unggulan propinsi Sulawesi Tenggara ini merupakan kumpulan pulau-pulau kecil yang terdiri dari Wangi-wangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Kecantikan panorama bawah laut Wakatobi yang tercipta dari puluhan gugusan terumbu karang, ratusan jenis karang dan ikan menarik wisatawan pecinta diving dari dalam dan luar negeri untuk menyelami keindahannya.

Membuka lembar demi lembar promosi wisata Wakatobi semakin menggugah semangat saya untuk segera memasang pelampung, snorkel dan fin dan langsung menyapa ikan badut, baronang, barakuda, ikan warna-warni yang tidak saya kenal namanya serta berpose cantik dihamparan terumbu karang yang jauh lebih cantik. Saya juga tidak sabar menjejakkan kaki di pasir pantai serta menghirup udara segar yang belum tercemar timbal, menikmati matahari terbenam dari bukit khayangan, mengenal suku bajo, mungkin saya bisa belajar berenang dan menyelam kepada penduduk yang hidup bersama laut dan terkenal sebagai penyelam handal, serta mencicipi makanan serba ikan, barongko, kasouami dan tentu saja snack renyah manis bernama karasi.

Continue reading Rumput Laut: Potensi Tersembunyi Pariwisata Wakatobi

Sawah: sebuah panggung pertunjukan atau sumber kehidupan?

Bersepeda menyusuri persawahan Ubud

Ubud, sebagai salah satu destinasi wisata utama di Bali namanya semakin berkibar dengan adanya film “Eat, Pray and Love” yang dibintangi artis besar Hollywood Julia Robert. Wisatawan berduyun-duyun mengunjungi Ubud mengharapkan romantisme yang sama dengan Elizabet Gilbert, bersepeda diantara bentangan sawah dan menghirup udara segar yang jauh dari polusi. Namun Ubud saat ini bukanlah Ubud 6-10 tahun silam ketika pertama kali saya mengunjungi desa yang terkenal dengan terasiring dan sistem air subak.  Hotel mewah dan penginapan murah mulai memangkas luas sawah yang ada. Di beberapa tempat, sawah hanya sebuah sebuah pajangan yang menjadi pemanis sebuah hotel. Luasnya tidak seberapa, namun aktifitas petani menanam padi, mengolah sawah dan memanen menjadi sebuah atraksi menarik bagi wisatawan yang menginap di hotel tersebut.

Wisata sawah, mungkin itu sebutannya. Warga disekitar penginapan bekerja sebagai petani, sebuah profesi yang biasa mereka jalani namun kali ini sawah menjadi panggung dengan petani menjadi bintang utama dan wisatawan sebagai penontonnya. Continue reading Sawah: sebuah panggung pertunjukan atau sumber kehidupan?

Cuti Berlibur di saat Libur Panjang

Mata pecinta jalan-jalan mana yang tidak berbinar melihat deretan tanggal merah di bulan Mei 2014 ini. Sayapun dari akhir tahun kemarin sudah menandai hari libur nasional di bulan Mei dengan beberapa rencana. Impian saya adalah mengambil cuti di tanggal 26, 28 dan 30 Mei, cuti 3 hari tapi dapat libur hingga 9 hari dan menghabiskannya dengan menikmati keindahan alam flores, maluku atau papua. 3 tempat ini selalu ada dalam top priority jalan-jalan karena belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di NTT, Maluku dan Papua.

Kalender hari libur nasional 2014

Namun seperti kata Pak Ustadz, manusia hanya bisa berencana namun Tuhan-lah yang menentukan. Justru saat long weekend di akhir Maret lalu saya tumbang. Untuk pertama kalinya saya sakit yang cukup parah hingga memaksa saya untuk berdamai dengan hasrat jalan-jalan yang meluap-luap. Awalnya saya pikir saya bisa menaklukkan demam berdarah dan typus dengan melakukan apapun yang dinasehati teman dan saudara. Jus jambu, sari kurma dan angkak (fermentasi beras merah) semua saya minum. Hasilnya cukup baik, titik terendah trombosit saya masih dikisaran 90.000. Tapi apa daya ternyata liver saya mengalami gangguan, pun demikian dengan kondisi paru-paru yang agak meradang. Tanggal 5 April saya menyerah dan menyerahkan perawatan sepenuhnya di Rumah Sakit.

Continue reading Cuti Berlibur di saat Libur Panjang

3 Dara Mencari Cinta di 3 Kota

Jalan-jalan bareng dengan temen saya di Lakers semakin sulit, walaupun baru 2 aja yang laku tapi cuma tersisa 2 orang jompo di Bogor dan Bekasi, sementara 3 jomblo nista lainnya menyebar di Pekanbaru, Surabaya dan New York City. Sementara gadis molek Genk SP sudah banyak yang di gandeng suami. Tersisa 6 jomblo ngenes dengan 2 di antaranya rajin mengaji, 2 orang rajin jalan-jalan ke luar negeri dan 2 orang yang tersisa cuma menerawang langit kelam dari balik jendela kamar yang buram. Tidak ada lagi antusiasme melihat tanggal merah berderet cantik dan tidak ada kehebohan booking tiket tengah malam demi tiket promo. Namun haruskah kebosanan di kamar kostan yang pengap menenggelamkanku bersama banjir Jekardah?

3 Dara Mencari Cinta di 3 Kota: Semarang – Ungaran – Magelang

Tanpa rencana mau apa dan ngapain aja di libur Imlek saya ajak Dian untuk membuang kegalauan di Umbul Sidomukti Ungaran. Merasakan pedih perihnya ditolak oleh Titik dan Bunda Lia akhirnya saya dapat korban sharing cost, kebetulan temen saya ini sudah pernah ke Umbul Sidomukti. Tanpa peduli berita banjir Semarang kami segera booking tiket pesawat, booking kamar hotel dan sewa mobil. Seiring kumandang adzan Subuh, saya, dian dan novi tiba di Bandara Soekarno Hatta memulai perjalanan dengan hashtag #3harimencaricinta. Menurut jadwal, pukul 05.20 pesawat akan take off. Kenyataannya…. dari terminal 2F kami di antar bis bandara menuju tempat parkir pesawat di terminal 3 kemudian pesawat kembali ke runway di terminal 2. Satu jam kemudian barulah moncong pesawat terangkat ke udara.

berteman secangkir kopi panas menikmati pagi di atas awan

Pak Wid dari ASH Benjaya Rent Car Semarang sudah menunggu di pintu keluar bandara Achmad Yani.

Beliau cuma ketawa sewaktu kami bilang mau muter-muter di Semarang, katanya tempat wisatanya sedikit dan jaraknya dekat jadi tidak akan butuh waktu lama. Sambil mikirin mau jalan kemana kami sarapan Soto Pak Man, katanya ini menu sarapan terkenal di Semarang. Padahal dari di pesawat pengen nyicipin nasi gandul, tapi berhubung belum buka ya sudahlah….

Continue reading 3 Dara Mencari Cinta di 3 Kota

Transit Sejenak di Bau-Bau Kota Semerbak

Dalam perjalanan menuju Wakatobi, kami singgah di kota Bau-Bau. Tidak menyangka bahwa Bau-Bau merupakan kota yang cukup ramai. Banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi, seperti Benteng Keraton Buton dan Masjid Agung Keraton, Masjid Kuba dan Tiang Bendera, Rumah Adat, Pantai Kamali,  Pantai Nirwana, Pantai Lakeba dan Pantai Kokalukuna, Air terjun Tirtarimba, Gua Lakasa dan Gua Ntiti serta Pemandian Alam Bungi. Namun karena keterbatasan waktu hanya beberapa saja yang didatangi. Semoga bisa main ke Bau-Bau kota Semerbak lagi 😉

Singgah sejenak di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara

Baubau merupakan pusat Kerajaan Buton (Wolio) yang berdiri pada awal abad ke-15. Bandaranya kecil dengan pengamanan yang sangat minim. Akses menuju kota Bau-Bau dapat melalui udara (Bandara Betoambari) dan laut (Pelabuhan Murhum).

Bandara Betoambari Bau-Bau

Bandara Betoambari kecil dan masih “tradisional”. Koper/ransel yang masuk bagasi tidak perlu di pindai. Bahkan saat pulang dengan menggunakan maskapai penerbangan Merpati, check in masih dengan cara manual (tulis tangan dan tempat duduk dikonfirmasi via walkytalky). Pesan dari Mba Imeh ketika kami akan terbang ke Bau-Bau adalah “jangan letakkan barang berharga di tas yang masuk bagasi, rawan pencurian”.

Masih tulis tangan 😀 (dari HP mami)

Setelah meletakkan tas dan ransel di hotel transit kami langsung menuju Goa Lakasa. Pintu masuk goa dan jalan didalamnya sangat sempit dan di beberapa bagian curam dan licin. Goa Lakasa tidak dilengkapi penerangan sehingga pengunjung wajib membawa headlamp atau lampu senter. Continue reading Transit Sejenak di Bau-Bau Kota Semerbak

Transit Sejenak di Makassar dan Gowa

Perjalanan singkat di Makassar dan Gowa dalam rangka transit menuju dan pulang dari Wakatobi. Hanya mengunjungi sedikit dari tempat wisata yang ada di disini, bahkan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Bantimurung karena terhalang demo mahasiswa.

Makassar & Gowa, Sulawesi Selatan

Dari bandara Sultan Hasanuddin langsung menuju Hotel Losari Beach di kawasan Pantai Losari dengan menggunakan bus Damri bandara dan dilanjutkan naik becak.

Damri Bandara

Sempat shock dengan pembatalan penerbangan Merpati ke Bau-Bau dan ribet booking tiket Wings Air karena keterbatasan sinyal internet, tapi happy ending karena tetap dapat terbang ke Bau-Bau. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Benteng Ford Rotterdam.

Bangunan di dalam benteng Fort Rotterdam
Ruang Tahanan Pangeran Diponegoro di Benteng Fort Rotterdam
Mengelilingi Benteng Fort Rotterdam dari atas

Continue reading Transit Sejenak di Makassar dan Gowa

Artikel Blog Hilang dan Kembali Ditemukan

Page Not Found
Page Not Found

Mungkin inilah hukumannya jarang-jarang update dan nengokin blog, baru tahu kalo beberapa artikel blog dan update-an blog hilang secara misterius. Berawal dari pertanyaan teman tentang jalan-jalan di Bandung saya menyarankan dia buka langsung di blog ini, tapi ternyata yang ada cuma 1 artikel, padahal saya sudah membuat 2 artikel Panduan Wisata Bandung dan Lembang. Lebih mengagetkan lagi karena bukan hanya Panduan Wisata Bandung – Lembang (jalan-jalan) yang hilang, 2 artikel lagi yaitu “Ini cara kami menikmati Candi Cangkuang dan Leles” dan “Panduan Jalan-Jalan Hemat, Nyaman dan Aman ke Negeri Laskar Pelangi” juga tidak ada. Begitu juga dengan update informasi terbaru beberapa artikel, saya belum sempat cek semua update tapi yang jelas terlihat di Tentang Ndah dan Panduan Wisata Belitung hilang, yang tersisa infomasi lama.

Apakah ada yang pernah senasib dengan saya? Saya tidak tahu penyebab hilangnya artikel-artikel tersebut dan mengapa artikel yang sudah di update kembali ke informasi awal, apakah ini dikarenakan wordpress bermasalah atau MWN tempat hosting blog ini? Continue reading Artikel Blog Hilang dan Kembali Ditemukan

Ndah: Niat | Nekat | Nikmati