Panduan Wisata Bandung – Lembang (jalan-jalan)

peta wisata lembangMelanjutkan posting sebelumnya kali ini saya ingin sedikit membahas tempat-tempat yang sudah pernah saya kunjungi. Tidak banyak memang dan beberapa diantara sudah saya kunjungi bertahun-tahun yang lalu, namun mungkin bisa menambah referensi teman-temen yang pengen main ke Bandung. Jika anda membutuhkan peta wisata Bandung dapat download Bandung Tourism Map dari Bandung Tourism.

Menurut saya, cara termudah menjelajahi Bandung adalah dengan menyewa mobil terutama jika pergi berombongan dan akan lebih mudah lagi jika sopir tahu jalanan kota Bandung. Namun tidak ada salahnya mencoba naik turun kendaraan umum, nanya-nanya rute angkot dan sedikit bumbu drama salah jurusan. Jika anda berpetualang dibelantara lalu lintas Bandung, sarana transportasi umum seperti angkot, Damri, Taxi tersedia hingga malam hari. Rute angkot dapat di download pada artikel Panduan Wisata Bandung dan Lembang

PUSDAI BANDUNG

*menghela nafas sejenak
#darisinidramadimulai

PUSDAI atau Pusat Dakwah Islam adalah lembaga dakwah yang difasilitasi oleh Pemprov Jabar untuk menjadi sentral pemrograman, pembinaan, dan pengembangan syiar Islam di wilayah Jawa Barat. Lokasinya di Jalan Diponegoro No. 63 Bandung, banyak sekali rute angkot dan bis kota yang melewati Kompleks Pusdai, di antaranya: Angkot jurusan Cicaheum-Ciwastra, Riung Bandung-Dago, Cicaheum-Ciroyom, Cicaheum-Ledeng, ST Hall-Sadang Serang, Caringin-Dago, Gedebage-Awiligar, dan bis kota jurusan Dipatiukur-Jatinangor.

Pusat Dakwah Islam – Pusdai Bandung i <3

Pusat Dakwah Islam – Pusdai Bandung i <3

Foto: blog innomuslim & bandung panduan wisata

Dari pertama kali menginjakkan kaki di komplek PUSDAI saya memang langsung jatuh cinta pada dirinya yang telah berlalu semua hal yang ada di komplek ini. Batu marmer yang mendominasi bangunan memberikan kesan mewah, kubah atau atap masjid yang terbuat dari kayu memberikan kesan megah dan interior (termasuk kaligrafi) baik masjid maupun ruang seminar memberikan kesan WAH. Sudah lama sekali saya tidak mampir ke PUSDAI, semoga masih tetap bersih dan indah seperti kenangan dulu.

Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung dibangun tahun 1810 dan sejak didirikannya telah mengalami banyak sekali renovasi hingga terakhir direnovasi pada tahun 2001 dan diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu: H.R. Nuriana sebagai Masjid Raya Bandung pada tanggal 4 Juni 2003.  Lokasinya di Alun-alun Bandung dekat ruas Jalan Asia-Afrika, tidak jauh dari Gedung Merdeka dan Gedung Konferensi Asia-Afrika. Mengunjungi Masjid ini tidak lengkap rasanya tanpa naik ke menara dan melihat padatnya kota Bandung dari atas. Pemandangan ini hanya dapat dinikmati pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur dengan membayar Rp. 2.000,-. Hal yang sangat mengecewakan dari masjid ini adalah kebersihan dan kerapihan teras masjid. Banyaknya pedangan yang berada di halaman masjid (bahkan saat hujan turun mereka beramai-ramai pindah ke teras masjid) membuat masjid ini terlihat kumuh. Padahal interior masjid cukup bagus, tempat wudhu dan kamar mandi juga bersih, tapi melihat pemandangan yang semrawut di pelataran masjid mengurangi kesucian sebuah tempat ibadah. Jika kebersihan sebagian dari iman, mengapa tipis sekali iman umat Islam dalam menjaga kebersihan?

Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung

Dago (Ir. H. Djuanda)

Walaupun namanya telah berganti menjadi Jalan Ir. H. Djuanda tapi jalan ini lebih dikenal dengan nama Jalan Dago. Disinilah distro, factory outlet, café, hotel dan tempat makan yang sangat terkenal berjejer sepanjang jalan. Beberapa Factory Outlets seperti Grande, Blossom, Glamour, Gossip, Rafless, Runaway, Central Branded Outlet dan masih banyak lagi lainnya yang masing-masing menyediakan beragam fashion di factory outlet mereka. Malam minggu menjadi puncak keramaian jalan Dago karena banyak sekali hiburan yang bisa dinikmati pengunjung.

Buku Wisata Hemat Belitung

Buku Wisata Hemat Belitung

 

Buku ini sudah dapat diperoleh di toko buku terdekat atau online melalui:

 

 

 

Riau (Jl. R.E. Martadinata)

Tidak berbeda dengan Dago, Riau atau resminya bernama  Jl. L.L.R.E. Martadinata juga dipenuhi dengan deretan factory outlet ternama. Beberapa FO juga dilengkapi dengan tempat menginap. Jangan habiskan uang anda hanya untuk berbelanja produk fashion karena makanan yang dijajakan di depan FO juga sangat menggiurkan.

Sersan Bajuri

Jalan Sersan Bajuri berada di daerah Lembang. Di sini terdapat banyak resto, caffe dan penginapan (tidak) murah dan wah dengan konsep yang unik seperti The Peak, Balcony, Rumah Strawberry, Sapulidi, Taman Bunga Cihideung dan lain sebagainya.

Braga

Menyusuri Jalan Braga

Inilah nama jalan yang melegenda dengan deretan bangunan tua dan bernilai sejarah tinggi. Nama jalan ini cukup dikenal sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda.  Awalnya Jalan Braga bernama Jalan Culik karena jalanan kecil ini cukup rawan dan dikenal juga sebagai Jalan Pedati (Pedatiweg) pada tahun 1900-an. Jalan Braga menjadi ramai dengan banyaknya toko-toko, bar dan tempat hiburan yang beridiri di kawasan ini, hingga sekitar tahub 1920 – 1930 mulai bermunculan butik-butik mewah dengan Paris sebagai kiblat fashion. Menurut situs bandung heritage nama “Braga” sendiri menimbulkan beberapa kontroversi. Ada kalangan yang mengatakan, pemilihan nama “Braga” oleh perkumpulan drama berasal dari beberapa sumber yang erat kaitannya dengan kegiatan drama, antara lain nama Theotilo Braga (1834 -1924), seorang penulis naskah drama, dan Bragi, nama dewa puisi dalam mitologi Bangsa Jerman. Sementara itu menurut ahli Sastra Sunda, Baraga adalah nama jalan di tepi sungai, sehingga berjalan menyusuri sungai disebut ngabaraga.  Sesuai dengan perkembangan Jalan Braga (terletak di tepi Sungai Cikapundung), yang kemudian menjadi tersohor ke seluruh Hindia Belanda bahkan ke manca negara, Jalan Braga menjadi ajang pertemuan dari orang-orang, dan ngabaraga tadi berubah menjadi ngabar raga, yang lebih kurang artinya adalah pamer tubuh atau pasang aksi.

Sayangnya Jalan Braga ramai oleh kendaraan

Terlepas dari kontrovesi asal muasal nama Braga, jalanan ini selalu menarik untuk disusuri. Bahkan kami rela berpeluh melunturkan make up menor dengan berjalan kaki dari Rumah Tawa (Jl. Taman Cibunut Selatan) sampai ke Masjid Raya Bandung (Jl. Asia Afrika). Bangunan bergaya Art Deco, pekerja seni yang memamerkan hasil karyanya dan toko-toko unik menjadi daya tarik tersendiri (untuk berfoto-foto tentu saja^^). Sayangnya, jalan-jalan santai di sepanjang Braga agak terganggu dengan hilir mudik kendaraan. Kalo jalan Braga bebas kendaraan lebih asyik kali yaaa…. Foto jalan-jalan di Braga bisa dilihat di album foto berikut ini:

Jalan Braga, Bandung

Gedung Merdeka

Bangunan yang letaknya tepat di samping Museum Asia Afrika dibangun pada tahun 1895 dan diberi nama “Societet Concordia”. Pada awal pendiriannya gedung Societet Concordia digunakan untuk pertemuan eksklusif, hanya orang Belanda dan Eropa lainnya yang boleh masuk ke gedung mewah  berlantai marmer asli Italia dengan ruangan tempat minum terbuat dari kayu cikenhout dan berhiaskan lampu-lampu kristal.

Gedung Merdeka

Pada masa kependudukan Jepang gedung ini berganti nama menjadi Dai Toa Kaikan dan digunakan sebagai pusat kebudayaan dan propaganda. Dengan terbentuknya Negara Pasundan Gedung Societet Concordia digunakan sebagai gedung pertemuan. Pada 17 April 1955 atas perintah Presiden Sukarno gedung ini berganti nama menjadi Gedung Merdeka dan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA). Jalan yang membentang di depan Gedung Merdeka diganti menjadi Jalan Asia-Afrika. Setelah beberapa dekade terabaikan akhirnya pada awal tahun 1980 gedung ini direnovasi besar-besaran dan kembali digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Peringatan Konferensi Asia-Afrika. Pada bulan April 2005 bertepatan dengan peringatan setengah abad KAA dibuat “Gong Perdamaian Dunia” dengan diameter 2 meter dan berat 270 kg.

Museum Konferensi Asia Afrika

Terletak di Jalan Asia Afrika No. 65 museum Konferensi Asia Afrika (KAA) menempati sayap kiri Gedung Merdeka. merupakan salah satu museum yang berada di kota Bandung. Konferensi Asia Afrika dengan hasil sebuah deklarasi “Dasa Sila Bandung” menjadi penyemangat negara-negara yang masih terjajah untuk membebaskan diri dari kolonialisme. Museum KAA memiliki ruang pameran yang menampilkan koleksi benda tiga dimensi dan galeri foto, perpustakaan yang memiliki koleksi buku sejarah, politik dan budaya Negara-negara Asia-Afrika dan Negara lainnya, majalah serta surat kabar yang mendokumentasikan KAA. Selain itu juga terdapat ruang visual sebagai sarana penayangan film documenter. Museum KAA buka setiap hari kerja (Senin – Jum’at) pukul 08:00 – 15:00 WIB. Info lebih lanjut silahkan datang langsung ke Museum KAA atau telfon +62 22 4233564, email: museum_kaa@yahoo.com

Museum Asia Afrika

Museum Asia Afrika

Gedung Bank Jabar (bekas Dennis Bank)

Gedung Denis Bank

Gedung Dennis Bank dibangun pada tanggal 26 Juni 1936 dengan sebuah menara sebagai tempat Bendera Belanda dikibarkan. Gedung ini kabarnya juga memiliki catatan sejarah seperti Hotel Oranye Surabaya, 2 pemuda bernama Moh. Endang Karmas dan Mulyono dengan gagah berani dibawah bidikan senjata dari tentara Belanda yang berada di Hotel Savoy Homann merobek bendera warna biru sehingga berkibarlah bendera Merah-Putih. Nasionalisasi Dennis Bank dilakukan pada tahun 1961.

Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia dibangun pada tanggal 27 Juni 1920 dengan nama Gedung Hoofdbureau Post Telegraf en Telefoon (PTT), lokasinya berada di samping Gedung Sate. Selain sebagai tempat koleksi, Museum Pos juga berfungsi sebagai sarana penelitian, pendidikan, dokumentasi, layanan informasi, serta sebagai objek wisata khusus. Museum Pos Indonesia dibuka untuk umum setiap hari kecuali hari libur nasional mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB.  Didepan pintu masuk terdapat patung Almarhum Mas Soeharto, kepala PTT Pertama.

Gedung Sate

Pada awalnya Gedung yang dibangun mulai tahun 1920 – 1924 ini bernama Gedung Gouvernements Bedrijven (GB=Gebe) namun masyarakat lebih mengenal gedung tiga lanti ini dengan nama Gedung Sate. Hal ini karena di puncak bangunan terdapat tusukan dengan hiasan buah jambu air… hmmm… Sate untuk Vegetarian^^ Gedung Sate terletak di Jl. Diponegoro (Wilhelmina Boulevard), saat ini digunakan sebagai Kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat. Di halaman depan Gedung Sate terdapat “Tugu Sapta Taruna” sebagai monument peringatan terhadap 7 pemuda Angakatan Muda Pekerjaan Umum yang gugur melawan tentara Gurkha (tergabung dalam pasukan India dari Divisi ke-23) pada 3 Desember 1945.

Tidak jauh dari Gedung Sate terdapat Taman Lansia dan Museum Geologi. Museum Geologi buka setiap hari kecuali hari Jum’at dan hari libur nasional, hari Senin – Kamis buka pada pukul 09:00 – 15:30 WIB sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu buka pada pukul 09:00 – 13:00. Pada hari minggu pagi sepanjang jalan ini sangat ramai oleh masyarakat yang berjalan-jalan, olahraga ringan, atau sekedar duduk santai. Selain gedung-gedung tua dan bersejarah di atas masih ada beberapa gedung yang dapat anda kunjungi seperti di Jalan Asia Afrika (Hotel Preanger, Kompleks Hotel Homann, Kantor PR), di Braga (KBN Antara, Hotel Braga, AACC (Majestic), Landmark), di Jalan Aceh (BMC -Banddoeng Melk Centrale), di Banceuy (Kopi Aroma), di Jalan Dr. Setiabudi (Vila Isola, saat ini menjadi kantor rektorat Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI Bandung), di Jalan Lembong (Bekas Gedung Stafkwartis Divisi Siliwangi), di Jalan Diponegoro (Gedung Dwiwarna) dan di Jalan Otista (Gedung Pakuan, kediaman resmi Gubernur Jawa Barat).

Trans Studio Bandung

Trans Studio Bandung

Menyusul kesuksesan Trans Studio Makassar, Trans Corp mendirikan taman bermain dengan konsep yang sama di Bandung. Berbeda dengan wahana permainan Dufan yang berada di area terbuka, Trans Studio Makassar dan Bandung merupakan taman bermain di dalam ruangan. Kabarnya, Trans Studio Bandung menjadi indoor them park terbesar di dunia. WOW! Di dalam bangunan 2 lantai terbagi menjadi 3 bagian yaitu:

  • Studio Central (wahana : Yamaha Racing Coaster, Transcar Racing, Giant Swing, Si Bolang Adventure, Vertigo, Dunia Anak, Marvel Super Heroes 40, Trans City Theater, Trans Studio Science Center, Trans Broadcast Museum)
  • Magic Corner (wahana : Dunia Lain The ride, Negeri Raksasa, Special Effects Action, Dragon Riders, Pulau Liliput, Blackheart Pirate Ship)
  • Lost City (wahana: Amphitheater, Sky Pirates, Jelajah dan Kong Climb)

Giant Swing

Meluncur n…byuuurr…..

Let’s get lost

Spiderman n Ndah Jane

Antri Makan di Trans Studio

Saran saya… berkunjunglah saat hari kerja. Antrian yang mengular untuk memasuki 1 wahana mungkin 11-15 dengan antrian saat liburan di Dufan, tapi antrian di tempat makan jauh lebih puanjaaaaaang. Sebagai gambaran, kami antri masuk wahana “Marvel  Superheroes” mulai pukul 10.22 WIB dan baru masuk pukul 12.14 WIB. Antrian demi antrian cukup mengesalkan, karena kami tidak punya kesempatan banyak mencoba beberapa wahana. Yang ada, sebagian antri makan sebagian antri wahana. Tanpa mau membuang waktu lebih lama lagi saya dan 2 orang temen saya yang lain memutuskan keluar dari Trans Studio dan memilih jalan-jalan ke tempat lain. 2 orang teman lagi yang memiliki kesabaran luar biasa bertahan menjelajahi wahana demi wahana. Biarlah uang Rp. 250.000,- menambah pundi-pundi kejayaan Trans Studio

Mau Refund atau Top Up?

Wisata Lembang

Udara Lembang yang sejuk (berkisar 17 – 27 derajat celcius) dengan panorama pegunungan yang indah dan beragam pilihan wisata yang ditawarkan sangat cocok menjadi  tujuan wisata keluarga. Apalagi lokasi wisata di Lembang cukup berdekatan, sehingga tidak butuh waktu lama untuk mengunjunginya.

Taman Wisata Maribaya

Patung Selamat Datang yang Menyeramkan

Yang saya suka dari tempat ini adalah sensasi melewati jembatan di atas air terjun Maribaya “ngeri-ngeri sedap” kalo kata Abang Ganteng di gedung DPR. Untuk menuju taman wisata maribaya tersedia angkutan di terminal Ledeng jurusan Lembang – Maribaya – Cibodas minta turun di gerbang Maribaya. Bagi yang membawa kendaraan pribadi perjalanan dari Lembang sekitar 5 km ke arah timur, harap berhati-hati karena jalanan sempit dan berkelok-kelok.

Ada empat pintu masuk ke curug ini, yaitu Pintu (pos) masuk I dan II di Pakar Dago ditempuh dari arah terminal Dago. Pintu masuk III di Kolam Pakar ditempuh dari arah PLTA Bengkok atau dari Curug Dago. Sedangkan pintu masuk IV berada di Maribaya ditempuh dari arah Lembang. Memasuki area wisata kita akan di sambut oleh patung yang cukup mengerikan menggelikan, beberapa pedagang dan loket masuk.

Jembatan maksimal dilewati oleh 5 orang

Tiket masuk Maribaya Rp 8.000  (wisatawan lokal) dan Rp. 35.000  (wisatawan asing), sedangkan tiket parkir kendaraan Rp. 10.000 (roda 4) dan Rp. 5.000 (roda 2). Fasilitas yang disediakan cukup lengkap walaupun sangat sederhana. Di dalam kawasan wisata ini terdapat beberapa curug (air terjun) yaitu Curug Cigulung, Curug Cikoleang dan Curug Cikawari yang masing-masing berketinggian sekitar 15 m, 16 m dan 14 m, dimana ketiga curug ini dikenal dengan sebutan Curug Maribaya dan sebuah curug lagi bernama Curug Lalay. Jembatan yang membentang tepat di atas air terjun akan sedikit bergoyang ketika arus air cukup deras, jembatan ini maksimal dilewati oleh 5 orang, harap antri! Setelah melewati jembatan anda dapat berjalan menuju jembatan berikutnya dan menyaksikan hempasan air ke aliran sungai dibawahnya.

Curug Maribaya Lembang

Jika anda menyukai trekking, ada sebuah tantangan menanti di tempat ini. Silahkan mengikuti jalan kecil yang telah disediakan menuju Taman Hutan Ir.H.Juanda atau Taman Dago Pakar yang terletak di Utara Bandung.  Lama perjalanan sekitar 2 jam (*elus betis) dengan ditemani aroma hutan pinus. Di Taman Dago Pakar terdapat gua peninggalan Belanda dan Jepang, prasasti dan museum peninggalan sejarah Ir. H Juanda. Mau tahu lebih banyak tentang Taman Hutan Ir. H. Juanda? Silahkan kunjungi website resmi Tahura

Selain curug Maribaya, Bandung juga memiliki beberapa curug seperti:

  • Curug Dago – Kampung Curug Dago, Kec. Cidadap Bandung. Curug ini termasuk dalam kawasan Taman Hutan Raya
  • Curug Malela – Kec. Ronga Kabupaten Bdg Barat. Nama Malela sendiri berasal dari nama tokoh masyarakat sekitar, yaitu Prabu Taji Malela dimana makam beliau dapat ditemui di atas tebing sebelah kanan curug. Curug ini cukup sulit dicapai karena harus menempuh waktu perjalanan sekitar 3 jam hingga memasuki Perkebunan Montaya, di ketinggian 1000 mdpl. Curug Malela memiliki lebar 70 meter dengan ketinggian 60 meter.
  • Curug Jompong – Jl. Balakasep Kaler, Soreang
  • Curug Tilu – Desa Gn Rahayu, Kec. Parongpong KBB
  • Curug Cinulang – Cicalengka Kabupaten Bandung (diperbatasan Kab. Bandung & Garut)
  • Curug Penganten – di Jalan Raya Cihanjuang KM 5,56 Kec. Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Curug Panganten berada di ketinggian 1050 m dpl dan memilki ketinggian terjunan air sekitar 50 meter dengan jatuhnya air terlihat seperti kristal berkilauan ditimpa sinar matahari.
  • Curug Siliwangi – Gunung Puntang, Banjaran – Kab. Bandung
  • Curug Cimahi – Jl. Kol Masturi – Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tinggi curug ini sekitar 75 meter.

Gunung Tangkuban Perahu
Berhati-hatilah dengan botox, cream anti aging atau bahkan air awet muda yang banyak terdapat di tempat-tempat wisata Indonesia, karena jika berlebihan anda bisa awet muda seperti Dayang Sumbi dan harus menghadapi kenyataan dicintai Sangkuriang anak kandungnya sendiri. Lebih bahaya lagi karena jiwa muda yang menggelora bukan hanya berbahaya buat keselamatan anda tetapi bisa menyebabkan bencana alam yang maha dahsyat seperti menjebol bendungan Katulampa yang berada di Sanghyang Tikoro dan membuang sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang serta menendang perahukertas yang dikerjakan dengan bersusah payah ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Tangkuban Pera (source: news.liputan6.com/)

Gunung Tangkuban Pera (source: news.liputan6.com/)

Gunung Tangkuban Perahu selain dikenal karena kecantikan alamnya juga dikenal dengan legenda Sangkuriang & Dayang Sumbi. Gunung yang terletak diketinggian 2.084 meter memiliki suhu harian rata-rata 2 – 17 oC, tidak heran jika udara disini cukup dingin. Sangat cocok jika mengunjungi Tangkuban Perahu dengan gaya busana musim dingin, jangan lupa high tight boot biar semakin cethar membahana hehehe… Di tempat ini terdapat kawasan hutan Gunung Tangkuban Perahu (Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan Hutan Ericaceous) dan 10 kawah yaitu Kawah Ratu, (Kawah terbesar), Kawah Domas, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Jurig, Kawah Badak, Kawah Siluman, Kawah Paguyuban Badak, Kawah Lanang dan Kawah Ecoma. Bau kawah inilah yang membuat saya tidak mau kembali ke tempat ini, pusiiiiiiiiiing

Sekali ke Tangkuban Perahu w’ Tim Cired dan gak mau balik lagi karena pusing bau belerang

Untuk menuju Gunung Tangkuban Perahu tersedia angkutan umum jurusan Lembang dan dilanjutkan dengan angkot Lembang-Cikole. Selain itu juga terdapat mobil plat hitam jurusan Lembang – Subang. Semua angkutan itu bisa mengantar hingga ke puncak (pinggir kawah) dengan tarif “SPECIAL”, harga special ini tergantung dari kemampuan tawar menawar. Tiket masuk wisatawan lokal: Tiket Per orang : Rp. 13,000, Mobil: Rp. 5,000, Motor:  Rp. 10,000, sedangkan wisatawan asing: Tiket Per orang Rp. 50,000, Mobil:  Rp. 15.000, Motor: Rp. 7,500.

Tidak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu terdapat Hutan Jayagiri dan Gunung Barungrang. Hutan Jayagiri merupakan wana wisata lintas alam, bagi anda pecinta fotografi akan sangat menyukai tempat ini karena efek kabut di tengah pepohonan memberikan efek mistis.

Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha dibangun pada tahun 1923 oleh Nederlandsch-Indische Vereeniging Sterrekundige (Perhimpunan Ilmu Astronomi Hindia Belanda) atas gagasan KAR Bosscha. Observatorium benda-benda langit ini dibangun di Bukit Lembang desa Wangunsari, Lembang yang berada sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Lokasinya yang jauh dari perkotaan, ditempat yang tinggi dan pemandangan ke segala penjuru yang tidak terhalang menjadi pilihan yang tepat mendirikan bangunan berbentuk teropong dengan atap berbentuk kubah berwarna putih. Memandangi keajaiban langit di malam hari masih menjadi impian saya, hingga saat ini belum juga kesampaian berkunjung ke tempat yang pernah menjadi lokasi syuting film anak-anak “Petualangan Sherina”

Observatorium Bosscha (source: http://bosscha.itb.ac.id )

Observatorium Bosscha (source: http://bosscha.itb.ac.id )

Untuk mengunjungi Bosscha ada aturan-aturan yang harus ditaati, pengunjung harus mengajukan permohonan kunjungan minimal 30 hari sebelumnya ke Observatorium Bosscha FMIPA-ITB, phone +62 22 2786001, emailkunjungan@as.itb.ac.id. Untuk rombongan dalam jumlah banyak pihak observatorium akan mengatur sesuai kapasitas penerimaan. Informasi lengkap bisa dibaca website Bosscha

Cara Pendaftaran dan Pembayaran

  1. Untuk pengunjung keluarga/perorangan: Mohon konfirmasikan kehadiran lewat email ke kunjungan{at}as.itb.ac.id atau via telp. 022-2786001. Pembayaran dapat dilakukan di tempat (saat datang berkunjung).
  2. Untuk pengunjung dari sekolah/lembaga/organisasi: Harap mengirim surat resmi (menggunakan kop surat, tanda tangan dan berstempel) via pos atau faksimil yang ditujukan kepada Kepala Observatorium Bosscha dengan alamat sebagai berikut:

Observatorium Bosscha
FMIPA Institut Teknologi Bandung Lembang,
Bandung 40391Jawa Barat, Indonesia. No Telp./Fax.:  +62-22-2786001

Dalam surat tersebut cantumkan: hari dan tanggal berkunjung, jam berkunjung, jumlah orang yang akan berkunjung, kelompok usia pengunjung (TK, pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, guru atau umum).

Pengunjung akan dicatat di buku pendaftaran setelah surat diterima. Pendaftaran secara lisan/lewat telpon/email tidak kami layani. Observatorium Bosscha tidak menerima surat dari agen biro perjalanan atau travel.

Observatorium Bosscha TIDAK menerima kunjungan pada:
•    Hari Senin (ada perawatan instrumen)
•    Hari Minggu dan hari libur nasional
•    Pergantian tahun (tanggal 21 Desember 2013 – 5 Januari 2014)
•    Bulan puasa dan libur Idul Fitri (10 Juli – 19 Agustus 2013)
•    Tanggal 9 Februari 2013
•    Tanggal 27 April 2013
•    Tanggal 28, 29, 30 dan 31 Mei 2013
•    Tanggal 1, 2, 3, 4, 5 Oktober 2013

Pengunjung diharap:

  • datang tepat waktu dan sesuai jumlah yang terdaftar sebelumnya
  • menjaga kebersihan dan ketertiban selama berkunjung di observatorium
  • memakai pakaian yang rapi dan sopan (bagi siswa memakai seragam sekolah)
  • memarkir bus atau kendaraan besar lain di tepi jalan, lalu berjalan kaki ke Observatorium Bosscha (kira-kira 1 km). Apabila pengunjung menggunakan mobil biasa, dapat masuk ke kompleks observatorium
  • tidak membawa binatang peliharaan
  • tidak mengadakan kegiatan makan bersama di kompleks observatorium
  • tidak mengadakan acara seperti pembagian rapor, games, outbond, foto pre-wedding, di kompleks observatorium

Wisata Air Panas Ciater

Mencari yang hangat-hangat w’ Team Cired

Udara yang dingin paling asyik menikmati yang hangat-hangat seperti berendam di pemandian air panas yang terletak diDesa Ciater, Subang, Jawa Barat, lokasinya berada ditengah perkebunan teh di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Menurut hasil penelitian dan analisa Balneologi, air panas Ciater mengandung Calsium, Magnesium, Chloride, sulfat, Thermo, Mineral, serta Hypertherma dengan kadar aluminium yang tinggi yaitu 38,5 equiv persen, dan keasamannya juga sangat tinggi yaitu PH : 2,45. Kandungan lengkapnya dapat dibaca disebuah papan buesaaar yang berada di area pemandian. Info terbaru dari wisata lembang tiket masuk wisata air panas ciater adalah:

  • Tiket masuk obyek wisata Rp 14.000./Orang.
  • Tarif Kolam Pemandian atau kamar mandi Rp. 80.000/Orang.
  • Tarif Kolam Pemandian sederhana Rp. 20.000 – Rp. 55.000 untuk sekali mandi

Obyek wisata dikawasan ini :

  • Sari Ater Hot Spring Resort: Sumber mata air panas tersebut disajikan dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik, yang tersebar dibeberapa lokasi obyek wisata Sari Ater. Dengan luas areal 30 Ha dan pesona alam khas pegunungan, Sari Ater Hot Spring Resort mempunyai 103 kamar dan bungalow dengan berbagai tipe, fasilitas olahraga dan adventure, kolam rendam air panas, restaurant dan ruang pertemuan
  • Ciater Spa: merupakan tempat medical dan health centre yang juga memberikan fasilitas wisata sehingga pengunjung dapat melakukan pengobatan secara modern dan canggih untuk merehabilitasi berbagai penyakit sambil berekreasi bersama keluarga. Fasilitas rekreasi yang disediakan antara lain kolam rendam air panas, camping ground, berperahu pada danau buatan serta disediakan juga resort untuk beristirahat.
  • Pusat Pacuan Kuda Ciater: merupakan salah satu pusat pacuan kuda yang mempunyai fasilitas yang cukup lengkap bagi para penggemar olahraga berkuda. Fasilitas indoor dengan luas 7000 m2 dan outdoor untuk berlatih kuda juga istal beserta sarana penunjang lainnya yang dapat menampung lebih dari 800 ekor kuda
Sari Ater Hot Spring, Ciater (foto: Dedek)

Sari Ater Hot Spring, Ciater (foto: Dedek)

De Ranch

Sebelum anda bertransformasi menjadi seorang cowboy baca terlebih dahulu peraturan berkunjung ke De Rach di sini,  tempat ini buka setiap hari kecuali hari Senin dengan jadwal pada hari pukul 09.00 – 17.00 WIB dan weekend/hari liburpukl 08.00 – 18.00 WIB. Awalnya, De Ranch merupakan tempat pemeliharaan kuda tunggang dan beberapa ekor sapi perah, hingga kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata dengan daya tarik utama menunggang kuda ala cowboy. “Food, leisure and knowledge” inilah tema wisata De Ranch yang didirikan pada desember 2007.  Dengan tema tersebut De Ranch menyediakan fasilitas arena menunggang , outbond, tempat pemancingan dll, tidak ketinggalan “knowledge” anda akan bertambah setelah  mendapat ilmu pengetahuan seperti bagaimana cara merawat sapi, kambing, kuda dan cara menapal kuda.

Susu Lembang

Selain di minum di tempat susu murni juga bisa buat oleh-oleh

Sebagai daerah berikilim sejuk, Lembang menjadi tempat yang tepat untuk perkembangbiakan sapi. Disini banyak terdapat peternakan sapi berskala besar yang mensuplai kebutuhan susu nasional. Ada beberapa toko susu dan olahan susu yang terkenal di Lembang, seperti:

  • Aneka oleh-oleh dan jajanan serba susu di Jalan Sesko AU Lembang yang dikelola oleh Kelompok Ternak Serba Susu. Disini tersedia susu murni cair dan botolan, yoghurt cair dan krim, permen bahkan kerupuk dan rempeyek susu.
  • Susu EndahMurniWati Lembang Kencana Restoran (Sumur Lembang Kencana) di Jalan Raya Lembang 303. Menu wajib di Sumur Lembang tentu saja susu segar hasil dari peternakan sapi yang dikelola oleh restoran ini. Area Sumur Lembang cukup luas, di depan terdapat resto indoor danoutdoor dan dibelakang terdapat peternakan sapi. Bukan hanya susu segar, Sumur Lembang juga menjual susu beranekarasa (bandrek, coklat, mocca, strawberry) milkshake, yogurt, roti bakar, colenak serta makanan khas sunda. Mungkin karena tempatnya yang sederhana harga makanan disini jauh lebih murah dari Cimory Puncak.

Tahu Lembang

Pusatnya Tahu Susu Lembang

Selama ini tahu selalu identik dengan kota Sumedang, namun ternyata Lembang memiliki banyak sekali toko tahu yang lain dari penjualan tahu pada umumnya yang sederhana. Di Lembang anda dapat beli tahu di SPBU, di toko besar bahkan beli tahu sambil belanja di FO. Tahu Lembang memang berbeda dengan tahu di tempat lain, karena selain bahan dasar kacang kedelai tahu lembang juga ditambah dengan susu. Dari beberapa tahu yang saya coba seperti Tahu Tauhid di Jalan Sesnko AU dan Tahu Susu Lembang di jalan Lembang no. 177, saya paling suka dengan Tahu Susu Lembang. Rasanya yang lebih enak, gurih dan teksturnya sangat lembut. Ada 1 lagi toko penjual tahu yang unik yaitu POM TAHU (bukan POM Bensin tapi POM=Pusat Orang Makan Tahu) lokasinya di Jalan Raya Lembang dekat Hotel Grand Lembang. Selain membeli tahu goreng kami juga membeli tahu mentah sebagai oleh-oleh, namun tahu ini harus segera di goreng karena tahu dibuat tanpa bahan pengawet. Tahu Lembang yang matang dijual dengan harga sekitar Rp. 5000/buah dan tahu Lembang yang mentah dihargai seharga Rp. 15.000/ kotak.

Rumah Sosis

Rumah Sosis terletak di Jl. Setiabudi 295 mengusung tema “Eat, Swim, dan Play”, tempat ini bukan hanya menjual sosis, tapi juga tersedia kolam renang, ATV, mini motor cross, flying fox, trampoline, kolam pancing, rumah pohon, lorong sesat, perahu sosis, dll. Baik sosis matang maupun mentah tersedia disini dengan beragam rasa seperti Cheesy Super, Mini Cheesy, Beef Garlic, Beef Bockwurst, Mini Bockwurst atau Black Pepper.

Rumah Stroberi

Ingin merasakan strawberry segar yang baru saja dipetik? Tempat ini bisa menjadi pilihan yang tepat, karena di Rumah Strawberry anda dapat memetik sendiri dari kebun strawberry kemudian ditimbang  dan tentu saja membayar terlebih dahulu baru anda dapat mencicipinya. Selain wisata petik strawberry, rumah stroberi juga merupakan restaurant dengan menu andalan nasi liwet (nasi, ayam goreng, ikan peda asin, tahu, tempe dan krupuk) dengan harga bukan standar kaki lima

Di Bandung wisata petik strawberry banyak terdapat di daerah ciwidey, hampir di sepanjang jalan ciwidey kita dapat menjumpai perkebunan strawberry biasa yang dikelola oleh masyarakat atau pemilik kebun.

Kampung Gajah

Kampung ini bukanlah tempat habitat Gajah, sebuah kampung yang terletak di Jalan Sersan Bajuri km 3,8 Lembang ini merupakan resto sekaligus taman bermain. Beragam wahana permainan tersedia di area seluas 58 hektare.

Kampung Gajah Wonderland, Jl. Sersan Bajudi, Parongpong
Phone : +62 22 8888 4011, +62 22 8888 4012
Mail: info@kampunggajah.com, reservation@kampunggajah.com
Facebook : Kampung Gajah Wonderland
Twitter    : @kampunggajah

Tiket masuk: Senin – Jum’at Rp. 10.000, Weekend dan hari libur Rp. 20.000.
Tiket Channel Games: Senin – Jum’at Rp 150.000, Weekend dan hari libur Rp 200.000.

Dengan tiket ini dapat masuk ke wahana: Aquaboat, Bumperboat, trampoline, Playground, Offroad Buggy, mini ATV, mini Buggy, Motogolf, Chopper, Buggy, ATV Adventure, Horse Riding, Delman Royal, Skyrider, Formula Kart, Futuristic Train, Tubby, Bodycycle, Octopus Racer, Wavepool, Kiddy Pool dan Tornado.

The Peak Resort Dining

The Peak

Terletak di Kompleks Girindah, Jl. Desa Karyawangi, resto tiga lantai ini terlihat indah dan megah. Obor yang menyala di sekitar jalan menuju The Peak dan tata cahaya didalam resto membuat suasana menjadi romantis, dan saya menghabiskan malam romantis bersama 3 temen perempuan! Sghhh…. Double date yang sangat salah –“

Menurut info teman, semakin ke atas harga menu akan semakin mahal dan jika ingin semakin eksklusif dapat memesan makan malam romantis dengan candle light dinner di menara The Peak. Berhubung kami takut kemahalanketinggian maka kami memilih duduk diemperan lantai bawah di area outdoor, mengambil meja dekat pagar. Hal ini untuk berjaga-jaga jika datang bill yang diluar ukuran kantong maka kami bisa langsung lompat pagar dan menggelundung sampai Bandung.

Makanan di The Peak ini berstandar hotel bintang 5 dengan harga yang cukup ampuh untuk menipiskan dompet,  menunya antara lain lasagna, chicken cordon blue, buntut bakar, tenderloin, chicken steak, zuppa, nasi goreng, pisang goreng dan masih banyak lain. Menu andalan di The Peak adalah steak, anggur dan cerutu. Kami cukup memesan menu-menu yang masih dalam hitungan 20-an ribu dengan ditemani minuman hangat seperti aneka kopi dan bandrek. Duduk di udara yang dingin, memandangi kerlip lampu kota Bandung serta hamparan langit bertabur bintang sambil menggalau bersama teman, komplit! The Peak buka setiap hari, pada hari biasa buka dari jam 11:00 – 23:00 sedangkan saat weekend buka sampai jam 2 pagi.

Makan Malam Romantis w’ errr…. Genk SP

Pilih menu murah seperti pisang coklat keju ini

The Peak Resort Dining
Kompleks Girindah Jl. Desa Karyawangi – Parongpong Kab. Bandung
Akses: Jl. Sersan Bajuri / Jl. Ciwaruga / Jl. Kolonel Masturi
Telp : 022-2700759 / RSVP: 0815 606 8000

Selain the Peak ada beberapa restaurant lain yang juga berada di dataran tinggi kota Bandung seperti Sierra Café and Lounge di Jl. Bukit Pakar Timur no.33, Maja House terletak di Jl. Sersan Bajuri no. 72, The Valley Bistro Café di Jl. Lembah Pakar Timur no. 28 Dago, Atmosphere di Jl. Lengkong Besar No. 9.  Moko di Desa Cimuncang, Warung Mie Bakso Lela atau “Wale” di sebuah perumahan yang bisa diakses melalui Dogo atas atau dari Cigadung,  The Valley Suki Garden Resto (all you can eat it) di, Punclut di atas bukit Bandung dan Lisung Cafe di Jl. Dago Pakar Timur No. 111.

Kawah Putih

Kawah Putih terletak di Ciwidey, Bandung Selatan tepatnya di Gunung Patuha. Kawah ini tidak selalu berwarna putih, terkadang tosca bahkan jika cuaca cerah kadang berubah menjadi kuning terang. Perpaduan indah tersaji dari tebing kokoh, warna kawah dan kabut yang seringkali turun di atas permukaan kawah. Tidak heran lokasi wisata ini banyak dikunjungi wisatawan, termasuk yang ingin foto pre-wed. Seandainya bau belerang dapat digantikan dengan wangi parfum mahal tentu tempat ini akan semakin menarik (*kemudiandikeplak). Info lengkap mengenai kawasan wisata kawah putih dapat mengunjungi website kawah putih.

Kawah Putih (Foto: Dedek)

Kawah Putih (Foto: Dedek)

Wisata Budaya:

  • Kampung Adat Mahmud -  Desa Mekarrahayu, Kec. Margaasih Kab. Bandung

    Angklung Night “A Tribute To The Beatles” (foto: samhoed)

  • Kampung Adat Cikondang - Desa Lamajang, Kec. Pangalengan Kab. Bandung
  • Kampung Adat Cirendeu – Kelu, Leuwigajah, Kota Cimahi
  • Bumi Alit - Desa Batukarut, Kec. Arjasari, Kab. Bandung
  • Taman Budaya Dago – Jl. Bukit Dago Selatan Kota Bandung
  • GK Rumentang Siang – Jl. Barangsiang No. 1 Kota Bandung
  • Padepokan Seni – Jl. Peta Kota Bandung
  • Yayasan Pusat Kebudayaan - Jl. Naripan no. 9 Kota Bandung
  • Saung Angklung Udjo - Jln. Padasuka 118 Kota Bandung. Phone. +62 22 727 1714, +62 22 710 1736, Fax. +62 22 720 1587. E-mail : info@angklung-udjo.co.id

Baca serunya bermain di Saung Angklung Udjo dari blog kakek Samhoed, harap maklum kalo bahasanya kadang untuk orang “dewasa”

Wisata Kuliner

Makan Malam dengan Kepiting Busuk

Warga Bandung sangat jago dalam melakukan inovasi makanan. Beranekaragam jenis makanan baru lahir dan menggoda selera. Untuk membahas makanan wajib “cicip” di Bandung sepertinya diperlukan ratusan artikel kuliner Bandung. Mungkin akan sulit menemui makanan tidak enak tapi saya dan teman-teman pernah menemuinya ketika beli oleh-oleh di Primarasa, semua makanan yang kita beli tidak ada yang enak. Bahkan saya pernah makan mie aceh di daerah Dago dengan kepiting yang sudah busuk. Aneh sekali, ternyata di Bandung juga ada makanan tidak enak.

Kopi:

  • Kopitiam Oey di Jalan Braga No.45. Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 24.00, dengan harga berkisar Rp 6.000 hingga Rp 21.000.
  • Kopi Ireng di Jalan Bukit Pakar Timur Ciburial No. 1. Buka mulai pukul 10:00 – 24:00 dengan harga berkisar Rp 25.000 – Rp 35.000.
  • Kopi Selasar di Selasar Sunaryo Art Space, Dago Atas. Buka setiap hari senin –  kamis pukul 11:00 – 16:00 dan jum’at-minggu pukul 11:00 – 22:00 dengan harga sekitar Rp 25.000.
  • Ngopi Doeloe di Jl . Buka hingga larut malam dengan harga berkisar Rp 10.000 – Rp 30.000.
  • Roemah Kopi  di Jl. Terusan Rancakendal No. 9, Dago Pakar. Buka mulai pukul 11:00 – 23:00 WIB dengan harga berkisar Rp 15.000 – Rp 30.000.

Baso Tahu:

  • Borobudur, Jl. Setiabudi
  • Baso Panghegar Jl. Holis
  • Kingsley, Jl. Veteran, Bungsu
  • Baso Tahu Tegallega, didepan Jl. Otista
  • Baso Tahu Wibisana, Jl. Rama
  • Intan Nambahin Sasa di pengkolan Jl. Supratman
  • Sari-sari di deket pengkolan Jl. Ranggamalela- Slt. Agung

Batagor:

  • Batagor 99, Jl. Pasirkaliki bawah

    Gak lengkap rasanya kalo ke Bandung gak makan Batagor

  • Batagor H. Isan: Jl.Bojongloa No. 38 Bandung  | Cabang: Jl. Cikawao No. 27A
  • Batagor Riri: Jl. Burangrang No. 41 Bandung
  • Batagor Kingsley: Jl. Veteran No. 25 Bandung
  • Batagor Yunus: Jl. Kopo No. 68 Bandung, Telp. +62 22 6005242
  • Batagor Darto: Jl. Simpang Dago no. 200 Bandung, Telp. +62 22 2501412
  • Batagor Burangrang: Jl. Burangrang No. 7 Bandung, Telp. +62 22 7317894
  • Batagor Raja: Jl.Dr. Otten No. 11 Bandung
  • Batagor Lucky: Jl. Dr. Setiabudhi  (Foodcourt Borma)

Mie dan Baso

  • Mie Baso Rudal Anggrek: Dekat pertigaan Jl. Supratman – Jl. Anggrek
    Mie Baso Akung: Jl. Lodaya No.123 Bandung, Telp. +62 22 7314746
  • Baso Ja’i: Jl. Gudang Selatan (samping rel kereta api Kosambi)
  • Baso Malang Enggal: Jl. Burangrang no.12, Bandung, Telp. +62 22 7334000
  • Baso “Mantep” Solo: Jl. Sumatera (belakang Bandung Indah Plaza/BIP)
  • Baso Goyang Lidah: Jl. Laswi (tepat disebelah rel kereta api Bandung)
  • Baso Semar: Jl. Semar (daerah Pasir Kaliki) & Jl. Cihampelas No. 47 Bandung
  • Baso Linggarjati: Jl. Balong Gede No. 1 (daerah alun-alun)
  • Mie Yamin Jl. Pasar baru selatan depan No.1 ( minggu tutup )
  • Mie Rica Jl. Kejaksaan (sebelah dekat braga) Gg. Bapa Supi
  • Mie Yamin Gg. Luna (sudirman – andir)
  • Mie Yamin Jl. Balonggede (masuk dr dalem kaum sblh kiri)
  • Mie Naripan, di perempatan Jl. Sunda dan Naripan
  • Baso Panghegar, depan Toko You, jl. Hasanudin
  • Mie Akung, Jl. Lodaya
  • Mie Yamin Jl. Kebon Tangkil (Yamien asinnya uenaq)
  • Mie Yamin Jl. Astana Anyar
  • Mie Yamin Abadi Jl. Setiabudhi
  • Mie Akim, Jl. Rama

Oleh-oleh dari Bandung

Toko oleh-oleh:

  • Kartika Sari Kebun Kawung, Dago, Kebon Jukut, dll. Produk andalan pisang bollen (keju), dengan varian pisang bollen coklat, peuyeum (tape) bollen, durian bollen dan kacang hijau bollen. Brownies panggang dan brownies kukus juga patut untuk dinikmati
  • Brownies Amanda, saat ini bukan hanya di Bandung tapi sudah banyak reseller Amanda di Jabodetabek juga di Jogja. Produk andalan Brownies Kukus.
  • Gepuk Ny. Ong Jl. Pasir Kaliki, Jl. Djunjunan, Jl. Buah Batu dan Jl. Setiabudhi. Produk andalan gepuk yaitu makanan olahan dari daging sapi yang juga dikenal dengan empal.
  • Primarasa

Wisata Belanja:

  • Kawasan Factory Outlets Jalan Dago (Jl. Ir. H. Juanda), Factory Outlets Jalan Riau (Jl. RE Martadinata), Jl. Ahmad Yani, Jl. Soekarno Hatta yang menjual baju kasual, baju muslim, baju sporty, baju pesta dan jilbab.
  • Kawasan Cihampelas Bandung menjual pakaian dari bahan dasar Jeans.
  • Pasar Baru Bandung menjual aneka pakaian jadi, kain batik, Baju Batik, Bed Cover, Baju Muslim, Jilbab, Kebaya, Perlengkapan Muslim dan lain lain. Seperti juga berbelanja di Tanah Abang (Jakarta) belanja disini juga sangat melelahkan secara fisik dan mental. Capek fisik karena berdesak-desakan, capek mental setelah tahu harga di toko lain bisa lebih murah (wajib mengeluarkan jurus menawar sadis) atau bahkan kecopetan.
  • Paris Van Java Resort Lifestyle Place (juga dikenal dengan nama Paris Van Java Mall) terletak di Jl. Sukajadi. Lokasinya mudah dijangkau, dekat dengan Jalan Setiabudi, juga di dekat jalan Pasir Kaliki, dan juga sangat dekat dengan Cihampelas Walk. Bangunan bergaya Eropa dengan banyak ruang terbuka sangat cocok untuk sekedar cuci mata, ngopi cantik, jalan kaki keliling mall hanya untuk menunggu teman yang justru pergi ke tukang pijat refleksi, sghhh….

Hmmm…. banyak juga ternyata ya. Gak cukup seminggu deh kalo mau mengunjungi semua wisata di Bandung. Selamat berlibur

*postingan ini ngingetin gw lum balikin buku Wisata Paris Van Java – Her Suganda 

This entry was posted in Jawa Barat, Traveling. Bookmark the permalink.

2 Responses to Panduan Wisata Bandung – Lembang (jalan-jalan)

  1. Hasil pencarian artikel yg hilang: 1. Panduan Wisata Bandung – Lembang (jalan-jalan) http://t.co/VmC69Ik8pW #LOSTandFOUND

  2. tati soraya says:

    keren…..banyak pilihan….kira2 tau ga naek apa dari terminal ledeng ke bantal guling villa di jalan kol. masturi? naikny dari mana dan turunnya dimana…maaf nih, saya baru aja ke bandung, jadi tanya2 takut nyasar. trus kl dari jl kol. masturi ke grand lembang naek apa ya….

Leave a Reply