Panduan Wisata Medan, Toba & Brastagi

Peta Wisata Sumatera Utara (source: www.indonesia-tourism.com)

“Medan – Toba – Brastagi, 3 Hari Mencari cara jadi menantu Tjong A Fie”. Sebuah tag line yang sangat dipaksakan. Mungkin lebih cocok kalo mencontek buku-buku wisata yang mengundang penyesalan minat “Medan – Toba – Brastagi, 3 Hari cuma 3 Jeti”. Perjalanan pertama saya mengunjungi propinsi Sumatera Utara memang sangat singkat, lebih tepatnya hanya 2.5 hari. Sangatlah tidak mungkin dengan waktu kurang dari 3 hari untuk mengunjungi banyak tempat wisata yang jika melihat peta wisata Sumatera Utara, lokasinya tersebar di segala penjuru.

Tiba di bandara Polonia sekitar pukul setengah satu siang, kami memulai perjalanan dengan melewati Istana Maimun menuju ke daerah Kesawan. Di Kesawan kami makan di Rumah Makan Tip Top yang melegenda dan sowan ke rumah Tjong A Fie kemudian bergeser ke Masjid Raya dan dilanjutkan dengan memesan oleh-oleh untuk di ambil hari berikutnya. Sekitar jam 5 kami meninggalkan kota Medan menuju Parapat tempat kami menginap, dengan selingan kunjungan singkat ke dokter gigi dan makan malam. Kami tiba di Hotel pukul 22.00 WIB dengan sedikit drama. Esok harinya setelah sarapan yang menu dan rasanya biasa saja kami menuju penyeberangan Aji Bata, menikmati danau Toba dari kapal Ferry yang berjalan sangat pelan, mengintip atraksi wisata di Tomok, menikmati bentang alam indah di sepanjang perjalanan ke Ambarita, ngerjain guide Ambarita untuk mempraktekkan semua ceritanya dan berkejaran dengan waktu menuju bandara.

Wisata Medan, Toba, Brastagi

Tinggal saya dan mb elfi yang masih tetap tinggal semalam lagi di Medan. Malam terakhir di Medan tidak lengkap rasanya tanpa mencoba becak motor dan menjadi anak gaol Medan dengan nongkrong di Merdeka Walk. Di awali dengan sarapan enak, kami mengisi hari terakhir dengan mengunjungi Air Terjun Sipiso-piso, desa tongging, Brastagi dan Bukit Gundaling. Pukul 8 malam saatnya kami kembali ke Jakarta dan mengakhiri rangkaian perjalanan Aceh – Medan dengan rasa tidak puas, HARUS KEMBALI LAGI!!

Bagaimana dan seperti apa perjalanan kami ke Medan – Toba – Brastagi? Pemirsah, ikuti saya…


Transportasi Menuju ke Medan

Jalur Udara: Penerbangan menuju Medan di layani oleh banyak maskapai penerbangan baik dari dalam maupun luar negeri. Kami beragkat dari Banda Aceh menggunakan Garuda Indonesia. Penerbangan domestic dilayani oleh maskapai: Batavia Air, Citilink , Garuda Indonesia, AirAsia,  Lion Air, Mandala, Sriwijaya, Kartika Airlines, Merpati Nusantara Airlines, Riau Airlines , Susi Air. Sedangkan penerbangan internasional dilayani oleh maskapai: AirAsia, Garuda Indonesia , Lion Air, Sriwijaya, Kartika Airlines , Malaysia Airlines, SilkAir, Mandala Airlines (operated by Tiger Airways), Valuair

Jalur Darat: Kota Medan berada di jalur utama lintas Sumatera. Terminal Amplas merupakan terminal terpadu yang melayani bis antar propinsi dan dalam pripinsi, lokasinya di Medan Amplas.

Berikut ini perusahaan bus yang melayani rute tujuan Medan:

  • Bus PMTOH: Banda Aceh +62 651 21072 | Bireuen +62 644 21220 | Tapaktuan +62 656 21147 | Medan +62 61 4152546 (Gajah Mada), +62 61 7878655 (Sisingamangaraja), +62 61 8458210 (Pinang Baris) | Jambi, Lingkar Barat : +62 741 582486 | Jakarta, Rawamangun : +62 21 47869859 | Bandung, Soekarno-Hatta : +62 22 6122774. Rute: Medan – Biruen – Lhouksemawe – Banda Aceh
  • Bus Pelangi: Banda Aceh +62 651 32006, +62 651 24095 | Medan +62 614576011/2 (Gajah Mada), +62 61 7863026, 7878822 (Sisingamangaraja), +62 61 8453256, 8456325, 8474808 (Sunggal). Rute: Medan – Biruen – Lhouksemawe – Banda Aceh, Medan – Jakarta
  • Kurnia-Anugerah-Pusaka: Banda Aceh +62 651 32922 | Sigli +62 653 21605 | Bireuen +62 644 21073 | Lhokseumawe +62 645 41872 | Medan +62 61 4563400 (Gajah Mada), +62 61 7864177 (Sisingamangaraja), +62 61-8459022 (Pinang Baris), +62 61 8451522 (Pool Binjai). Rute: Medan- Biruen – Lhouksemawe – Banda Aceh
  • Lorena: Alamat agen bus Lorena & Karina http://www.lorena-karina.com/network.html
  • Sisingamangaraja : +62 61 7875139, +62 8992716666 | Padang Bulan : +62 81265111914, +62 81362348382 | Binjai : +62 85296387645, +62 8126555239 | Lubuk Pakam : +62 61 7959769, +62 81370016925, +62 81361682425
  • Antar Lintas Sumatera (ALS): Jl. SisingamangarajaKM 6.5, Medan. +62 61 7866685. Rute: Medan – Bukit Tinggi – Padang – Pekan Baru – Jambi – Palembang – Jakarta – Semarang – Pati-Solo – Wonogiri – Pacitan – Ponorogo
  • Medan Jaya: Sisingamangaraja : +62 61 7862658 | Beringin : +62 61 8218334, +62 61 8223801 | Padang Bulan : +62 61 8210356, +62 61 8213241
  • Makmur: Sisingamangaraja : +62 61 7864646, +62 61 7869686, +62 61 7881207, +62 61 7852466 |Amplas : +62 61 7869444. Rute: Medan – Dumai – Pekan Baru
  • PMH: Sisingamangaraja : +62 61 7861133, +62 61 7864760, +62 61 7864770, +62 61 7866288 | Katamso : +62 61 4147784. Rute: Medan – Pematang Siantar – Prapat – Pekan Baru
  • RAPI: Sisingamangaraja : +62 61 7877458
  • Bintang Utara: Amplas : +62 61 7862146
  • ANS: Sisingamangaraja I : +62 61 7365655 | Sisingamangaraja II : +62 61 7860667, +62 61 7867603, +62 61 7869770. Rute: Medan – Padang/Bukit Tinggi
  • Liberty: Jl. Letjend Jamin Ginting 650, Medan +62 61 8213783. Rute: Medan – Banda Aceh
  • Karona: Jl. Letjend Jamin Ginting 342, Medan, +62 61 8212880. Rute: Medan – Pekan Baru
  • Jalur Laut: Pelabuhan Belawan yang berada di dalam wilayah Kotamadya Medan ( + 27 km dari Pusat Kota) melayani banyak rute pelayaran dengan beberapa pilihan kapal. Perusahaan yang melayani pelayaran melalui pelabuhan Belawan:
  • PT. Pelni Lines: Jl.Gunung Krakatau 17A, Medan. Phone: +62 61 6629382, +62 61 4525896. Rute: Medan – Jakarta – Surabaya
  • Perdana Express: Jl. Brigjen Katamso 35D, Medan. Phone: +62 61 4566222, (62-61) 4155777. Route: Medan – Penang (Malaysia)
  • Bahagia Express: Jl. Sisingamangaraja 92T, Medan. Phone: +62 61 7320421. Rute: Medan – Penang(Malaysia)
  • KMP Cucut: Sibolga. Rute: Sibolga – Pulau Nias

Sebagai contoh tersedia KM Kelud yang melayani rute Jakarta – Medan. Harga tiket kapal Belawan (Medan)- Tanjung Priok (Jakarta) KM Kelud: Kelas 1A Rp. 1.323.000,- | Kelas 1B Rp. 1.079.500,- | Kelas 2A Rp. 735.000,-  | Kelas 2B Rp. 676.500,-  | Kelas Ekonomi Rp. 335.000,-. Untuk mengetahui jadwal kapal dan harga tiket, silahkan cek di website www.pelni.co.id:

  1. Pilih menu Jadwal Keberangkatan Kapal
  2. Pilih Pelabuhan Asal dan Pelabuhan Tujuan
  3. Tentukan perkiraan tanggal keberangkatan. Misal tanggal awal 01 Januari 2012, tanggal akhir 01 Februari 2012.
  4. Akan muncul jadwal kapal yang diinginkan
  5. Untuk melihat harga tiket, klik ‘tabel tarif’ di sebelah kanan dari jadwal kapal yang dimaksud

Transportasi di dalam kota

Selain terminal Amplas yang melayani rute antar kota dan antar propinsi, terdapat juga terminal Pinang Baris. Bus-bus di terminal ini terutama melayani trayek antar provinsi tujuan Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel, Lampung dan Jakarta via Selat Sunda. Terminal ini terletak di Kecamatan Medan Amplas yang merupakan pintu gerbang Kota Medan dari sebelah selatan.

Angkutan di Medan: Angkot dengan tarif Rp. 2.500 – Rp. 3.000, taxi, bus, becak motor.

Daftar Taxi di Medan:

  • Express Taxi  +62 61 455 2211
  • Blue Bird Taxi +62 61 846 1234.
  • Bengawan Taxi: +62 61 456 5527
  • Cantik Taxi: +62 61 414 4632
  • Delta Taxi: +62 61 787 8444
  • Eka Taxi: +62 61 844 6666;846 8900
  • Karsa Taxi: +62 61 787 4848
  • Inda Taxi: +62 61 451 8815;451 6615
  • Limo Express: +62 61  451 4603;455 2211
  • Maertabe Taxi: +62 61  734 4355
  • Matra Taxi: +62 61  844 2222;8470 0225
  • Sibolga Nauli Taxi: +62 61  734 0945;7787 3544
  • Yuki Taxi: +62 61  451 8863
  • Sinabung Jaya: Terminal Pinang Baris Bus, Medan, +62 61 7866685. Rute: Medan – Brastagi – Kabanjahe
  • Sumatera Transport, Borneo, Serasi: TerminalPinang Baris Bus, Medan. Rute: Medan – Brastagi – Kabanjahe
  • Pembangunan Semesta: Terminal Pinang Baris Bus, Medan. Rute: Medan – Tangkahan, Medan -Bukit Lawang/Bahorok
  • Angkutan Medan: http://www.pemkomedan.go.id/images/saranaangkutan.pdf

Kereta Api: Tersedia kerete Sribillah (Eks/Bisnis), Sirekss (Ekonomi) dan kereta Putri Deli (ekonomi) yang melayani rute Medan ke Binjai, Siantar, Rantau Prapat, Tebing Tinggi dan Tanjung Balai. Informasi Pemesanan: Kepala Stasiun Medan: +62 61-4514114 | Kepala Stasiun Rantau Prapat: +62 624-21617 | Reservasi Tiket KA: +62 61-4148666. Jadwal dan rute kereta di Medan bisa di lihat disini

 Transportasi dari Medan – Danau Toba – Pulau Samosir:

Rute: Medan – Tanjung Morawa – Deli Serdang – Lubuk Pakam – Perbaungan – Sei Rampah – Tebing Tinggi – Tapian Dolok – Pematang Siantar – Tiga Dolok – Parapat. Waktu tempuh: 4 – 5 jam. Tarif bis: Rp. 25.000,-

Sebagian besar pengguna bis jurusan Medan – Parapat menyarankan untuk menggunakan bis “Sejahtera” daripada bis Intra karena sopirnya tidak kebut-kebutan. Saya sendiri menyewa mobil dengan pertimbangan jarak, kenyamanan dan keamanan di perjalanan. Sopir kami selama perjalanan ke Medan, Toba dan Brastagi adalah Pak Syahrial, HP 0816 3182 643.

Parapat memiliki dua pelabuhan, yakni Ajibata dan Tiga Raja. Pelabuhan Ajibata menyediakan dua jenis transportasi air yakni menggunakan ferry dan kapal motor dengan tujuan Tomok, sedangkan pelabuhan tiga raja menyediakan hanya kapal motor saja dengan tujuan Tuk-Tuk, Tomok, Naingolan, dll. Waktu tempuh kapal Ferry menuju Tomok: 30 menit, namun waktu tunggunya sangat lama, kapal baru berangkat setelah penuh. Sebelum ke Tomok, kapal akan berhenti sejenak di batu gantung. Tarif Ferry (Ajibata – Tomok): Rp. 10.000,-

Transportasi di Pulau Samosir: Tersedia ojek, sewa motor dan angkutan umum tidak jauh dari pintu pelabuhan Tomok (keluar pelabuhan belok ke kiri). Dengan menggunakan angkutan desa anda dapat menuju Tuk Tuk dengan biaya Rp. 5.000.

Transportasi Medan – Brastagi:

Menempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan bus atau mobil menuju Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Kabanjahe terletak di selatan kawasan wisata dataran tinggi yang terkenal, yakni Brastagi. Setiap 45 menit bus trayek Kabanjahe diberangkatkan dari terminal pusat kota Medan. Dari Kabanjahe naik angkutan pedesaan yang melintasi Merek kemudian bisa dilanjutkan dengan naik becak motor untuk sampai di air terjun sipiso-piso. Jika anda mau melanjutkan perjalanan ke Tongging anda bisa menunggu angkutan umum (yang cukup lama) atau naik becak motor.

Penginapan di Medan

  •  Antares Hotel: Jl. Sisinamangaraja no. 84 Medan. Kisaran harga Rp 375.000
  • Asean International Hotel: Jl. H. Adam Malik no. 15 Medan. Kisaran harga Rp 525.000
  • Danau Toba: Jl Imam Bonjol No 17, Phone +62 61 4167000. Kisaran harga Rp. 390.000 ,- Rp. 8.720.000,-
  • Inna Dharma Deli: Jl. Balai Kota No. 2, Phone +62 61 4147744 3. Kisaran harga Rp. 350.000, –  Rp. 575.000,-
  • Emeral Garden: Jl. KL. Yos Sudarso No. 1, Phone +62 61 6611888. Kisaran harga Rp. 405.000,- Rp. 930.000,-
  • Emerald Gardenia Hotel:  Jl. KL. Yos Sudarso no. 1 Medan. Kisaran harga Rp 475.000
  • Garuda Citra Hotel: Jl. Sisingamangaraja no. 27/39 Medan. Kisaran harga Rp 265.000
  • Garuda Plaza: Jl. Sisingamangaraja, Phone +62 61 7361111. Kisaran harga Rp. 405.000, – Rp. 2.050.000,-
  • Grand Angkasa: Jl. Sutomo No. 1, Phone +62 61 4555858.  Kisaran harga Rp. 450.000,- Rp. 7.000.000,
  • Grand Swiss: Jl. S. Parman No. 217, Phone +62 61 4576999. Kisaran harga Rp. 695.000,- Rp. 598.000,-
  • Hotel Medan Metro: Jl. Sisingamangaraja no. 27/39 Medan
  • Kesawan Hotel: Jl. A. Yani Kesawan No. 97-99, Medan, Indonesia
  • Madani Hotel: Jl. Sisingamangaraja, Phone +62 61 7321551. Kisaran harga Rp. 372.000,- Rp. 540.000,-
  • Mikie Holiday Resort: Jl. Raya Medan – Berastagi. Kisaran harga khusus Rp 600.000
  • Polonia: Jl. Jendral Sudirman, Phone +62 61 4535111. Kisaran harga Rp. 480.000,- Rp. 3.000.000,-
  • Semarak Hotel: Jl. Sisingamangaraja No. 50, Medan
  • Soechi International Hotel: Jl. Cirebon no. 105 Medan
  • Swiss-Belinn Medan: Jl. Surabaya No. 88, Medan, Indonesia
  • Tiara Medan: Jl. Cut Mutia, Phone +62 61 4574000. Kisaran harga Rp. 490.000,- Rp. 4.000.000,-
  • Travel Suite: Jl. Listrik No. 15 Medan. Kisaran harga khusus Rp 855.000

Hotel dan penginapan di sekitar danau toba (Parapat dan Samosir) dapat dilihat disini 

Itinerary Wisata Medan, Toba, Brastagi:

Sabtu, 7 April 2012:

  • 11.25 – 12.25 Aceh – Medan, di jemput mobil sewaan di Bandara Polonia Medan
  • 11.25 – 13.30 Makan siang di Tip Top
  • 13.30 – 17.00 Wisata singkat kota Medan (Tjong A Fie, Istana Maimun, Masjid Raya, Membeli oleh-oleh pancake durian di Durian House, Bolu Meranti)
  • 17.00 – 22.00 Perjalanan Medan – Toba
  • 22.00 – subuh Check in Patra Parapat Lake Resort (Double Superior Lake View + Bfast. Booking via rajakamar.com Total: Rp. 700,000).

Minggu, 8 April 2012

  • subuh – 08.00 Persiapan checkout, sarapan di hotel
  • 08.00 – 12.00 Danau Toba (Desa Ambarita, bekas desa yg menganut kanibalisme dan Desa Tomok, makam raja Sidabutar)
  • 12.00 – 13.30 Makan siang dan sholat
  • 13.30 – 18.00 Perjalanan Toba – Medan
  • 18.00 – 19.00 Menuju bandara nganter setengah rombongan kembali ke Jakarta.
  • 19.00 – 22.00 Check in di Hotel Madani, menikmati malam di Medan, makan malam di Merdeka Walk.

Senin, 9 April 2012

  • subuh – 08.00 checkout, Menuju Brastagi
  • 08.00 – 10.00 Menuju Brastagi
  • 10.00 – 12.00 Air Terjun Sipiso-piso, desa Tongging
  • 12.00 – 15.00 Bukit Gundaling (melihat pemandangan kota Brastagi dan 2 gunung berapi yg masih aktif, yakni Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung)
  • 15.00 – 17.00 Kembali ke Medan (beli oleh-oleh)
  • 18.30 – 20.00 Checkin Citilink
  • 20.00 – 22.00 Medan – Jakarta

Hari pertama di Medan:

Sebelum ke Medan, saya meminta saran kepada seorang teman keturunan Batak yang sudah lama tinggal di Jakarta obyek wisata apa saja yang bisa saya kunjungi. Namun dia justru menertawakan saya, katanya kalo mau ke Medan cari makanan saja, obyek wisatanya biasa saja. Setelah pulang dari Medan, di sebuah angkutan umum saya bertemu dengan ce’ asal Tanah Karo yang kebingungan rute di Bogor. Dia menanyakan apa kesan saya tentang Medan dan saya jawab “SERU!”, sontak wajahnya kaget dan bilang saya adalah orang pertama yang memiliki kesan “happy”, karena sebagian besar memberikan jawaban yang negative.

Saya dan teman-teman memang tidak menemukan hal yang menyeramkan, mungkin karena setelah tiba di Polonia kami di jemput sopir yang pendiam, ketemu tukang ojek yang super ramah dan lucu selama perjalanan dari Tomok ke Ambarita, agak sedikit deg-degan saat pertama kali naik becak motor tapi untuk ke-2 kalinya dengan pesan “Bang, pelan-pelan saja ya” kami-pun mendapat perjalanan malam yang nyaman. Memang perjalanan kami tidak semulus paha Miranda Kerr, hujan deras yang menyambut kedatangan kami di Polonia cukup menyita waktu sehingga beberapa tujuan wisata kota Medan di coret dari itinerary, keterlambatan kami tiba di Hotel yang sudah dibooking dan dibayar lunas membuat kami berdebat dulu dengan resepsionis karena ternyata kamar yang kami pesan sudah dijual, terngantuk-ngantuk nunggu kapal ferry sampai penumpang penuh, tidak bisa menikmati wisata pulau Samosir lebih lama karena harus mengejar waktu check in, dagdigdugduer takut ketinggalan pesawat sampai harus ada adegan Cinta lari mengejar Rangga waktu check in dan hari terakhir saya ditemani hujan deras lagi-lagi menyebabkan tidak semua tempat dapat dikunjungi. Tapi apakah hal-hal sepele yang tidak ada sesuai dengan itinerary yang telah disusun dengan bersemedi dan bertapa di goa mall menjadikan perjalanan kami berstatus menjengkelkan hingga bertebaranlah keluh kesah kami memenuhi timeline follower kami yang berjumlah puluhan juta itu? Tidak… kami tidak mau merusak moment lucu, norak tapi indah selama perjalanan baik di mobil, di tempat wisata, di penginapan bahkan di antrian dokter gigi.

balada sakit gigi… dok, twitternya apa? eh

Hujan yang teramat sangat deras menyambut kedatangan kami di Bandara Polonia Medan, tidak ada yang bisa kami lakukan selain menunggu hujan sedikit reda. Akhirnya saya bisa merasakan keriuhan Bandara berkelas international yang sering dikeluhkan beberapa teman, hmm.. semoga saja bandara baru dapat segera selesai sehingga kenyamanan bandara dapat lebih ditingkatkan. Seperti di kota-kota lainnya, kali ini kami juga menyewa mobil seharga Rp. 350.000/hari (mobil dan sopir) belum termasuk bensin. Ini adalah perjalanan pertama saya ke Medan yang langsung memberikan kesan mendalam. Bagaimana tidak, sakit gigi yang sudah saya rasakan sejak di Sabang semakin menyiksa, obat pereda nyeri sudah tidak mempan lagi.

Tapi yang membuat teman-teman meragukan keluhan saya adalah…. SAYA TIDAK BISA DIAM! Justru ketika diam mulut semakin kaku sehingga semakin sakit jika digerakkan, satu-satunya jalan sebelum bertemu dokter adalah ngomong ngomong dan ngomong. Nah, mana ada orang sakit gigi bawel seperti saya, sghh…. Akhirnya setelah berputar-putar sekitar kota Medan bertemulah saya dengan dokter gigi di….. Deli Serdang! Maklum, saat itu hari Sabtu sehingga banyak dokter gigi yang tutup.

Wisata Kota Medan:

  1. RM Tip Top: Pada awal berdirinya, restoran ini bernama Jankie dan berlokasi di Jalan Pandu hingga pada tahun 1934 berganti nama menjadi Tip Top yang berarti Sempurna. Lokasinya pindah ke Jalan Ahmad Yani di daerah Kesawan dan berhadapan dengan Hotel Kesawan. Kami memilih makan di ruangan ber-AC yang letaknya di bagian dalam restoran, tata letaknya agak kaku tapi kami merasa lebih nyaman makan di ruang yang adem dan tidak mencium asap rokok. Di bagian luar restoran susunan meja dan kursi terkesan santai dan bisa menikmati lalu lala kendaraan yang lewat. Restoran Tip Top menyediakan berbagai menu makanan dari Indonesia, China dan Eropa, seperti nasi goreng, capcay, gado-gado, kari, steak, salad, omelet, pancake, roti bakar, dan lain-lain. Kami memesan beberapa menu dan tentu saja tidak ketinggalan es krim sebagai menu penutupnya. Walaupun banyak yang bilang masakan disini enak tapi menurut saya biasa saja.
  2. Rumah Tjong A Fie: Dari Tip Top kami berjalan kaki menuju sebuah bangunan cagar budaya nasional seluas 6000 m2 yang berumur lebih dari seabad. Rumah ini dibangun oleh seorang mayor Cina yang melegenda, Tjong A Fie. Anda dapat membaca kisah lengkap Tjong A Fie melalui websitenya http://www.tjongafiemansion.com . Setelah membayar tiket masuk, seorang guide mengantar kami untuk lebih mengenal bangunan yang menjadi salah satu ikon dan simbol sejarah multi etnis di kota Medan. Kami menyusuri satu per satu ruangan baik di lantai 1 maupun 2 mulai dari ruang tamu, ruang makan, kamar tidur yang sekaligus menjadi ruang kerja, tempat sembahyang, ruang dansa hingga dapur. Sayang sekali ruang dansa tidak dilengkapi dengan music dansa, coba kalo saat saya kesana sudah ada Gangnam Style mungkin saya dan novi tidak mencoba dansa Waltz tapi bergaya Op Op Op Oppa Gangnam Style!

    Rumah Tjong A Fie, ikon dan simbol sejarah multi etnis

  3. Masjid Raya: Masjid Raya Al Mashun di bangun pada masa kepemimpinan Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam mulai tahun 1906 hingga 1909 dengan biaya pembangunan sebesar satu juta Gulden. Pada awalnya Masjid Raya Al Mashun di rancang oleh Arsitek Belanda Van Erp yang juga merancang istana Maimun sedangkan pembangunannya dikerjakan oleh JA Tingdeman. Masjid ini cukup unik karena bentuk bangunan berbeda dengan masjid pada umumnya, bangunan masjid berbentuk segi delapan dengan empat kubah berwarna hitam di empat penjuru masjid dan dilengkapi satu kubah utama di atap bangunan utama masjid. Tempat wudhu dan toilet berada di bangunan tersendiri, sayang kondisinya kurang terawat.

    Masjid Raya Al Mashun Medan

  4. Istana Maimum: Karena waktu yang terbatas, kami hanya melewati istana yang dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Makmun Al-Rasid. Istana Maimum terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Tarif masuknya Rp 3.000 untuk anak-anak dan Rp 5.000 untuk dewasa. Istana dengan dominasi warna kuning terlihat jauh lebih megah dari istana jogja dan solo. Menurut informasi www.indonesia.travel Istana Maimum memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan beberapa unsur kebudayaan Melayu bergaya Islam, Spanyol, India dan Itali. Pengaruh Eropa terlihat dari ornamen lampu, kursi, meja, lemari, jendela sampai pintu dorong. Pintu bergaya Spanyol menjadi bagian dari arsitektur istana ini. Anda dapat pula melihat pola arsitektur Belanda dari bentuk pintu dan jendelanya yang lebar dan tinggi. Ada pula prasasti marmer di depan tangga ditulis dengan huruf Latin dalam bahasa Belanda. Pengaruh Islam terlihat dari bentuk lengkung (arcade) di bagian atap yang bentuknya menyerupai perahu terbalik (lengkung persia) yang biasanya dijumpai pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tengah. Di dalamnya tersimpan benda-benda peninggalan keluarga kesultanan yang lekat dengan sejarah budaya Melayu di Medan

 Menuju Penginapan:

Sekitar jam 6 kami meninggalkan Deli Serdang melanjutkan perjalanan menuju Parapat. Dengan selingan makan malam kami tiba di Hotel Patra Parapat Lake Resort pukul 22.00 WIB. Dari sini drama dimulai…. Pihak hotel tidak memiliki tamu atas nama kami bahkan tidak mengenal RajaKamar.com tempat kami booking kamar. Untunglah nomor refensi booking sudah saya print dalam itinerary, setelah di cek ternyata benar ada nama kami dan mengaku hanya tau nama perusahaan rajakamar.com sebagai PT Bla Bla Bla…. Dan karena kami datang terlalu malam dan tidak ada konfirmasi kamar sudah di jual. JEDDEERRR!!!

Tidak perlu ngeluarin kemampuan acting Ibu Laeli Sagita dengan camera zoom in zoom out, kami cuma minta disediakan kamar apapun caranya (termasuk mengusir tamu dari kamar yang sudah kami booking *senyum setan). Tidak berapa lama diantarlah kami ke sebuah bangunan 2 lantai dengan 2 kamar tidur besar di lantai atas dan ruang tamu di lantai bawah. President suite kah ini? Entahlah…. Walaupun terlihat mewah tapi sepertinya jarang di pakai dan belum dibersikan, bahkan air mineral-pun tidak tersedia. Bukannya kami tidak mengangkat telefon minta disediakan, tapi kami sudah cukup dongkol beberapa kali telfon kami diacuhkan dan setelah lama baru dikirim 2 botol air mineral untuk 2 kamar. Menu sarapan di hotel ini juga terbatas, pilihannya hanya mie goreng atau nasi goreng. Sekian dan terimakasih kami tidak akan kembali lagi! :[

 Hari kedua di Toba, Samosir dan Medan:

Dari Parapat kami menuju pelabuhan Aji Bata, di sepanjang perjalanan hotel-hotel dengan cat muram berjejer di tepian danau menyadarkan saya betapa tua umur danau Toba sebagai lokasi tujuan wisata utama Sumatera Utara. Sejarah panjang menyeramkan sekaligus menakjubkan terdapat di danau yang menurut ekspedisi cincin api kompas, merupakan hasil volcano tektonik terbesar di dunia. Danau Toba memiliki panjang 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu. Silahkan baca ekspedisi cincin api kompas edisi Toba untuk mengetahui kedahsyatan Danau Toba.

Wisata Danau Toba

  1. Danau Toba: Wisata danau Toba sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dari sisi wisata sejarah danau itu sendiri. Sangat sedikit warga yang tinggal dan mencari makan dari pariwisata Toba yang tahu bahwa Toba adalah kaldera gunung api, Pulau Samosir merupakan dasar danau yang mengalami pengangkatan dan bukti- bukti geologi di sekitar Toba. Miris sekali ketika melihat daftar wisata geopark Unesco  hanya ada Batur Global Geopark (Kaldera Gunung Batur di Kabupaten Bangli, Bali) yang terdaftar di Unesco. Padahal wilayah Indonesia merupakah jalur ring of fire. Ah sudahlah… mari kita do’akan saja daftar wisata global geopark Indonesia bisa melebihi China. Tiba di Ajibata kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Samosir dengan kapal ferry. Sebenarnya tidak tahan juga nunggu kapal sampai penumpang penuh, tapi setelah menanyakan harga speed boat yang sangat mahal (600 ribu) kami memutuskan menikmati perjalanan dengan kapal yang lebih besar hanya dengan membayar Rp. 10.000 saja. Dasar traveler kere! Kapal bergerak sangat amat lambat, mungkin di sengaja agar penumpang dapat menikmati pemandangan di sekitar danau. Pikiran buruk kapal tenggelam sementara tidak ada pelampung dan gak bisa berenang di buang jauh-jauh. Agak seram memang melihat birunya air danau yang sangat tenang, tenang tapi menghanyutkan, ihiiirrr…. Tujuan pertama kami adalah Batu Gantung. Ternyata eh ternyata lokasinya tidak jauh dari hotel tempat kami menginap…. Kriiiik……
  2. Batu Gantung: Sesuai dengan namanya, di sebuah tebing batu terdapat batu yang menggantung. Menurut legenda masyarakat setempat batu yang menggantung merupakan perwujudan Seruni dan anjingnya yang setia bernama Toki. Agak bingung juga untuk memastikan mana batu yang menyerupai orang mana yang anjing. Terlepas dari kisah dibalik batu yang menggantung tersebut, tempat ini menambah keunikan danau Toba. Di tempat ini kita akan di hibur oleh anak-anak kecil yang berenang menangkap uang yang di lempar penumpang kapal. Tidak jauh dari Batu Gantung saya juga sempat melihat burung-burung (mungkin bangau) bertengger di pepohonan juga di bebatuan di pinggir danau. Selepas dari Batu Gantung perjalanan berlanjut ke Tomok. Sopir kapal kemudian menyerahkan tugasnya kepada anak-anak kecil yang sedari awal keberangkatan duduk di dekat kemudi, kali ini fungsinya berganti dari sopir menjadi kondektur. Efisien sekali kapal ini hingga lebih memilih mempekerjakan anak kecil daripada membayar orang dewasa menjadi kondektur. Untuk memastikan perjalanan kami akan tetap aman saya menanyakan kepada 3 juru mudi junior “Sudah pernah kemudikan kapal kah?” Syukurlah mereka menjawab sudah biasa. Entah itu jawaban jujur atau hanya menenangkan kami saja.
  3.  Desa Wisata Tomok:Jam 11 lewat sedikit kapal merapat di Tomok. Sepanjang jalan menuju desa Tomok kanan kiri jalan dipenuhi dengan pedagang yang menjual beraneka ragam barang dagangan, mulai dari baju, souvenir serta makanan, selamat datang di Pasar Tomok. Desa Tomok terkenal dengan benda-benda peninggalan zaman megalitik dan purba seperti Makam Raja Sidabutar, Patung Sigale-gale, Batukursi Tomok dan Patung Gajah. Makam Raja Sidabutar terbuat dari batu utuh tanpa persambungan yang dipahat untuk tempat peristirahatan Raja Sidabutar penguasa kawasan Tomok pada masa itu. Rumah adat dan museum batak  juga menjadi daya tarik tersendiri dari desa yang lokasinya paling dekat dengan pelabuhan.

    Wisata desa Tomok, Pulau Samosir

  4. Pemandangan indah sepanjang Tomok – Ambarita: Keluar dari desa Tomok kami menuju ke pangkalan ojek dan segera meluncur ke desa Ambarita. Tukang ojek saya kebetulan masih muda dan punya banyak cerita tentang tempat-tempat menarik di jalan yang kami lewati seperti air terjun, persawahan, bukit kecil tempat bermain sepeda gunung “di tempat ini kak, ada yang pernah terzungkal sewaktu main sepeda gunung. Menggelundung dia!”, penginapan di tuktuk, dll bahkan tak jarang berhenti menyuruh saya mengabadikan tempat yang menurutnya menarik. Tidak sungkan-sungkan dia mengaku sebagai anak yang malas sekolah sampai gurunya sudah bosan memarahinya. Obrolan yang panjang dan menyegarkan tak terasa membuat saya mengikuti logat bicaranya. “Bah, kenapa pulak aku bicara seperti ka-uu!!”
  5. Desa Wisata Ambarita:Tiba di desa Ambarita kami di sambut guide yang tidak kalah lucu dari tukang ojek saya. Kami duduk di Batu Parsidangan mendengarkan penjelasan beliau. Batu persidangan adalah batu yang disusun seperti meja pertemuan dimana pada masa pemerintahan Raja Siallagan digunakan untuk tempat mengadili dan mengeksekusi para criminal. Di tempat yang kami duduki, sekitar 200 tahun yang lalu di saat warga Batak belum mengenal Kristen, Raja Siallagan dan tetua desa mengadakan sidang untuk menentukan hukuman penjahat dan juga musuh kerajaan. Sampai waktu eksekusi tiba, mereka ditempatkan di tempat pemasungan. Waktu eksekusi ditentukan dengan menggunakan kalender batak. Setelah ditemukan hari terbaik eksekusi, penjahat di bawa ke tempat eksekusi yang letaknya tidak jauh dari batu persidangan. Di tempat eksekusi terdapat susunan batuan yang mirip dengan batu persidangan, namun disini juga terdapat satu batu besar yang bentuknya memanjang sebagai tempat membaringkan penjahat dan batu besar dengan cekungan di tengahnya yang digunakan untuk memenggal kepala penjahat. Sebelum dipenggal, badan penjahat akan disayat-sayat untuk menghilangkan ilmu kebal yang dimilikinya. Setelah ilmu kekebalannya lenyap barulah kepala musuh dipenggal di batu cekung. Jantung korban menjadi santapan istimewa sang Raja. Ihh ceyeeeeem eaaaa :/

    Wisata Horor Desa Ambarita

Daftar wisata di Kabupaten Samosir:

Kecamatan Simanindo

  1. Makam Raja Sidabutar,  di Tomok.
  2. Batu Parsidangan, di desa Siallagan.
  3. Museum Huta Bolon, tempat penyimpanan benda-benda kuno orang Batak
  4. Pertunjukan Sigale-gale, di Tomok adalah kesenian rakyat berbentuk patung yang dibuat sedemikian sehingga dapat menari mengikuti irama musik tradisional gondang
  5. Gedung Kesenian, bangunan tempat atraksi budaya dan seni, berada di Tuktuk Siadong
  6. Batu Marhosa, berada di sigarantung, desa Parmonangan adalah fenomena alam batu benafas atau dapat menghembuskan udara
  7. Goa Marlakkop, di desa Tanjung
  8. Pagar Batu dan Bottean, di Lontung
  9. Pantai Ambarita, tempat pemandian dan pemancingan
  10. Danau Aek Natonang, berlokasi di desa tanjungan merupakan danau di atas danau dan direncanakan sebagai areal Hutan Wisata seluas 105 Ha.
  11. Pulo Tao, restoran dan camping ground berada di Pantai Desa simanindo.
  12. Tuktuk Siadong, kawasan berbentuk tanjung peninsula yang strategis sehingga saat ini menjadi pusat kegiatan wisata (central tourism district), dipenuhi oleh usaha hotel dan restoran serta pelukis dan pengukir.
  13. Bukit Beta Kite Internasional, areal khusus di Tuktuk Siadong sebagai lokasi permainan layang-layang Internasional

Kecamatan Pangururan

  1. Pemandian Air Panas, berjarak 3 KM dari Kota pangururan
  2. Terusan Tano Ponggol, terusan yang memisahkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera yang dibuat oleh Kolonial Belanda dan sampai sekarang masih berfungsi.
  3. Persanggarahan, bangunan peninggalan colonial Belanda yang pada saat ini digunakan sebagai kantor dan kediaman Penjabat Bupati Samosir, berada di Kota Pangururan.
  4. Patung Liberty Malau, Sebuah Tugu peringatan perjuangan seorang pejuang angkatan 45 dari Pulau Samosir yang membantu kemerdekaan Republik Indonesia.
  5. Open Stage, bangunan panggung terbuka yang berada di tengah Kota Pangururan sebagai tempat atraksi seni dan budaya.
  6. Komunitas Tenun Ulos Batak, kelompok masyarakat yang mengerjakan tenun tradisional ulos batak di desa Lumban Suhi-suhi berjarak + 4 Km dari Kota Pangururan.

Kecamatan Sianjur Mula Mula

  1. Gunung Pusuk Buhit, asal mula suku Batak
  2. Aek Boras, sumber mata air Guru Tatea Bulan
  3. Aek Sipitu Dai, Sumber air yang dapat dialirkan menjadi tujuh saluran dan memiliki tujuh rasa serta dapat diyakini menyembuhkan berbagai penyakit.
  4. Batu Sawan, Batu tempat air rasa jeruk purut
  5. Pulo Tulas, Pulau kecil di tengah Danau Toba
  6. Batu Parhusipan, tempat pertemuan Si Boru Pareme
  7. Batu Nanggor, Bukit martil batu tempat Seribu Raja menempa senjata
  8. Batu Hobon, batu tempat penyimpanan barang pusaka.
  9. Sigulatti, Tempat di pegunungan Pusuk Buhit yang diyakini asal mula orang Batak.

Kecamatan Onan Runggu

  1. Lagundi Sitamiang, lokasi untuk perkemahan yang dilengkapi dengan pondok remaja
  2. Tambun Surlau, tempat pemandian alam dengan air yang segar dan udara yang sejuk
  3. Hariara Na Bolon, fenomena alam dimana bebrapa pohon beringin (hariara) menyatu membentuk pohon yang sangat besar
  4. Pantai Bebas Sukkean, pantai dengan pasir putih yang masih alami dan telah sering dikunjungi wisatawan mancanegara untuk mandi dan berjemur.

Kecamatan Harian Boho

  1. Menara Pandangan Tele, menara tempat memandang panorama Danau Toba dari ketinggian pegunungan Tele.
  2. Partukko Naginjang, di Desa Martahan Janji Martahan,tempat pendaratan peterbang layang
  3. Air Terjun Sampuran Efrata Sosor Dolok, dengan tinggi 26 M dan lebar 10 M berada 3 KM dari Harian Boho
  4. Mata Air Pohan Pokki, di Sihotang berjarak 2 KM dari Pelabuhan Sihotang

Kecamatan Nainggolan

  1. Batu Guru, Sebuah Batu yang mempunyai tiga pondasi yang diyakini menjadi slogan orang Batak yaitu “dalihan Natolu “
  2. Pantai maria Raja, Pantai bebas di Desa Maria Raja dengan pasir putih dan air danau yang jernih untuk pemandian dan rekreasi.

Kecamatan SiTio Tio

  1. Mata Air Datu Parngongo, + 4 Km dari Dermaga Tamba adalah mata air bertuah yang dibuat oleh seorang Datu Parngongo yang terdapat di lereng bukit yang sangat curam.
  2. Pantai bebas, Lokasi di desa Sabulan
  3. Pemandian Boru Saruding, berada di Ransasangbosi sekitar + 35 Km dari Pangururan.

Kecamatan Ronggurnihuta

  1. Danau Sidihoni, sebuah danau di tengah Pulau Samosir yang menjadi keunikan tersendiri dengan sebutan danau diatas danau.
  2. Aek Liang, sebuah fenomena alam mata air di dalam goa.
  3. Gua Sidam-dam
  4. Batu Sidam-dam, batu hitam yang masih suci dan sacral
  5. Simalinting, sebuah kubur besar

Kecamatan Palipi

  1. Batu Rantai, di Kota Mogang
  2. Piso Somalim, merupakan tempat bersejarah di Mogang
  3. Air Panas Simbolon, kawasan berbatu belerang dimana terdapat mata air panas yang masih alami.

Kembali ke Medan:

Jam setengan 1 kami sudah kembali ke pelabuhan Tomok, kali ini kapal berjalan lebih cepat. Target kami, jam 6 sudah harus sampai di bandara Polonia. Target yang cukup berat mengingat kami harus makan siang, mampir ke durian house dan bolu meranti mengambil oleh-oleh yang sudah dipesan sebelumnya. Tiba di bandara jam 6 kurang dikiiit, sesuai scenario… Mami, dyan dan novi langsung lari menuju counter check ini dengan membawa bawaan yang akan masuk bagasi sementara saya dan mbe elfi membantu membawa tas yang akan masuk kabin. Alhamdulillah, mission accomplished!

Merdeka Walk dan Becak Motor: 

Tempat nongkrong anak gaul Medan, Merdeka Walk

Saya dan mb elfi berkesempatan menikmati malam di kota Medan, tujuan kami tentu saja Merdeka Walk yang sangat terkenal itu. Setelah meninggalkan tas di Hotel Madani, kami mencoba jalan-jalan sendiri dengan menggunakan becak motor. Mulut komat kamit baca mantra ketika becak motor melaju kencang di jalanan kota Medan yang cukup lengang. Jam 9 malam Merdeka Walk sudah ramai dikunjungi anak gaol Medan, kebetulan sekali saat itu TV Big Screen sedang menayangkan liga Inggris. Chinese food menjadi menu pilihan kami, dan mba elfi tentu saja pesan pancake durian. Saya sebagai orang yang tidak suka durian cukup menjadi tukang foto saja. Setelah puas merasakan menjadi anak gaol Medan, jam 11 malam kami memutuskan kembali ke hotel dengan becak motor (LAGI!). Kali ini dengan sebuah pesan “Bang, pelan-pelan saja ya” dan si Abang-pun dengan sangat pengertian membawa becak motornya dengan pelan-pelan sehingga kami bisa lirak-lirik bangunan-bangunan tua. Tiba di hotel kami menikmati tidur yang nyenyak dan keesokan harinya sarapan dengan bersemangat karena semua makanan yang disajikan Hotel Madani sangat enak.

Hari ketiga di Tongging, Brastagi, Bukit Gundaling 

Seperti kebiasaan buruk saya yang selalu tidur setelah sholat Subuh, tidak lama setelah mobil meninggalkan kota Medan melaju ke Kabanjahe saya langsung tertidur. Baru terbangun setelah memasuki Brastagi melihat lahan pertanian hijau menghampar di kanan kiri jalan.

 Air Terjun Sipiso-piso : 

Pelangi di Air Terjun Sipiso-piso

Air Terjun Sipiso-piso merupakan yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 120 meter. Sumber air terjun Sipiso-piso berasal dari sungai bawah tanah di plato Karo yang mengalir melalui sebuah gua di sisi kawah Danau Toba yang berada di ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut. Sipiso-piso berasal dari piso yang artinya pisau sebagai perumpamaan tajamnya air yang jatuh dari tempat yang sangat tinggi. Air tejun ini terletak di sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara, sekitar 45 menit dari Kota Medan.

Dari puncak bukit di dekat parkiran, kita bisa menyaksikan Air Terjun Sipiso-sekaligus keindahan lansekap Danau Toba. Namun dari tempat ini agak kurang bagus untuk mengabadikan air terjun karena terhalang ranting pohon. Mb Elfi yang sudah pernah kesini tidak mau saja ajak turun ke gardu pandang. Akhirnya saya turun sendiri melalui ratusan anak tangga kecil yang telah disediakan untuk turun ke gardu pandang.

Anak Tangga Menuju Air Terjun Sipiso-piso

 

Tangganya terjal dan cukup jauh sehingga pastikan anda memiliki stamina yang kuat serta membawa bekal air minum. Kondisi gardu pandang kusam dan kotor, tapi dari tempat ini kita dapat pemandangan yang lebih bagus. Jika ingin merasakan percikan airnya yang setajam piso masih harus menuruni anak tangga melalui punggung buki yang masih sangat jauh. Tanpa teman sepertinya saya cukup puas menyaksikan sipiso-piso dari gardu pandang pertama. Jangan khawatir akan kehausan karena di dekat gardu pandang ada warung sederhana yang menjual minuman dan makanan ringan. Menuruni ratusan anak tangga bukanlah masalah besar, namun untuk naik kembali ke parkiran saya harus berhenti beberapa kali mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga ratusan tangga setelah selesai bermain-main air di bawah tentu cukup melelahkan. 10 menit waktu yang saya butuhkan untuk kembali ke parkiran. Belum terlalu jompo kan?

Desa Tongging:

Wisata Desa Tongging

Dari Air terjun sipiso-piso kami melanjutkan perjalanan ke desa Tongging yang berada di tepi Danau Toba, di bagian utara. Jalannya mulus, berkelak-kelok dengan pemandangan pohon pinus yang menghiasi perbukitan berkarpet hijau. Tujuan kami sebenarnya ingin mencari daerah pertanian yang menurut mb elfi pernah ada di tayangan FTV. Kami berhenti tidak jauh dari jembatan dan menikmati kesunyian daerah ini. Tidak ada banana boat, tidak ada yang bermain kano, tidak ada wahana wisata…. Sepi. Kami kembali menyusuri tepian danau hingga pak Sopir mengatakan sudah tidak ada yang bisa dinikmati lagi. Akhirnya kami kembali tanpa menemukan lokasi perkebunan yang di maksud mb elfi. Yang unik dari desa Tongging ini adalah bentuk-bentuk makam yang bisa ditemui di perbukitan bahkan di perkebunan dekat rumah penduduk.

Jeruk Brastagi masih hijau

Brastagi:

Awan hitam sudah menggantung di langit Brastagi, sepertinya kami datang bukan di saat yang tepat. Selain hujan, kami juga tidak mencicipi manisnya jeruk brastagi. Beberapa perkebunan jeruk yang kami lewati tidak terlihat benda kuning menggantung dipepohonan, semuanya masih hijau. Akhirnya kami langsung melaju ke kota Brastagi dan makan siang di sebuah rumah makan sembari menunggu hujan reda.

Bukit Gundaling:

Hujan sudah sedikit reda ketika kami menuju Bukit Gundaling. Bukit Gundaling memiliki ketinggian 1.575 meter dari permukaan lauut, dari tempat ini kita bisa melihat keindahan panorama Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Gunung Sibayak atau warga Batak Karo menyebutnya Gunung Raja terletak didataran tinggi Karo dengan ketinggian 2.094 m dpl. Menurut informasi dari sini Gunung Sibayak mudah di daki bahkan oleh pemula sekalipun. Selain pemandangan di puncak yaitu kawah dan pemandangan kota medan, di kaki gunung ini juga terdapat pemandian air panas yang biasa dikunjungi oleh para turis lokal yaitu pemandian air panas Lau Sidebuk-debuk.

Gunung Sibayak dan Sinabung dapat dilihat dari Bukit Gundaling

Di sisi bukit yang lain kami melihat Gunung Sinabung yang merupakan gunung berapi aktif di dataran tinggi Karo dengan ketinggian gunung 2.460 m, puncak gunung tertinggi di Sumatera Utara. Gunung Sinabung baru meletus bulan agustus 2010 setelah cukup lama tertidur. Mengapa dan bagaimana letusan Sinabung dapat membaca dongengan pak dhe

Dari bukit Sinabung kami mengakhiri perjalanan singkat di tanah Sumatera Utara. Masih banyak sekali tempat yang belum kami kunjungi

Obyek wisata lain di Sumatera Utara (source: wisata melayu )

Taman Nasional Gunung Leuser: berada di perbatasan Nanggroe Aceh Darussalam dengan Sumatera Utara. Dari Sumatera Utara menuju Kutacane, Aceh Tenggara (yang berjarak lebih kurang 240 km) dengan waktu tempuh kurang lebih delapan jam dengan  berkendaraan mobil. Lalu dari Kutacane untuk menuju lokasi wisata Gurah atau Ketambe membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan berkendaraan mobil dengan jarak perjalanan sejauh lebih kurang 35 km. Apabila pengunjung ingin menuju lokasi wisata Bohorok atau Bukit Lawang, lebih mudah ditempuh melalui Medan yang berjarak lebih kurang 60 km dengan  berkendaraan mobil sekitar 1 jam. Demikian juga apabila pengunjung ingin menuju  lokasi wisata Sei Betung lebih mudah ditempuh dari Medan  dengan berkendaraan mobil sekitar 2 jam dengan jarak tempuh lebih kurang 150  km. Jika pengunjung ingin menuju kawasan TNGL di Tapaktuan, Ibu Kota Aceh  Selatan dapat juga ditempuh dari Medan  sekitar 10 jam perjalanan dengan berkendaraan mobil dengan jarak lebih kurang  260 km.

Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit , Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara: merupakan kawasan hutan hujan tropis di mana dari sejarah pembentukannya sebagai kawasan ekosistem buatan hasil dari penanaman pohon pada awal abad ke-20 (tahun 1914) sejak Kebun Raya Sibolangit dirintis. Kelompok Hutan Sibolangit terletak diantara jalan raya Medan Brastagi, sekitar 40 km dari kota Medan dengan waktu tempuh lebih kurang 1 jam. Sebagai jalur wisata, kondisi jalan sangat mulus sehingga dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan bermotor roda 2 dan 4. Selain dari kendaraan pribadi, hutan Sibolangit ini juga dapat ditempuh melalui pengangkutan umum, baik jurusan (trayek) Medan-Brastagi maupun Medan-Sidikalang.

Arung Jeram Sungai Asahan: Untuk menuju Sungai Asahan, perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum (bus), mobil pribadi, atau mobil sewaan melalui dua jalur alternatif. Pertama, rute Kisaran. Jika menggunakan angkutan umum, perjalanan dimulai dari Bandar Udara Polonia Medan menuju Kisaran, lalu menuju Bandar Pulau. Dari Bandar Pulau perjalanan dilanjutkan ke Desa Tangga atau Parhitean dengan menggunakan angkutan pedesaan. Jarak yang harus ditempuh melalui rute Kisaran ini sekitar 90 km dengan kondisi jalan yang berlubang dan waktu tempuh sekitar 3,5 jam. Kedua, rute Kota Medan—Porsea. Perjalanan dimulai dari Bandar Udara Polonia Medan di Kota Medan menuju Porsea, Kabupaten Toba Samosir melewati jalan Lintas Tengah Sumatra yang berjarak sekitar 200 km dengan waktu tempuh sekitar 4 sampai 5 jam. Dari Porsea, perjalanan dilanjutkan ke Desa Tangga atau Parhitean sejauh 35 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Jika melewati jalur ini, para wisatawan dapat menyaksikan hamparan indah pesona alam Danau Toba.

Sungai Asahan yang biasa diarungi untuk kegiatan olahraga arung jeram berada pada area sepanjang 22 km, mulai dari Desa Tangga atau tepat di depan pintu Bendungan Sigura-gura hingga Bandar Pulau, yang menjadi muara sungai. Tingkat kesulitan yang disuguhkan sepanjang sungai pun cukup bervariasi, mulai dari ringan hingga paling berbahaya dan menakutkan yang dikelompokkan menjadi 4 bagian. Untuk tingkat kesulitan yang ringan berada pada daerah dua atau setelah hulu sungai dan daerah empat atau hilir sungai. Sementara untuk tingkat kesulitan yang berbahaya dan ekstrim justru berada pada daerah hulu atau bagian pertama dan pada daerah tiga atau sebelum daerah hilir sungai.

Sebagai lokasi olahraga arung jeram, Sungai Asahan oleh pecinta olahraga arung jeram internasional dikategorikan sebagai sungai terbaik ke 3 di dunia setelah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat. Hal tersebut tidak lepas dari tingkat kesulitan sungai ini yang berada pada grade (kesulitan) antara 4—5+. Dengan tingkat kesulitan seperti ini, biasanya hanya sedikit orang yang mampu mengarungi sungai tersebut. Para atlit yang akan terjun mengarungi sungai harus betul-betul profesional, lincah dalam mengendalikan perahu, serta memiliki pengalaman lebih. Selain tingkat kesulitan yang ekstrim dan berbahaya, sungai ini terkenal dengan keindahan alamnya yang alami.

Taman Wisata Iman Dairi:

Untuk menuju kawasan Taman Wisatan Iman Dairi perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum (bus), mobil pribadi, atau mobil sewaan. Jika menggunakan angkutan umum (bus), perjalanan dimulai dari Bandar Udara Polonia Medan menuju Kota Sidikalang (Ibu Kota Kabupaten Dairi) yang berjarak 152 km dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. Dari Kota Sidikalang, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 10 km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Eksotik, menawan, dan penuh nuansa religius itulah kata yang pantas untuk mengungkapkan panorama yang terdapat di Taman Wisata Iman Dairi. Rancangan tata ruang dalam pembangunan Taman Wisata Iman Dairi, diatur secara sempurna. Bukit yang semula tertutup hutan, diimbangi dengan bangunan-bangunan ibadah dan beberapa miniatur sebagai daya tarik lebih. Masing-masing miniatur tersebut, menggambarkan beberapa kejadian dan tempat yang dianggap suci oleh beberapa agama.

Taman Wisata Iman Dairi ini, tidak hanya dipenuhi bangunan-bangunan peribadatan bagi umat beragama. Taman wisata iman ini juga dihiasi dengan beberapa keindahan panorama alam dan barisan hutan pinus yang begitu rindang. Sungai yang mengalir dari perbukitan, menambah daya tarik dari taman ini. Komposisi bangunan-bangunan peribadatan berpadu dengan keindahan alam yang memukau, menjadikan Taman Wisata Iman Dairi sebagai salah satu lokasi wisata favorit di Kabupaten Dairi. Taman ini dilengkapi dengan tempat penginapan berupa asrama, mes, dan pemondokan.

Tangkahan:

Tangkahan adalah sebuah kawasan di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Diapit oleh Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang, Tangkahan menawarkan pemandangan yang spektakuler dan udara segar yang menyejukkan. Untuk sampai di lokasi ini, dari Terminal Pinang Baris di kota Medan, Anda menggunakan bis Pembangunan Semesta langsung menuju Tangkahan, melewati Stabat. Perjalanan ke Tangkahan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3-4 jam dari kota Medan. Untuk menuju kawasan ekowisata, kita harus menyeberangi sungai.

Wisata Tangkahan (source: kokoh)

Aktivitas yang bisa dilakukan di Tangkahan adalah:  berenang, trekking di hutan tropis, keliling hutan dengan naik gajah, bersemedi di goa kelelawar, berendam di aliran air panas, menikmati air terjun kecil, dan river tubing. Apakah kegiatan ini aman? Silahkan baca kisah perjalanan teman saya yang sudah merasakan mahalnya biaya naik gajah, kecebur saat tubing dan kisah-kisah heboh di penginapan.

Penginapan Mea Inn Tangkahan:

  • Harga penginapan: Rp. 100.000,- kamar mandi didalam, kasur single ukuran besar dan 1 lampu teplok untuk penerangan pada malam hari karena lampu hanya menyala 6 jam.
  • HP: +62 8137 0211 009, +62 853 7112 2213
  • email : megadepari@yahoo.com / megainn.tangkahan@gmail.com FB : mega depari
  • Website: http://www.megainn.com/p/room-and-rates.html

Tarif masuk: http://gunungleuser.or.id/perijinan/tarif-masuk/

  • Pengunjung Wisatawan Mancanegara Rp. 20.000/orang
  • Pengunjung Wisatawan Nusantara  Orang   2.500/orang
  • Roda 2 (dua) Rp. 3.000
  • Roda 4 (empat) Rp. 6.000
  • Kapal motor s/d 40 PK Rp. 50.000
  • Kapal motor 41-80 PK Rp. 75.000
  • Kapal motor di atas 80 PK Rp. 100.000
  • Kuda/sepeda (Mountain Bike) Rp. 2.000

Informasi lebih lengkap silahkan hubungi Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser  :

  • info@gunungleuser.or.id (Information)
  • administrator@gunungleuser.or.id (Web Admin)
  • jejakleuser@yahoo.co.id (Harap mengirimkan cc email Anda ke alamat ini)
  • Melalui Telepon: +62 (61) 7872919
  • Melalui Faximile: +62 (61) 7864510
  • Alamat Surat Menyurat: Jl. Selamat No. 137 Kelurahan Siti Rejo III Medan Amplas, Medan, 20219, Sumatera Utara, Indonesia

Wisata Religi & Budaya:

  • Istana Maimoon
  • Istana Sultan Serdang `Darul Arif` Kraton Kota Galuh
  • Kuil Shri Mariamman
  • Masjid Raya Al Mashun
  • Masjid Al-Osmani
  • Masjid Azizi Langkat
  • Masjid Sulaimaniyah Perbaungan
  • Masjid Raya Sultan Basyaruddin
  • Masjid Sultan Sinar
  • Masjid Sulaimaniyah Pantai Cermin
  • Masjid Lama Gang Bengkok
  • Masjid Raya Stabat
  • Makam T. Amir Hamzah
  • Makam Sultan-sultan Serdang di Komplek Masjid Sulaimaniyah
  • Makam Diraja Serdang
  • Meriam Puntung
  • Monumen T. Amir Hamzah
  • Pusat Jajanan Medan Walk
  • Kain Ulos Khas Danau Toba
  • Hombo Batu/tradisi lompat batu
  • Arsitektur khas Belanda: Gedung Balai Kota lama, Kantor Pos Medan, Menara Air (yang merupakan ikon kota Medan), Titi Gantung – sebuah jembatan di atas rel kereta api, dan juga Gedung London Sumatera.
  • Rumah Tjong A Fie di kawasan Jl. Jend. Ahmad Yani (Kesawan).
  • Kota Tua Kesawan: PT. London Sumatra, dan ruko-ruko tua, Kantor Notaris/PPAT Hj. Chairani Bustami, S.H.

Wisata Kuliner:

  • Merdeka Walk, pusat jajanan 24 jam yang terletak di Lapangan Merdeka Medan dan tepat berada di seberang Balai Kota Medan. Nelayan Tenda, salah satu tempat makan yang ada di Merdeka Walk, anda bisa menikmati pancake durian yang sangat populer di Medan. Cake ini terbuat dari buah durian tanpa biji dan dibalut dengan dadar yang tipis
  • Ramadhan Fair, khusus dibuka pada saat bulan puasa (Ramadhan) terletak bersebelahan dengan Mesjid Raya Medan.
  • Jalan Semarang, masakan Tionghoa pada malam hari.
  • Jalan Pagaruyung, masakan India & Indonesia di daerah “Kampung Keling” (“Kampung Madras”).
  • Jalan Dr. Mansyur (Kampus USU), pilihan berbagai kafe yang menawarkan beragam hidangan.
  • Kedai Durian:  Kedai Durian Ucok di Jln. Iskandar Muda No. 75 atau di Kedai Durian Pelawi, Jln. Sunggal, Simpang Jalan Kutilang, Medan
  • Kedai Sate Padang Al-Fresco berlokasi di Jln. Perniagaan (Pajak Ikan) dan buka mulai pukul 19.00 WIB-22.00 WIB.
  • Mie Aceh: Mie Aceh Titi Bobrok yang berlokasi di Jln. Setiabudi No. 17C dan kedua, Mie Aceh Baru di Jln. Setiabudi No. 48.  Kedua kedai ini buka setiap pukul 11.00 WIB-21.00 WIB.
  • Rumah Makan Sipirok yang berlokasi di Jln. Sunggal No. 14, Medan. Buka pukul 10.00 WIB-15.00 WIB.  Menu andalan: sop iga sapi dengan kuah bening dan rasanya yang gurih, gulai ikan asap dan sup sumsum kaki sapi.
  • RM. Sinar Pagi di Jln. Sei Deli, buka pukul 07.00 WIB-15.00 WIB. Menu andalan: Soto Medan.
  • RM Tip Top di Jalan Kesawan
  • Durian House Jalan Skip No. 67
  • Bolu Meranti, Bika Ambon dan oleh-oleh khas dari Medan berkumpul di Jalan Kriung dan Jl. Mojopahit

Kunjungi website Kuliner Medan untuk informasi lebih lengkap.

Budget Wisata Medan, Toba, Brastagi:

  • Tiket Pesawat Aceh – Medan Rp. 444,000/orang
  • Tiket Pesawat Medan – Jakarta Rp. 644,000/orang

Hari Pertama:

  • Makan siang di RM Tip Top 212. 500
  • Recehan parkir Rp. 25.000
  • House of Tjong A Fie Rp. 175.000
  • Bensin Rp. 80.000
  • Penginapan supir Rp. 100.000
  • Makan malam di warung pinggir jalan Rp. 100.000

Menginap di Hotel Patra Parapat dan Hotel Madani Medan

Hari Kedua:

  • Penginapan Hotel Parapat Rp. 700.000
  • Tambahan Breakfast Rp. 30.000
  • Tiket masuk toba Rp. 20.000
  • Tiket kapal samosir Rp. 100.000 (PP)
  • Ojek Rp. 200.000
  • Guide di Ambarita Rp. 50.000
  • Parkir danau toba Rp. 10.000
  • Makan siang di parapat Rp. 90.000
  • Sewa mobil 2 hari Rp. 700.000
  • Tip Sopir Rp. 50.000
  • Bensin Rp. 100.000

Hari ke-3 dibagi ber-2

  • Hotel Madani Rp. 380.000
  • Sewa Mobil Rp. 350.000
  • Tip Sopir Rp. 50.000
  • Bensin dan parkir: Rp. 110.000
  • Becak motor: Rp. 30.000 (2 x naik)
  • Tiket air terjun sipiso-piso: Rp. 1.500/orang
  • Tiket bukit gundaling Rp 3.000/orang
  • Makan siang di Brastagi Rp. 45.000
  • Makan malam di bandara bayar sendiri-sendiri

Foto-foto bisa dinikmati di album berikut:

Medan – Toba – Brastagi

 

This entry was posted in Sumatera Utara, Traveling. Bookmark the permalink.

7 Responses to Panduan Wisata Medan, Toba & Brastagi

  1. @sovialida says:

    @tikanabb Artikel yang ini lebih komplit lagi nih http://t.co/JiBE44R0P3

  2. nopan says:

    lengkap sekali. jadi gak sabar ke medan

  3. roe says:

    ALAMAAAK…MANTAP KALI TRAVELNYA…BROW !

  4. Cerita perjalanan emang seru ya, walaupun saya orang Medan, tapi hal seperti ini tidak pernah saya lakukan, hanya ditempat lain. Emang ada keseruan tersendiri dalam setiap cerita dan perjalanan. Jadi tamat saya baca kisahnya,mantab

  5. Gila, saya yang org aja belum tentu bisa nulis selengkap m’baknya.. Hebat..Salut.. Sangat membantu siapapun yg mau berkunjung ke Medan/Sumatera Utara. Makasi banyak juga infonya tentang Banda Aceh dan Sabang.Sangat..sangat..membantu..

    • Ndah says:

      heheeee bener…. emang saya gila, gila info detail :D
      senang sekali kalo info di blog saya bisa membantu temen-temen yg mo jalan2
      kalo ada info yg salah atau tidak update jangan sungkan2 untuk mengoreksinya.
      Horas Bah! :D

  6. setiadi says:

    salam kenal, terima kasih sudah menyajikan dan menuliskan hal-hal yang menarik. sangat inspiratif.

Leave a Reply