Merencanakan Perjalanan Wisata Part #2

Saya termasuk orang yang menyukai pekerjaan di depan laptop, kurang memiliki communication skill yang baik, tidak bisa mengelola keuangan dan nunun tingkat dewa. Ketika bersama teman-teman merencanakan perjalanan saya dengan sangat percaya diri mencalonkan diri sebagai penyusun itinerary, menyerahkan bagian booking tiket kepada teman yang memiliki kartu kredit, menunjuk teman yang pinter ngomong untuk booking penginapan dan menawar sewa kendaraan dan meminta nomor rekening teman yang menjabat bendahara. Kami membagi tugas berdasarkan kemampuan masing-masing. Kadang dalam 1 rombongan tidak semua peserta ikut aktif terlibat merencanakan perjalanan, tapi kami selalu mengkomunikasikannya bersama.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum jalan-jalan?

Kapan Mau Kemana

Tentukan kapan dan kemana.

Di sini fungsi kalender dan jadwal cuti bersama menjadi sangat penting terutama untuk traveler yang sudah kerja dan miskin cuti, karena tanggal merah yang berderet manis dengan weekend akan berjasa besar dalam penghematan jatah cuti. Perhatikan juga pengaruh musim dalam menentukan tujuan wisata, jangan sampai perjalanan kita terganggu atau bahkan menjadi bencana karena hujan yang sangat deras atau ombak laut yang tinggi.

Jika anda termasuk pemburu tiket murah untuk perjalanan 6 bulan atau bahkan setahun ke depan langsung saja booking tiket promo, disana mau kemana dan nginep dimana pikirkan saja belakangan karena masih banyak waktu untuk merencanakan perjalanan.


Jangan Malas mengumpulkan Info Wisata


Kumpulkan Informasi sebanyak mungkin
.

Saat ini tersedia banyak info tentang berwisata, baik melalui buku, internet atau bahkan obrolan teman. Berbeda dengan buku yang harus modal sejumlah rupiah (dan kadang judul BOMBASTIS tidak seusai dengan isi buku dan harapan pembaca), info murah meriah dan super komplit bisa dengan mudah diperoleh dengan hanya melakukan browsing. Bergabunglah dengan group jalan-jalan baik di milis yahoo, facebook, forum kaskus, forum kompas, forum backpacker dan masih banyak forum jalan-jalan lainnya, informasi perjalanan bertebaran disana. Dari forum tersebut tidak jarang kita menemukan teman perjalanan baru.

Search engine menjadi senjata paling ampuh memperoleh informasi, saya sering memanfaatkan search engine dengan mengetikkan kalimat yang bisa langsung terarah dan menghindari kata “murah” (lebih sering dapat link yang tidak relevant) misalnya: Tiket penyeberangan ketapang – gilimanuk Rp | Penginapan karimun jawa 2011 Rp | penyeberangan merak bakaheuni membutuhkan jam | peta wisata dieng. Informasi tempat wisata yang wajib dikumpulkan adalah: transportasi menuju dan di tempat wisata, penginapan, daftar tempat wisata, peta tujuan wisata dan harga tiket masuk. Informasi harga makanan, lokasi ATM, nomor telfon darurat di tempat wisata dan budaya daerah setempat juga tidak ada salahnya dikumpulkan  agar lebih lengkap bekal informasi yang anda bawa.

Susun Itinerary atau rencana perjalanan.

Susunlah itinerary dengan mempertimbangkan waktu, rute perjalanan dan jadwal acara. Itinerary akan sangat membantu kita saat berada di tempat tujuan. Tentukan rute perjalanan dan pilih sarana transportasi yang paling memudahkan. Bagi traveler yang tidak dibatasi cuti waktu tidak akan menjadi masalah, tapi waktu menjadi pertimbangan utama ketika memiliki waktu terbatas untuk jalan-jalan. Jangan sampai karena ingin disebut backpacker sejati anda lebih memilih naik kereta ekonomi dari Jakarta ke Surabaya sedangkan anda bisa memperoleh tiket pesawat yang memang jauh lebih mahal tetapi menghebat banyak waktu.

Contoh Itinerary Karimunjawa (excel)

Saya selalu menyusun itinerary di file excel dengan membagi worksheet dalam beberapa kolom: Hari, Tanggal | Jam | Lokasi | Catatan | Budget.

Penentuan waktu secara detail hingga ke satuan jam ditujukan agar kita bisa memaksimalkan waktu jalan-jalan. Pastikan di tanggal tersebut sarana transportasi tersedia atau ada event istimewa apa di tempat tujuan. Sepertinya masalah sepele, tapi saya pernah bertemu rombongan dari detik dot com yang terpaksa naik kapal nelayan dari Jepara ke Karimunjawa karena mereka tidak tahu bahwa pada saat itu kapal sedang docking (tidak berlayar karena perbaikan). Saya dan teman-teman yang telah konformasi dulu ke pihak ASDP Jepara dan Semarang tidak perlu mengalami kejadian tersebut karena membeli tiket kapal dari Semarang.

Memperkirakan lama waktu perjalanan dan berapa lama kita menikmati 1 lokasi wisata juga sangat penting. Contoh kasus adalah ketika saya melakukan perjalanan menggunakan travel agent, ternyata mereka salah memperkirakan lama perjalanan dari Bromo ke Malang sehingga makan malam menjadi sangat terlambat sekitar jam 11 malam. Begitu juga pemilihan bis besar ke Sempu yang ternyata tidak cocok dengan kondisi jalan yang sempit dan berkelok-kelok. Tidak mengenal kondisi lokasi yang di tuju juga menjadi hambatan besar, yang awalnya di anggap trekking ringan dan hanya membutuhkan waktu 1 jam ternyata menjadi 2 kali lipatnya. Molor molor dan molor, itulah yang akan terjadi jika kita tidak mengetahui lokasi wisata, hal ini bisa berimbas pada berkurangnya waktu untuk menikmati lokasi wisata atau bahkan dibatalkannya 1-2 lokasi wisata.

Jika anda tidak menemukan informasi berapa waktu tempuh dari 1 lokasi ke lokasi lainnya, anda bisa memanfaatkan jasa google map. Estimasi waktu yang diberikan mungkin tidak selalu tepat, tetapi anda bisa mempunyai gambaran yang lebih jelas letak kota/desa yang akan anda tuju. Ketika menyusun rute perjalanan Lombok kami memiliki 3 rute alternative, dari ke-3 rute tersebut kami coba masukkan ke google map hingga akhirnya tersusun rute yang menurut kami paling efisien dari sisi waktu.

 

Kolom catatan saya isi dengan info seperti apa yang bisa dinikmati di tempat tersebut, aktivitas yang bisa dilakukan, kondisi lokasi wisata yang perlu di antisipasi dan contact person. Tentukan kegiatan di lokasi wisata, apakah jalan-jalan cantik dari 1 mall ke mall, basah-basahan atau butuh tenaga kuat untuk  snorkling, diving, trekking atau hiking. Bagi penggila snorkeling yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam di laut jangan lupa untuk mengenakan celana dan kaos panjang, pengalaman teman saya yang hanya mengenakan celana pendek dan dengan bangganya memamerkan perut buncitnya terpaksa harus menderita karena kulitnya terbakar parah. Jika menggunakan pakaian mini sebaiknya oleskan sunblock setiap kali naik perahu.

Perhatikan larangan, keterbatasan fasilitas dan informasi pendukung lain di lokasi tujuan wisata. Sebagai tamu kita harus menghormati adat istiadat setempat, jangan sampai melanggar norma yang berlaku di tempat tersebut. Kumpulkan informasi lokasi wisata seperti fasilitas penginapan, ketersediaan air bersih (air tawar), money changer/ATM, apakah lokasi wisata memiliki sejarah endemic penyakit misalnya malaria atau cikungunya? Hal-hal yang sepertinya sepele tapi akan sangat membantu jika anda mengetahuinya.

Budget harus diperhitungkan dengan matang agar biaya perjalanan wisata anda tidak mengganggu kelangsungan hidup anda 😀 Bagi traveler dengan biaya tak terbatas tentunya budget perjalanan tidak akan menjadi masalah, namun bagi saya dan anda yang dibatasi dengan jumlah nol di rekening tentu harus lebih bijak dalam membuat anggaran biaya. Untuk mempermudah penyusunan budget pastikan terlebih dahulu waktu dan rute telah tersusun dengan baik dalam itinerary perjalanan anda. Dari itinerary tersebut anda dapat menghitung biaya transportasi menuju lokasi (PP) dan biaya transportasi lokal (di lokasi wisata), penginapan, tiket masuk lokasi wisata, makan, tips guide/sopir, harga tambahan untuk sewa peralatan snorkeling/diving termasuk pembelian obat-obatan. Pilih penginapan dengan pertimbangan harga, kedekatan dengan lokasi wisata dan kenyamanan. Namun jika anda termasuk orang yang dapat tidur dengan nyaman dimana saja dan kondisi apapun, anda bisa menghemat uang sewa penginapan dengan menumpang tidur di bandara, terminal atau masjid 😀

Perhatikan waktu perjalanan dari informasi harga yang anda peroleh, harga makanan dan tiket masuk mungkin tidak terlalu bermasalah tetapi sangat penting untuk memastikan harga dan ketersediaan penginapan dan sewa kendaraan (mobil, motor atau perahu). Saya sendiri dalam menyusun kadang tidak terlalu detail, seringkali saya tidak tahu berapa harga tiket masuk tempat wisata, tips guide, harga makanan atau tarif angkutan dan penginapan. Budget di susun berdasar kesepakatan saya dan teman-teman berapa kisaran tarif penginapan yang akan di pakai, tiket wisata terkadang hanya di hitung perkiraan tiket masuk dikalikan jumlah tempat wisata yang akan didatangi. Harga makanan kadang agak susah diprediksi, solusinya jika makan hari itu melebihi budget maka hari berikutnya kita akan mencari tempat makan yang lebih murah. Yang penting tidak melenceng jauh dari budget.

Membosankan memang, kadang karena malas kita hanya memanfaatkan info di website.  Yang harus diperhatikan adalah tanggal artikel tersebut di buat, untuk memastikan harga terbaru telfon-lah contact person.

Nah, setelah semua terencana yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah:

Ingatlah tanggal keberangkatan, kalo perlu bikin alarm harian seminggu sebelum keberangkatan. Beberapa temen nunun saya membuang tiket yang telah di beli jauh-jauh hari karena factor daya ingat yang rendah. Jangan sampai itu terjadi pada anda, jangan menambah anggota traveler nunun yang saya ketuai 🙁

Print itinerary dan peta, simpan juga dalam smartphone anda. Hal ini untuk berjaga-jaga jika di daerah tersebut tidak ada signal.

cuma bisa ndengerin cerita yang pada snorkling

Jaga kesehatan. Hal yang saya sesali dari trip karimunjawa adalah saya tidak bisa ikut snorkeling karena berangkat dengan kondisi badan yang tidak fit. Walaupun ngiler sengilernya untuk ikut bermain-main dengan ikan tapi anda harus tahu bahwa aktivitas snorkeling adalah aktivitas yang menguras tenaga, pernafasan dengan mulut membuat tenggorokan kering dan jika arus laut cukup kuat tentu akan menguras tenaga anda ketika berkejaran dengan ikan/penyu. Yang tahu kondisi kesehatan anda adalah diri anda sendiri, ukurlah kemampuan anda dengan bijak. Meninggalnya traveler yang sedang snorkeling di trip komodo, snorkeling di kelp. Seribu adalah contoh nyata bahwa kesehatan menjadi factor yang sangat penting. Bawalah obat-obatan pribadi jika anda mengidap suatu penyakit, beritahu teman perjalanan jika ada hal penting terkait kesehatan anda. Jika bepergian ke daerah yang endemic suatu penyakit bawa obat pencegahnya.

Periksa dokumen perjalanan terutama yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Buat catatan, jika anda termasuk jamaah nununiyah seperti saya buatlah daftar apa saja yang akan di bawa, cek saat keberangkatan dan kepulangan.

Packing Versi Rempong

Packing dengan ringkas. Baiklah… jika hal yang satu ini saya mengakui bahwa saya tidak ahli packing. Kenapa? Karena saya selalu membawa baju lebih banyak, saya juga tidak suka menggunakan bergo (jilbab langsung pakai) dan lebih memilih membawa banyak jilbab kain yang cepat lusuh, alat mandi dan obat cantik yang tidak sedikit, kamera prosumer yang besar dan berat dan…mmm… saya seringkali mengajak Barry, Jojo, bahkan Zico sebagai temen perjalanan. Mereka boneka yang setia menjadi pengganjal kepala di mobil dan pengganti guling di penginapan. Tapi saya punya tips agar baju tidak mudah kusut, setrika baju dengan sangat rapih, diantara lipatan baju disisipi kertas, susun sesuai pasangannya dengan posisi saling silang (agar tidak menyisakan rongga) dan susun sesuai hari (paling atas adalah baju yang akan di pakai). Setelah tersusun saya bungkus tumpukan pakain tersebut dengan kain pantai/handuk barulah dimasukkan dalam ransel/koper, hal ini agar ketika kita berjalan tumpukan pakaian tersebut tidak ikut bergerak-gerak. Untuk pakain yang tidak mudah kusut (syal, kaus kaki, pakaian dalam) saya gulung dan menyelipkannya di tempat yang berongga. Pakaian buat co’ mungkin bukan masalah besar, tapi bagi ce’ apalagi yang menggunakan jilbab pemilihan bahan dan jumlah pakaian yang dibawa menjadi pertimbangan penting. Usahakan membawa pakaian dengan warna yang senada sehingga ketika ada yang basah atau sialnya sobek bisa ganti dengan yang senada. Warna pakaian di suatu lokasi juga patut dipertimbangkan, warna hijau untuk jalan-jalan di hutan tentunya menghasilkan foto yang kurang bagus. Warna-warna cerah pilihan paling aman untuk di pakai di segala tempat.

Bagaimana agar perjalanan wisata menjadi berkesan dan menyenangkan?

Games bikin wisata makin seru!

Rencana yang sudah terlihat sempurna tidak jarang dalam implementasinya berantakan karena hal-hal yang di luar perkiraan. Seorang bule cuma bisa kesal ke pemilik penginapan ketika ternyata sang pemilik melingkari tanggal yang salah dan sialnya tidak ada satupun kamar di penginapan tersebut yang kosong. Sopir yang sok tahu, cerewet dan ternyata tidak tahu arah tidak kalah menyebalkannya. Ucapan sinis, merendahkan dan tidak sopan dari penduduk lokal seringkali merusak mood. Gadget (HP, kamera, video) tidak berfungsi, ketinggalan bahkan hilang. Cuaca yang tidak bersahabat mengharuskan anda meringkuk di penginapan. Tidak ada yang bisa saya dan teman-teman lakukan kecuali membuatnya menjadi bahan becandaan.

Pose Nista

Ada banyak cara membuat perjalanan menyenangkan, misalnya dengan melakukan aktivitas sesuai lokasi wisata. Biking, snorkeling, diving, hiking, trekking, rafting, shopping dan aktivitas lain tentu akan lebih berkesan daripada anda hanya datang, duduk, berteduh atau bahkan tidur. Akan lebih menyenangkan jika ada sesi foto-foto NISTA! Pose ala Baywatch, laskar pelangi, trio macan, loncat dengan berbagai gaya, pose ala dukun dan pose absurd lainnya akan membuat anda tertawa bahkan ketika perjalanan tersebut sudah berlalu sekian lama. Berbagi cerita lucu atau bahkan horror, membawa kartu remi, domino, monopoli atau ular tangga dan membuat games dengan hukuman-hukuman lucu, membawa gitar, harmonica atau sekedar memanfaatkan benda-benda yang bisa dijadikan alat music dan menggelar konser parody, atau ketika anda tidak membawa satupun alat yang bisa dijadikin games ABC5 dasar bisa menjadi obat ampuh penyembuh ke-bete-an. Yang terpenting jangan sampai gelak tawa kita mengganggu penghuni lain, kami pernah di tegur opa-oma bule ketika menginap di ubud 😀

Suka tidak suka, munyenangkan atau memuakkan, mood tidak mood, kita sudah pergi, uang dan waktu sudah terbuang, apalagi yang bisa dilakukan selain NIKMATI! 😉

12 thoughts on “Merencanakan Perjalanan Wisata Part #2”

  1. suka niyh baca2nya… keren, makin memacu hasrat untuk berpetualang keliling Indonesia. tp, kadang gak punya temen mba.. bisa ikutan gak ya mba…?

    1. joint aja di milis atau group jalan2 yg banyak terdapat di fb, kaskus, backpaker indonesia dll. mereka sering bikin acara jalan2 versi murah meriah.

      ayo kalo mo ikut, kebetulan 4-9 april mo ke medan dan aceh.

Leave a Reply