Merencanakan Perjalanan Wisata Part #1

2012 (Pict from http://www.pulsarmedia.eu)

Apakah memperbanyak jalan-jalan menjadi salah satu resolusi anda tahun 2012 ini? Selamat dan Sukses untuk resolusinya 😉 Selagi saya masih cuti jalan-jalan dengan hanya ada PR catatan perjalanan lembang-bandung dan sebagai duta wisata orang Kebumen saya juga akan mencoba mempromosikan kampung halaman, kali ini saya pengen berbagi soal merencanakan perjalanan wisata. Sama sekali tidak ingin sok tau karena pada dasarnya pengalaman jalan-jalan saya masih kamseupay sangat amat sedikit sekali. Merencanakan perjalanan wisata saya bagi menjadi 2, Part #1 membahas pengenalan diri sebelum memutuskan perjalanan dan Part #2 akan membahas apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum jalan-jalan.

Sebelum memutuskan jalan-jalan coba kenali diri sendiri, apakah anda lebih menyukai perjalanan sendiri, hanya bisa jalan-jalan bersama teman yang sudah di kenal, mudah bergaul dengan teman-teman baru yang tidak anda kenal sebelumnya, merasa lebih nyaman pergi dalam rombongan kecil atau bisa pergi dengan rombongan dalam jumlah besar?


Saya sendiri tidak menyukai solo traveling, minimal harus pergi dengan 2 orang karena saya mengkhawatirkan banyak hal seperti rasa aman, jangan sampai di jalan tidak di goda orang kemudian tertipu, diselundupkan ke luar negeri dan berakhir menjadi istri Paolo Maldini pekerja s*ks komersial. Saya juga tidak betah kalo tidak punya teman ngobrol dan terlalu jual mahal canggung berkenalan dengan orang baru. Walaupun sebenarnya selalu iri dengki melihat beberapa teman cowok yang suka jalan sendiri dan terkagum-kagum dengan banyaknya backpacker cewek yang sudah berpetualang ke dalam dan ke luar negri, SEN-DI-RI! Kesehatan juga menjadi pertimbangan saya, sewaktu-waktu saya sakit di perjalanan masih ada teman yang membantu membelikan makan dan obat. Dan kekhawatiran utama saya jika pergi sendirian adalah…. tidak ada yang moto-in saya!! Lebay memang, tapi intinya saya tidak berani jalan sendiri.

Pergi berombongan dalam jumlah besar (lebih dari 15 orang) juga saya hindari, pengalaman 2 x ikut paket wisata dengan jumlah peserta 30 dan 40-an orang sangat tidak mengenakkan. Yang sering terjadi adalah molornya jadwal perjalanan karena ada peserta yang dandannya lama, makannya di kunyah 100x, tidak terbiasa jalan kaki atau terlalu asyik menikmati tempat wisata sampai lupa waktu berkumpul kembali. Inilah diri saya, dan saya mengatur perjalanan saya sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan diri sendiri.

Jalan-jalan lebih seru dengan temen

Jika anda juga tidak menyukai solo traveling, coba kenali lebih jauh perjalanan wisata seperti apa yang anda inginkan? Jangan sampai waktu, tenaga dan uang yang sudah anda gunakan untuk perjalanan wisata impian menjadi hal yang paling anda sesali. Beberapa kejadian yang saya alami mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan:

  • “ihh… koq gak pernah ngajak sih, ajak-ajak dunx kalo mau jalan” kemudian “ikut ya… tapi jangan dimasukin list dulu, takutnya ada acara” lalu “sorry… gak bisa ikut coz blabla…~> Kalo sekali dua kali mungkin temen-temen bisa maklumin, tapi jika hal ini sering terjadi dipastikan anda bukan orang yang suka jalan-jalan. Entah karena takut bertemu temen baru, takut di tempat wisata gak nyaman, takut kulitnya gosong, dan entah alasan apa lagi yang jelas pashion anda bukan di wisata. Beberapa temen saya ada yang seperti ini, dan ketika dia complain karena tidak di ajak, saya cuma jawab “emang kalo di ajak mau ikut” dan jawabannya selalu “enggak :D”. Pada dasarnya mereka tidak ada NIAT yang kuat untuk jalan-jalan, sejauh ini perjalanan wisatanya hanya berkisar kostan – mall – rumah.
  • Piknik Cantik n 1m03tz
  • “tempatnya kan kotor, cari yang lebih bagus dunx” atau “penduduknya gak ramah, di skip aja perjalanan ke situ” atau “jgn naik ekonomi, tempat duduknya sempit panas pula!” dan ketika ada yang gak sesuai rencana di perjalanan “tuu kaaan gw bilang juga apa….” *kemudian nyinyir tiada akhir ~> Sayangilah teman-teman perjalanan anda. Carilah travel agent dengan layanan prima dan pergilah berwisata dengan mereka, karena anda membutuhkan perjalanan yang aman, nyaman, tentram, sentausa.

 

  • “ikuuut….. pokoknya gw ikut!” ketika ditanya pertimbangan itinenerary “terserah aja, tp yg penting penginapan harus di pesan dari sekarang. Mobil juga!“ ketika di minta bantuan menghubungi CP “duuh, gi sibuk nih. gw ngikut aja deh, yang penting murah!” ketika ada masalah di perjalanan “emang kemarin gak diperhitungkan hal-hal keq gini? Bête deee…” ~> Semangat jalan-jalannya sih oke tapi sepertinya tidak dapat menyesuaikan diri antara keinginan untuk berwisata nyaman dengan kemampuan kantong yang pas-pasan. Sebaiknya sih pergi dengan travel agent yang murah meriah. Saat ini sudah banyak travel agent kecil-kecilan yang memfasilitasi perjalanan wisata dengan biaya murah. Di beberapa forum jalan-jalan sudah banyak traveler yang menyediakan jasa sebagai tour leader, mereka biasanya juga sudah memiliki account facebook dan twitter yang memudahkan anda untuk memantau jadwal perjalanan mereka. Tinggal daftar, transfer uang, packing n GO!

Asyiknya jalan-jalan melalui travel agent atau dengan tour leader adalah:

  1. Tidak perlu repot dan pusing ngumpulin informasi lokasi yang akan dituju seperti transportasi, penginapan dan makan.
  2. Dapet banyak temen baru. Syaratnya harus mau berbaur dengan yang lain dan tidak malu-malu berkenalan dengan mereka. Untuk rombongan sekitar 10-15 orang mungkin hal yang mudah untuk mengenal semua temen tapi kalo rombongan besar (lebih dari 30 orang) kenal setengahnya aja udah hebat!
  3. Banyak bahan becandaan, jadi saat nemuin hal yang ga’ ngenakin seperti keterlambatan pesawat, makan, nyari jajanan, perjalanan yang kurang nyaman bisa diatasi dengan becanda.
  4. Kalo sakit, ada barang yang hilang atau bahkan kekurangan baju ganti banyak yang bakal bantu.

Gak asyiknya:

  1. Lokasi yang dituju tidak semuanya sesuai dengan yang kita inginkan.
  2. Jumlah peserta dalam 1 rombongan yang terlalu banyak membuat perjalanan menjadi lebih lama sehingga banyak waktu terbuang untuk saling menunggu. Jika bertemu dengan teman perjalanan yang tidak sehati akan menambah permasalahan tersendiri.
  3. Biaya perjalanan lebih mahal dibanding arrange sendiri.
  4. Kalo EO-nya tidak professional biasanya akan menemui hal seperti ini: jadwal yang molor sehingga beberapa trip terpaksa di cancel; ketidaktahuan EO tentang lokasi wisata yang akan dituju membuat peserta kurang persiapan, salah kostum atau bahkan sakit; koordinasi EO dengan petugas wisata didaerah yang kurang baik bisa mengakibatkan jadwal mundur karena mereka harus deal transportasi, penginapan, pemandu atau makan.
  • Kategori terakhir adalah orang yang bersedia repot untuk merencanakan perjalanan dan siap dengan kemungkinan terburuk di perjalanan nantinya. Nah kalo anda termasuk tipe ini kunci utamanya tidak boleh MALAS. Seorang traveler kondang beberapa kali menjawab dengan ketus info-info wisata yang ditanyakan kepadanya “kamu tahu toko buku?” atau “just google it”. Beberapa orang menganggapnya terlalu kasar, tapi sebenarnya hal itu bisa dimengerti. Kadang, saya yang sangat tidak kondang ini juga gemes ketika ada yang bertanya-tanya hal yang sebenarnya sudah jelas-jelas ada. Saat ini informasi tempat wisata sudah sangat banyak, anda bisa mencarinya di toko buku atau cukup memanfaatkan browser dan berselancar sepuasnya dari 1 kata kunci ke kata kunci pencarian lainnya.

Selamat mengenali diri anda 😉

6 thoughts on “Merencanakan Perjalanan Wisata Part #1”

  1. Hi. Salam kenal.

    Senangnya nemu blog perjalanan yg lumayan lengkap ini.

    Klo saya, termasuk tipikal yg ga suka banyak2 juga. Krn males nunggu2. Tapi musti terjadwal juga. Ga bisa tuh yg mendadak on the spot. Bisa stres. 😀
    Ud 3x juga merencanakan perjalanan sendiri. Dan semua itu berkat google plus nekat. Alhamdulillah semuanya lancar. Tapi sayangnya aku ndak serajin dirimu yg setiap saat bisa menjelajah tuz langsung di share di blog *mikirinPRpostingygmenggunung* hehehehe

Leave a Reply