Panduan Wisata Pangandaran – Ciamis, Jawa Barat

Mungkin banyak yang mengira Pangandaran adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat atau bahkan Jawa Tengah mengingat obyek wisata Pantai Pangandaran letaknya memang berdekatan dengan Cilacap dan kepopuleran kota Pangandaran melebihi kota kabupatennya. Pangandaran adalah salah satu kecamatan di kabupaten Ciamis (± 92 km arah selatan kota Ciamis), letaknya yang berbatasan langsung dengan samudra hindia dan dengan bentuk wilayahnya yang menjorok ke laut membuat kota ini memiliki banyak tempat wisata pantai yang menarik. Objek wisata yang bisa dinikmati seperti: Pasir Putih Pangandaran, Pantai Batu Hiu, Pantai Karang Tirta, Pantai Keusik Luhur, Pantai Karapyak, Pantai Pangandaran (sunrise: pantai timur, sunset: pantai barat), Pantai Batu Karas, Pangandaran Water park, Cagar Alam dan Taman Wisata Pananjung Pangandaran, Air Terjun Citumang dan Cukang Taneuh / Green Canyon.

Peta Wisata Pangandaran

Jika ingin menikmati pesona lain Pangandaran sebaiknya datang saat ada event besar seperti:

  • Hajat Laut, prosesi melarung sesajen ke laut lepas sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME.  Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam di Pantai Timur Pangandaran.
  • Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) pada tiap bulan Juni atau Juli.

 Transportasi menuju Pangandaran:

Dari terminal Kampung Rambutan tersedia bus Jaya Perkasa yang langsung menuju Pangandaran. Biasanya bus berangkat pukul 19.30 WIB, tetapi jika sudah penuh langsung berangkat. Tiket bus seharga Rp. 60.000,-. Dari terminal Depok juga tersedia Bus Budiman. Jika tidak mendapatkan bus langsung ke Pangandaran bisa menggunakan bus lain jurusan Tasikmalaya atau Banjar. Dari Tasikmalaya dan Banjar tersedia banyak minibus menuju Pangandaran. Pertama kali ke Pangandaran kami pernah terlambat ke terminal sehingga ketinggalan bus, kami naik bus juruan Tasikmalaya, istirahat sejenak menunggu Subuh, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangandaran dengan minibus.


Terminal Pangandaran terletak di Jl.Raya Merdeka sebelah Pasar Pangandaran, setiba di terminal kami mampir dulu ke warung terdekat untuk mengisi perut dengan gorengan hangat yang enak dan teh/kopi panas. Selama di Pangandaran kami menyewa kendaraan L300, CP pak Eman 0852 2386 0834. Agak susah juga menghubungi Pak Eman, karena bapaknya mungkin banyak bisnis, sering banget nelfon selama mengantar kami :D

Di terminal Pangandaran tersedia bus yang melayani rute antar propinsi: Jakarata – Bandung – Sukabumi – Bogor – Tanggerang – Depok – Cikarang – Merak – Bekasi – Kalideres. Pulang dari Pangandaran pilihan kami hanya bus Budiman jurusan Bandung yang tiba di terminal Pangandaran pukul 13.00 WIB, jangan sampai ketinggalan ya! Kenapa kami memilih jurusan Bandung? Karena jam keberangkatannya pas dengan jadwal check out penginapan dan kami punya alasan untuk mampir berendam air panas di Garut ^^ Kalau mau pulang sorean bisa menunggu Budiman Pangandaran – Depok brangkat pukul 17.00 ( non ac ) , 18.00 ( AC ) dan 19.00 ( Non AC) dengan arga AC Rp. 60.000 ,-sedangkang non-AC Rp. 50.000,-.

Jadwal keberangkatan bus dari Pangandaran untuk beberapa kota tujuan bekasi sekitar pukul 05.30 – 08.30 WIB dan 17.30 – 20.30 WIB, Tangerang (Cikokol, Serang, Balaraja) pukul  05.30 WIB dan 17.30 WIB, Cikarang pukul  05.00 – 06.00 WIB dan 17.00 – 18.00 WIB.

Pesawat:

Susi Air, harga tiket Jakarta – Pangandaran sebesar Rp. 520.000,-
Reservation bisa menghubungi : Bandung : 0811 212 3923 / 3924 || Pangandaran : 0811 212 3925 / 3926.
Jadwal penerbangan:
- Jakarta – Pangandaran 10:30 Daily
- Pangandaran – Jakarta 13:30 Daily
- Bandung – Pangandaran 12:40 Daily
- Pangandaran – Bandung 11:40 Daily

Daftar Penginapan Pangandaran:

  • Adam’s Homestay :  Jl. Pamugaran.  Phone: +62 (0265) 639164
  • Adem Ayem : Jl. Hanjatan Pantai Timur Pangandaran. Phone: +62 (0265) 639021
  • Aquarium : Jl. Pantai Barat No. 87 Pangandaran. Phone: +62 (0265) 639088
  • Badeto Ratu : Jl. Pantai Barat Pangandaran. Phone: +62 (0265) 639024
  • Bamboo House :  Jl. Pamugaran.  Phone: +62 (0265) 639419
  • Citra 1 : Jl.Pantai Barat-Bulak Laut-Pangandaran. Phone: +62 (0265) 630822
  • Firman Jaya : Jl. Kalen Buaya – Pangandaran. Phone: +62 (0265)
  • Hotel Bumi Nusatara : Jl. Kalen Buaya Pangandaran. Phone: +62 (0265) 639032
  • Hotel Century : Jl.Pantai Barat-Bulak Laut-Pangandaran. Phone: +62 (0265) 639171
  • Hotel Fortuna:  Jl. Kalen Buaya No. 17A.  Phone: +62 (0265) 630360
  • Hotel Grand Mutiara :  Jl. Pamugaran No. 14.  Phone: +62 (0265) 630693
  • Hotel Malabar :  Jl. Pamugaran No. 128.  Phone: +62 (0265) 639969
  • Holiday Beach :  Jl. Bulak Laut No. 50.  Phone: +62 (0265) 639285
  • Bungalow Hikmat Jaya : Jl. Kalen Buaya Pangandaran. Phone: +62 (0265)
  • JavaCove Beach Hotel :  Batu Karas.  Phone: +62 (0265) 7082020
  • Krisna Beach Hotel : Jl.Pantai Barat No. 21 Pangandaran. Phone: +62 (0265) 639100
  • Laut Biru Resort Hotel :  Jl. E. Jaga Lautan No. 17 – 18.  Phone: +62 (0265) 639360
  • Nyiur Indah I:  Pantai Barat Pananjung No. 46.  Phone: +62 (0265) 639053
  • Nyiur Indah II :  Jl. Bulak Laut No. 53.  Phone: +62 (0265) 328372
  • Mini Tiga :  Jl. Pamugaran.  Phone: +62 (0265) 639436
  • Mini Dua :  Jl. Kalenbuaya No. 14.  Phone: +62 (0265) 639298
  • Pondok Pelangi :  Jl. Pasanggrahan No. 7 – 13.  Phone: +62 (0265) 639023
  • Pacific Beach Hotel :  Jl. Pramuka 13 – 15.  Phone: +62 (0265) 639510
  • Pantai Indah Resort Hotel :  Jl. Kidang Pananjung No. 151,159 & 192.  Phone: +62 (0265) 639004
  • Susan’s Guesthouse :  Jl. Kalenbuaya No. 20.  Phone: +62 (0265) 639290

Dan masih banyak lagi hotel, penginapan, guesthouse dan bungalow yang tersedia di Pangandara. 2 kali saya dan teman-teman ke Pangandaran (bahkan saat musim liburan) kami tidak kesulitan mencari penginapan murah seharga Rp. 100.000 – Rp. 150.000/kamar dengan fasiltas kamar, ruang TV, dapur dan kamar mandi. Asal mau masuk-masuk gang, di jamin dapat penginapan.

 Obyek Wisata (sekitar) Pangandaran – Ciamis: source http://www.mypangandaran.com

 Tiket masuk ke obyek wisata di ciamis cukup murah, sekitar Rp. 2.000 – Rp. 20.000, yang perlu dipersiapkan lebih banyak adalah uang untuk parkir kendaraan.

 Pantai Batu Hiu:

Terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, kurang lebih 14 km dari Pangandaran ke arah Selatan. dinamakan Batu Hiu karena sekitar 200 meter dari pinggir pantai terdapat seonggok batu karang yang menyerupai sirip ikan hiu. Tiket masuk wisata pantai batu hiu: Rp. 2.500,-

 Pantai Batu Karas:

Terletak di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang dengan jarak ± 34 km dari Pangandaran. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan selain berenang antara lain: berperahu di bengawan, berkemah dan berselancar (jika ombaknya bagus). Tiket masuk Pantai Batu Karas: Rp. 5.000,-

 Pantai Karang Nini:

Objek wisata ini terletak di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang ± 83 km dari kota Ciamis ke arah Selatan.  Di pantai ini terhampar batu-batu karang yang salah satunya menyerupai seorang nenek (nini dalam bahasa Sunda) yang sedang menunggu si kakek, sehingga tempat ini dinamakan Pantai Karangnini.

 Pantai Karang Tirta:

Objek wisata ini terletak di Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih ke arah Batu Hiu belok kiri. Di objek wisata ini pengunjung selain dapat menikmati keindahan alam juga melakukan rekreasi berupa bersampan, memancing dan berkemah.

 Pantai Keusik Luhur:

Gelombang laut mengangkat pasir ke atas batu karang yang terjal sehingga orang menamakannya Keusikluhur (keusik = pasir, luhur = tinggi). Objek wisata ini terletak di Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak dengan jarak ± 45 km dari Pangandaran ke arah selatan.

 Pantai Karapyak:

Pantai Karapyak, terletak di Desa Bagolo, Kec. Kalipucang, Kab. Ciamis. Sekitar 20 km dari Pantai Pangandaran atau 78 km dari Alun-alun Kota Ciamis. Untuk menuju lokasi ini tidak begitu sulit, karena akses masuk ke sana sudah bagus, bahkan ada penunjuk jalan yang bisa mengarahkan wisatawan ke Pantai Karapyak. Yang patut disayangkan, belum adanya angkutan umum yang bisa membawa pengunjung ke Pantai Karapyak, sekalipun ojek. Hanya pengunjung yang mempunyai kendaraan pribadi atau kendaraan sewaan yang bisa mencapai Pantai Karapyak.

 Pangandaran Waterpark:

Pangandaran Waterpark berada di pinggir pantai lembah puteri. lokasinya sekitar 5 kilometer sebelum masuk pintu wisata pangandaran, tepatnya dikecamatan Kalipucang. Waterpark ini dibangun dalam beberapa kolam besar dan lapangan khusus buat ATV track dan dibangun diatas lahan lebih dari 10 hektar.

Fasilitas yang disajikan antara lain seperti umumnya waterpark, seperti luncuran, petualangan seperti highrope dan ATV. Tiket masuk pangandaran waterpark (Senin-Jum’at) Rp. 15.000,- Weekend (Sabtu- Minggu/ Hari Libur) Rp. 20,000,-

 Walaupun sudah 2x ke Pangandaran tapi belum tertarik menikmati pantainya, itinerary saya dan teman-teman ke Pangandaran selalu:

Day 1:

Tiba di terminal Pangandaran sekitar jam 06.00 WIB, di jemput mobil sewaan, mencari penginapan, menyimpang bawaan di penginapan (tidak perlu mandi), menuju citumang, sarapan di warung sasak di perjalanan menuju Citumang, main air di Citumang, mandi – sholat – ngemil, melanjutkan perjalanan ke Green Canyon, makan siang di perjalanan menuju GC, body rafting di GC, mandi – sholat, kembali ke pangandaran, makan malam di warung sea food di pantai timur, kembali ke penginapan.

WARNING: Jangan pernah tergoda dengan antrian panjang di “Seafood 78 bebek & ikan bakar” pantai barat pangandaran. Pengalaman kami sangat buruk, menunggu pesanan sangat amat lama (1 jam), pelayanan menjengkelkan dan rasa makanan SANGAT AMAT TIDAK ENAK!

 Day 2:

Sarapan di pinggir pantai pangandaran, menyusuri pantai pangandaran, keliling Taman Wisata Alam Pangandaran, Pantai Pasir Putih Pangandaran, Makan siang di tempat makan bagus dan murah tapi lupa namanya, kembali ke penginapan, packing, pulang via Garut.

 Citumang:

Citumang terletak di Desa Bojong Kecamatan Parigi Ciamis, berjarak kurang 15 km dari Pangandaran ke arah barat. Kami biasanya mengisi bensin mobil dan bensin perut di perjalanan menuju Cijulang. Angkutan umum juga ada tetapi sangat jarang, naik jurusan Cijulang kemudian dilanjutkan naik ojek. Tiba di lokasi anda akan di sambut oleh guide yang menawarkan jasa body rafting atau hanya mengantar ke Citumang. Sebenarnya tidak sulit menemukannya, tapi tidak ada salahnya juga menggunakan jas penduduk setempat. Tarifnya diserahkan sepenuhnya kepada pengunjung, karena kami ber-7 memilih ikut body rafting (yang ternyata seru dan melelahkan) kami memberi tips Rp. 50.000 untuk 2 pemandu. Tiket masuk Citumang sendiri hanya Rp. 5.000,- dan sewa pelampung Rp. 15.000,-.

Citumang Waterfall

Nama Citumang berasal dari legenda tentang seekor buaya buntung, Si Tumang.  Cerita lain, Citumang berasal dari Cai (Bhs. Sunda = air) yang numpang (cai numpang) yang berkaitan dengan adalah air sungai yang mengalir di bawah tanah. Saya lebih percaya Air yang numpang, walaupun agak serem juga dengan 1 bagian sungai yang airnya sepertinya tidak ada arusnya, tenaaaang sekali sehingga cukup susah untuk berenang menuju tepian, biasanya buaya ada di air yang tenang bukan? Tapi kami selamat tanpa gangguan apapun ;). Citumang adalah sebuah sungai kecil yang “numpang” dari sebuah gua kapur, sehingga airnya sangat jernih dan menampakkan bagian dasar sungai.

Perjalanan dari tempat parkir menuju lokasi wisata kurang lebih 500 meter, melewati tepian sungai dengan rerimbunan pepohonan. Tidak jauh dari pintu masuk terdapat tebing yang cukup bagus untuk foto. Setelah itu kita akan disambut dengan gemericik air yang sangat menggoda untuk dinikmati kesejukannya. Namun pesona Citumang sebenarnya masih 100 meter lagi, tempat dimana sebuah Goa dengan akar-akar pohon yang menghiasi mulut goa menanti untuk dinaiki dan tentu saja basah-basahan bermain air. Akar-akar pohon lumayan mudah di naiki hingga kita tiba di bagian atas goa dan kemudian…. CEBBUURR… terjun ke sungai, SERUU!!! Hati-hati saat melangkah di bebatuan, seorang teman kami terpeleset bersama dengan kameranya. Setelah puas bermain di Goa kami pulang mengikuti aliran sungai, 2 kali terjun dengan ketinggian yang sedang saja, terus saja mengikuti aliran sungai hingga tiba di bendungan, menepi sejenak pindah jalur ke aliran irigasi. Di aliran irigasi ini arusnya lumayan deras, jadi kita tinggal terlentang dengan kaki didepan, perhatikan dalam mengatur pantat karena ada beberapa bagian yang berbatu^^ Sesampai di garis finish kita tinggal mandi dengan tarif Rp. 2000,- sekaligus numpang sholat, numpang  njemur baju, memesan minuman hangat dan makanan kecil kemudian melanjutkan perjalanan ke Green Canyon.

Body Rafting, Meloncat, Terjun, Mandi dan Kepleset di Citumang

 Green Canyon:

Green Canyon Indonesia ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Berjarak sekitar 30 km dari Pangandaran, kurang lebih 45 menit dari Citumang.  Dari terminal Pangandaran tersedia angkutan jurusan terminal Cijulang Rp 5.000,-. Dilanjutkan dengan naik ojek sekitar Rp 8.000,-. Di terminal Pangandaran juga ada ojek yang bisa di sewa harian, ongkosnya Rp. 40.000 – 50.000/orang bisa di sewa ke Pangandaran-Green Canyon-Pantai Batu Hiu-Pangandaran. Tiket masuk wisata Green Canyon Rp. 75.000/perahu, 1 perahu maksimal 6 orang. Kalau Cuma ber-2 lebih baik cari partner wisatawan lain untuk berbagi biaya perahu. Biaya ini belum termasuk biaya guide yang akan membantu menyusuri green canyon, biasanya berkisar Rp. 100.000,-. Harus di ingat pada hari Jum’at Green Canyon baru buka setelah sholat Jum’at, pukul 13.00, sedangkan hari lainnya pukul 07.30 – 16.00 WIB.

Green Canyon atau Cukang Taneuh merupakan aliran dari sungai Cijulang melewati goa dengan stalaktif dan stalakmit yang sangat cantik.  Sebaiknya ke Green Canyon saat musim kemarau, karena setelah hujan air sungai tidak lagi hijau tetapi berubah coklat dan arusnya lebih deras. Arus yang deras ini menyulitkan kita untuk menjangkau bagian sungai lebih jauh. Setelah mendapat perahu kita akan menempuh perjalanan 30 menit menyaksikan bantaran sungai yang rimbun dengan pepohonan, tebing bebatuan dan air terjun mini di bantaran sungai. Mendekati Green Canyon alur menyempit, kadang harus mengantri lama untuk bergantian dengan perahu yang akan meninggalkan Green Canyon. Jangan heran kalau untuk turun dari perahu kita harus melewati beberapa perahu yang masih bersandar.

Green Canyon / Cukang Taneuh

Pastikan pelampung terpasang sempurna (semua tali terikatkuat), dibagian pertama masih tersedia tali yang menuntun kita memasuki bagian sungai, setelah itu kita serahkan semuanya kepada arahan pemandu apakah harus menyeberang, meloncat, merayap atau menaiki dinding batu. Jika arus sungai deras biasanya pemandu telah membawa tali. Di perjalanan pertama saya ke Green Canyon karena airnya jernih (hijau) dan arus tidak deras kami berjalan cukup jauh bahkan sempat duduk-duduk di cekungan dinding batu yang menurut sang pemandu terdapat air awet muda (*ambil cermin * ngaca *liat kerutan), di perjalanan kedua sangat melelahkan karena butuh banyak tenaga untuk melawan arus. Saat kembali ke tempat parkir perahu adalah saat yang mengasyikkan, karena kita akan meluncur mengikuti arus. Namun tetap harus mengikuti aba-aba pemandu agar tidak menabrak batu. Untuk berbilas tersedia banyak kamar mandi dengan tarif Rp. 2000,-.

Pantai Pangandaran, Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran dan Pantai Pasir Putih:

Ke-3 tempat ini merupakan 1 rangkaian obyek wisata yang dapat di tempuh dengan hanya berjalan kaki. Pantai pangandaran di saat liburan sudah tidak ada bedanya dengan pasar kaget, sepanjang pantai hanya ada pemandangan lautan manusia. Jika anda berjalan-jalan menyusuri pantai barat pangandaran akan banyak sekali tukang perahu yang menawarkan jasanya mengantar anda ke pantai pasir putih, jika ingin bersantai lebih baik memilih jalan menyusuri pantai kemudian masuk ke Taman Wisata Alam Pangandaran, berjalan dibawah rindangnya pepohonan dan godaan monyet ekor panjang, mengintip goa-goa dan kemudian berakhir di pantai pasir putih. Tiket masuk TWA pangandaran hanya Rp. 5.000,-.

Pantai & TWA Pangandaran, Pantai Pasir Putih (foto: Ndah & Danang)

Di pantai pasir putih ada yang merekomendasikan untuk snorkeling, tapi saya memilih untuk duduk-duduk saja di bawah pohon waru, karena snorkeling di sini harus bertaruh nyawa dengan perahu-perahu yang merapat ke pantai. Okeh, saya lebay! Tapi sangat tidak nyaman snorkeling dengan harus memperhatikan kedatangan perahu dan menurut salah 2 teman kami yang nekat snorkeling, pemandangan bawah lautnya hanya pasir dan karang rusak.

 Setelah puas berkeliling pantai dan cagar alam kami kembali ke penginapan untuk mandi, packing dan menuju terminal pangandaran. Transportasi dari penginapan (pantai barat) ke terminal menggunakan delman atau becak, delman Rp. 25.000,- sedangkan becak Rp. 12.000,- (tapi dibayar Rp. 15.000,-)

Menunggu Bus di Terminal Pangandaran (Foto: Danang)

This entry was posted in Jawa Barat, Traveling. Bookmark the permalink.

25 Responses to Panduan Wisata Pangandaran – Ciamis, Jawa Barat

  1. alver says:

    kalo blh th kemarin d pangandaran nginep d mn sj….krn kt tmn saya…kl musim liburan: lebaran penginapan mahal+susah :(
    mohon infonya
    nuhun

    • ndahdien says:

      penginapannya gak ada namanya, rumah penduduk biasa. semuanya di pantai barat, masuk gang kecil.
      yg pertama 1 rumah dgn 3 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, tv, kipas angin dan dapur: Rp. 300.000,-/malam
      yg kedua Rp. 150.000,-/malam/kamar, hanya tersedia kamar mandi dan kipas angin. penginapan ini lbh mahal krn kami datang saat libur akhir tahun yg sangat amat ramai.

      asal mau masuk2 gang banyak koq penginapan kosong, kami menemui pemiliknya saat si bapak menawarkan penginapannya di jalan pantai barat.

  2. Woyzer says:

    Kalau boleh tau dari mana sumber peta pangandaran yang anda miliki? thanks

    • ndahdien says:

      saya dapet dari teman mas awal tahun 2010 sewaktu mo kondangan ke pangandaran. sumber aslinya mungkin berasal dari kabupaten ciamis dan Balawisata Life Guard seperti logo yg ada dlm peta tersebut.

  3. Woyzer says:

    sebetulnya saya yg awalnya buat desain peta itu kerjasama dengan teman2 di LWB 3 tahun yg lalu, katanya mau ada fee tapi sampai sekarang saya belum pernah menerimanya, bahkan sekarang sudah dipakai oleh pihak2 lain pun saya belum pernah, jangankan fee pembuatan konfirmasi aja ga ada, sampai saat ini saya masih menyimpan file asli mentahnya dalam format CDR. btw thanks atas infonya

    • ndahdien says:

      Mohon maaf atas ketidaknyamaan ini, tidak ada maksud mengklaim peta tersebut berasal dari saya karena di peta tersebut sudahada logo Ciamis dan Balawisata Life Guard jadi saya pikir ini peta resmi wisata pangandaran. teman saya memperoleh peta tersebut di website pariwisata ciamis:
      pesonawisataku[dot]wordpressdot]com[slash]hubungi-kami

  4. thanks for the information… this realy help me.

  5. Lisa says:

    Salam kenal ndah,
    ndah kalo kita pengen ke green canyon tapi ga nyewa penginapan, bawa tenda bisa ga? Lebih murah ato mahal jatohnya?
    Thanks,

    • ndahdien says:

      lam kenal jg lisa,
      2x ke green canyon selalu nginep di pangandaran dgn pertimbangan, malam hari cukup ramai dan paginya bisa jalan ke pantai. lum pernah ngliat tempat camping di green canyon, jd kurang tau bisa buat camping apa enggak. tapi kalo penginapan murah meriah cukup banyak. maaf tidak bisa membantu, mungkin temen2 yg pernah nginep/camping di green canyon bisa share pengalamannya disini. thx ;)

  6. rici says:

    Salam kenal, dirimu temennya babe aka firman (pns KKp) ya…(kebetulan temen di ipb dulu) ngeliat foto wktu nunggu bus budiman

  7. dani ramdani says:

    Pantai Pangandaran selalu menjadi tujuan favorit wisata untuk warga sekitaran jawa barat .. :) karna keindahan alamnya yang menyejukan mata

    info tourism bandung klik http://www.bandungreview.com
    follow twitter : @bandungreview
    facebook : Bandungreview.com
    “Bandung Biggest Online Tourism Directory”
    enjoy holiday in Bandung with Bandungreview :)

  8. Saepul says:

    pas pulang via garut itu maksudnya gimana ya? Apakah bus budiman lewat garut atau turun di nagrek terus dilanjutkan ke garut??? Soalnya aku berencana berangkat dari garut, tapi gak tahu transportnya ada apa tidak yang langsung dari garut. Thx

  9. abah juwa says:

    apakah disana ada jasa dokumentasi?

  10. thaniawathie says:

    kalo mau kepangandaran dari jakarta kemayoran naik mobil apa dan dari terminal mana? ongkosnya berapa? trims

    • Ndah says:

      saya tidak tahu transportasi dari Kemayoran (Jakarta)
      tapi kalo mau berangkat dari kampung rambutan ada infonya di artikel ini “Transportasi menuju Pangandaran”
      –> Dari terminal Kampung Rambutan tersedia bus Jaya Perkasa yang langsung menuju Pangandaran. Biasanya bus berangkat pukul 19.30 WIB, tetapi jika sudah penuh langsung berangkat. Tiket bus seharga Rp. 60.000,-

  11. @me_agie says:

    Cb ja cek link http://t.co/GWRbeGaL ini, da smw dsitu :) RT @tommyytomtom: @me_agie : ayoo.. Aja gw mah mba. Tp udh ada gambarran blm?

  12. Florida Sitepu says:

    Kalo Bus Budiman, kira2 jam berapa berangkatnya dari terminal Depok mbak?

    • Ndah says:

      biasanya ada 2 x pemberangakatan, pagi dan sore sekitar jam 07.00 – 08.30 dan 17.00 – 20.15. tapi untuk pastinya langsung tanya ke pool bus Budiman saja
      Jl. Ir. H. Juanda No. 31, Tasikmalaya
      Telp. (0265) 339854 (Hunting)
      Fax. (0265) 342478
      email : budimanbus@yahoo.com

  13. Florida Sitepu says:

    Tq

  14. firman says:

    eh ada foto gw….!!! ada foto gw!!!! heheheheheh

  15. Maksi atas informasinya.
    Lengkap banget, pas buat yang mau jalan – jalan ke Peangandaran

  16. obyek wisata says:

    pantai pangandaran green canyon begitu indah
    thanks bro infonya…

Leave a Reply