All posts by Ndah

Buku Pertama Ndah, Wisata Hemat: Belitung

Tidak disangka tidak dinyana dan tidak diduga ada penerbit yang mampir ke blog panduan wisata versi ndahsaja khilaf meminta saya menulis buku panduan wisata. Awalnya saya ragu, apa benar tulisan saya yang acak adul di blog bisa diangkat dalam sebuah buku. Emang sih… kalo ngeliat fenomena buku-buku yang diangkat dari twitter bermodal banyak follower isinya biasa saja tapi bisa diterima banyak orang.

Tapi kan masalahnya:

  1. Tulisan saya tidak bagus: berbeda dengan blog yang gak perlu EYD dan segala macamnya menurut saya buku menuntut penulis yang memahami bagaimana merangkai kata menjadi kalimat indah dan meyakinkan.
  2. Saya tidak punya follower melimpah ruah: di era socmed seperti sekarang ini, jumlah follower twitter sangat mempengaruhi promosi. Walaupun saya menulis blog perjalanan wisata tapi akun twitter @ndahdien tidak berisi layaknya seorang traveler yang ramai mengabarkan rencana perjalanan wisata jauh jauh jauuuuh hari, selalu posting foto saat di tempat wisata, bikin hestek #tripanu #tripini dan kemudian masukin dalam chirpstory.com. Ah saya memang tidak bakat menjual diri blog dan buku, saya syedih tuiiippss….. ;(
  3. Continue reading Buku Pertama Ndah, Wisata Hemat: Belitung

Panduan Wisata Bandung – Lembang (jalan-jalan)

peta wisata lembangMelanjutkan posting sebelumnya kali ini saya ingin sedikit membahas tempat-tempat yang sudah pernah saya kunjungi. Tidak banyak memang dan beberapa diantara sudah saya kunjungi bertahun-tahun yang lalu, namun mungkin bisa menambah referensi teman-temen yang pengen main ke Bandung. Jika anda membutuhkan peta wisata Bandung dapat download Bandung Tourism Map dari Bandung Tourism.

Menurut saya, cara termudah menjelajahi Bandung adalah dengan menyewa mobil terutama jika pergi berombongan dan akan lebih mudah lagi jika sopir tahu jalanan kota Bandung. Namun tidak ada salahnya mencoba naik turun kendaraan umum, nanya-nanya rute angkot dan sedikit bumbu drama salah jurusan. Jika anda berpetualang dibelantara lalu lintas Bandung, sarana transportasi umum seperti angkot, Damri, Taxi tersedia hingga malam hari. Rute angkot dapat di download pada artikel Panduan Wisata Bandung dan Lembang

PUSDAI BANDUNG

*menghela nafas sejenak
#darisinidramadimulai

Continue reading Panduan Wisata Bandung – Lembang (jalan-jalan)

Ini cara kami menikmati Candi Cangkuang dan Leles

Apa bagusnya Candi Cangkuang? Candi koq kecil gitu! Iya bener banget yang dibilang temen saya yang kecewa setelah melihat komplek Candi yang lebih mirip gapura rumah di Bali. Candi Cangkuang memang tidak megah, berbentuk persegi empat 4,22 x 4,22 m dengan tinggi 2,49 m, candi ini terletak di sebuah bukit di Kampung Pulo, Kecamatan Leles, Garut. Tapi saya dan genk nunun “Lakers” gak ada bosan-bosannya mengunjungi tempat ini. Apa istimewanya tempat ini buat Lakers? Hmmm…. bukan sekedar jagung bakar, romantisme naik gondola perahu (rakit) serta selempang duta wisata candi cangkuang candi imut tersebut yang menarik kami untuk datang dan datang lagi. Candi cangkuang menjadi tempat favorit wisata di Garut (selain Lembah Balliem versi Lakers) karena lokasinya dekat dengan rumah teh ani resort dimana kami bisa menumpang tidur dan makan gratis dan perjalanan menuju Candi Cangkuang yang SEKSIH! Mau bukti?

Semua berawal dari tempat ini, rumah teh Ani (kakaknya temen kami, Gulam) yang berada di Leles. Kami menyebutnya Teh Ani Resort ;)

Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri persawahan Continue reading Ini cara kami menikmati Candi Cangkuang dan Leles

27 Jam di Jogja: Sendratari Ramayana, Sunrise (gagal) Istana Ratu Boko & Sesi Zurhat

Jadwal Sendratari Ramayana Candi Prambanan tahun 2013
Jadwal Sendratari Ramayana Candi Prambanan tahun 2013

Membunuh kejenuhan saya terhadap beban hati pekerjaan yang tiada habisnya selama 2 bulan ini saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman tercinta, menengok keadaan Bapak dan Ibu yang saat ini tinggal ber-2 saja. Namun sebelum sungkem Bapak dan Ibu saya terlebih dahulu “ngadem” sejenak di kota yang menurut Kla Project “Pulang ke kotamu…. ada setangkup haru dalam rindu. Masih seperti dulu….“, JOGJA! Berkat bantuan teman saya, pesawat dan penginapan sudah dibooking oleh mami (Yeyen). Karena tema perjalanan adalah “ngademin hati dan otak” maka saya memilih penginapan di tempat yang jauh dari pusat kota, jadwal kepulangan juga saya cocokkan dengan jadwal pementasan Sendratari Ramayana. Maka terpilihlah jadwal kepulangan hari Kamis, tanggal 21 Februari 2013 dan memilih penginapan di Poeri Devata Resort & Hotel di dekat Candi Prambanan.

Candi Prambanan (malam hari)
Candi Prambanan (malam hari)

Tiba di Bandara Adi Sucipto sekitar pukul 2 siang, selesai sholat langsung menuju ke Halte Trans Jogja Bandara dan naik 01A (rute Bandara – Prambanan) dengan harga Rp. 3.000. Hemat berkali-kali lipat dari tarif taxi dan juga tarif penjemputan dari Hotel. Dari Halte Prambanan menuju hotel saya menggunakan ojek yang banyak terdapat di dekat halte, ongkosnya Rp. 10.000 (sebenarnya bisa ditawar setengahnya, tapi sedang males nawar). Tidak butuh waktu lama, saya sudah sampai di penginapan.

Walaupun awalnya agak ribet karena bukti email booking dari Agoda tidak kunjung masuk dalam email saya, namun akhirnya pihak hotel tidak mempermasalahkannya. Segelas sirup leci dingin, senyum ramah semua pegawai dari receptionist, manager hingga tukang kebun memberikan kesan pertama yang menyenangkan. Sebelum masuk ke kamar saya menanyakan beberapa paket wisata yang ditawarkan Hotel seperti Sendratari Ramayana, Sewa Sepeda dan Wisata Sunrise Istana Ratu Boko. Tanpa pikir panjang saya langsung membeli tiket Sendratari Ramayana dan memesan tiket Sunrise Istana Ratu Boko. Sewa sepeda dengan harga Rp. 50.000/jam dengan minimal peminjaman 2 jam saya batalkan karena hujan sudah mulai turun.

Poeri Devata Resort Hotel Jogja
Poeri Devata Resort Hotel Jogja

Continue reading 27 Jam di Jogja: Sendratari Ramayana, Sunrise (gagal) Istana Ratu Boko & Sesi Zurhat

Panduan Wisata Bandung dan Lembang

Wisata Bandung dan Lembang

Everybody Loves Bandung (except me)”. Dengan segala hal yang dimilikinya, bangunan kota tua, makanan enak, pusat belanja murah, beragam pilihan tempat wisata bahkan kemolekan penduduknya, saya masih belum bisa mencintai Bandung dan menjadikannya sebagai tempat ngabur favorit membuang gundah bin galau di saat kalender berwarna merah. Tidak cinta bukan berarti saya tidak mau mengenalnya, beberapa kali saya mengunjungi kota yang rute jalannya susah diapalin.

Pertama kali ke Bandung adalah saat study tour SMP, kedua dalam rangka kunjungan ke rumah saudara, ketiga saat kuliah dalam rangka pertemuan belahan jiwa himpunan mahasiswa, keempat saat liburan kantor yang ternyata menyadarkan saya belum siap mengunjungi kota yang pernah menjadi kenangan indah. Kelima dengan sangat terpaksa ngikutin Lakers sepulang dari Pangandaran dan Garut yang sialnya memilih jalan pulang lewat Bandung. Walaupun diawali dengan deraian air mata tapi akhirnya bisa tergantikan dengan gelak tawa dan bonus teronggok nista sepayung bertiga dibawah guyuran hujan deras menunggu taxi yang sangat susah diperoleh. Keenam dan ketujuh pergi bareng GenkSP dengan persiapan mental matang. Hayo coba bandingin yang ngakunya cinta Bandung, banyakan mana jumlah kunjungan kamu ke Bandung di banding saya? Woh, udah gak bisa di hitung jari? Hmm….. kalo gitu tolong lengkapi tulisan saya ini hehehe…

From Bandung – Lembang

Banyak jalan menuju Roma, pun demikian ke Bandung. Pernah ngerasain naik bis dan kereta dari Kebumen dan Purwokerto, naik bis dengan rute via puncak dan Cipularang dari Bogor dan Depok, naik mobil pribadi dengan rute muter lewat Subang dan Lembang, naik kereta dari Gambir, tapi belum pernah ngerasain naik travel dengan alasan cemen…. trauma dengan ngebutnya travel Gombong-Bogor. Dengan makin banyaknya penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung semakin mudah dijangkau darimanapun Anda tinggal. Kabarnya saat ini banyak wisatawan dari negeri Jiran yang tidak segan-segan memenuhi bagasinya dengan hasil belanjaan murah. Mudah, murah, menawan dan….mengenyangkan, itulah Bandung.

Continue reading Panduan Wisata Bandung dan Lembang

Panduan Wisata Medan, Toba & Brastagi

Peta Wisata Sumatera Utara (source: www.indonesia-tourism.com)

“Medan – Toba – Brastagi, 3 Hari Mencari cara jadi menantu Tjong A Fie”. Sebuah tag line yang sangat dipaksakan. Mungkin lebih cocok kalo mencontek buku-buku wisata yang mengundang penyesalan minat “Medan – Toba – Brastagi, 3 Hari cuma 3 Jeti”. Perjalanan pertama saya mengunjungi propinsi Sumatera Utara memang sangat singkat, lebih tepatnya hanya 2.5 hari. Sangatlah tidak mungkin dengan waktu kurang dari 3 hari untuk mengunjungi banyak tempat wisata yang jika melihat peta wisata Sumatera Utara, lokasinya tersebar di segala penjuru.

Tiba di bandara Polonia sekitar pukul setengah satu siang, kami memulai perjalanan dengan melewati Istana Maimun menuju ke daerah Kesawan. Di Kesawan kami makan di Rumah Makan Tip Top yang melegenda dan sowan ke rumah Tjong A Fie kemudian bergeser ke Masjid Raya dan dilanjutkan dengan memesan oleh-oleh untuk di ambil hari berikutnya. Sekitar jam 5 kami meninggalkan kota Medan menuju Parapat tempat kami menginap, dengan selingan kunjungan singkat ke dokter gigi dan makan malam. Kami tiba di Hotel pukul 22.00 WIB dengan sedikit drama. Esok harinya setelah sarapan yang menu dan rasanya biasa saja kami menuju penyeberangan Aji Bata, menikmati danau Toba dari kapal Ferry yang berjalan sangat pelan, mengintip atraksi wisata di Tomok, menikmati bentang alam indah di sepanjang perjalanan ke Ambarita, ngerjain guide Ambarita untuk mempraktekkan semua ceritanya dan berkejaran dengan waktu menuju bandara.

Wisata Medan, Toba, Brastagi

Tinggal saya dan mb elfi yang masih tetap tinggal semalam lagi di Medan. Malam terakhir di Medan tidak lengkap rasanya tanpa mencoba becak motor dan menjadi anak gaol Medan dengan nongkrong di Merdeka Walk. Di awali dengan sarapan enak, kami mengisi hari terakhir dengan mengunjungi Air Terjun Sipiso-piso, desa tongging, Brastagi dan Bukit Gundaling. Pukul 8 malam saatnya kami kembali ke Jakarta dan mengakhiri rangkaian perjalanan Aceh – Medan dengan rasa tidak puas, HARUS KEMBALI LAGI!!

Bagaimana dan seperti apa perjalanan kami ke Medan – Toba – Brastagi? Pemirsah, ikuti saya…


Continue reading Panduan Wisata Medan, Toba & Brastagi

Panduan Wisata Pulau Sabang, NAD

Sertifikat 0 km Sabang

Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau…” Siapa yang tidak kenal lagu nasional ini? Sebuah lagu yang menggambarkan betapa luas tanah air yang kita cintai, Republik Indonesia. Namun sudahkah anda mengunjungi atau paling tidak mengetahui 2 tempat yang berada di ujung wilayah Indonesia tersebut? Bagi kita yang berada di Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku, kota Sabang dan Merauke terasa (dan memang kenyataannya) sangat jauh. Jadi jangan heran ketika mengunjungi Pulau Sabang atau Pulau Weh anda justru banyak bertemu dengan wisatawan Malaysia, karena secara geografis mereka lebih dekat. Dengan biaya yang jauh lebih murah dan waktu lebih cepat mereka liburan ke Sabang mungkin seperti orang Jakarta berlibur ke Kepulauan Seribu. Awal April 2012, setelah sehari sebelumnya berwisata singkat di Banda Aceh saya akhirnya berhasil menginjakkan kaki di ujung barat wilayah Indonesia dan tercatat sebagai pengunjung tugu 0 km Sabang yang ke 52.485. Yippiee……

Pulau Weh atau yang lebih terkenal dengan nama Sabang terletak di barat laut Pulau Sumatra. Pualu ini dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat. Pulau dengan luas 156,3 km² terdiri dari beberapa pulau kecil yang terbentuk sebagai akibat dari letusan gunung yaitu Pulau Weh (121 km2), Pulau Rubiah (0,357 km2), Pulau Seulako (0,055 km2), Pulau Klah (0,186 km2), dan Pulau Rondo (0,650 km2). Pada jaman pemerintahan Hindia Belanda, dermaga Sabang telah menjadi pelabuhan penting sebagai pangkalan batubara untuk Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang kemudian dikembangkan menjadi lalu lintas perdagangan barang.

Santai Bang, ini di Sabang…

Pemerintah Indonesia pada tahun 2000 menetapkan Sabang sebagai Zona Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, bayangan saya dengan penetapan tersebut saya akan menemukan kota yang sibuk dengan lalu lintas barang dan jasa. Namun ternyata kota Sabang tidaklah seramai dugaan saya, apalagi jika anda jalan-jalan di kotanya setelah jam 12 siang, kota ini sangat sangat sepi. Menurut Bang Arphen, sopir kami selama di Sabang, ketika datang waktu dzuhur maka aktivitas penduduk di sini berhenti, mereka akan beristirahat hingga maghrib. Santai Bang, ini di Sabang…. Nikmati saja segarnya udara dan keindahan alam yang tersaji di setiap sudut pulau.

Continue reading Panduan Wisata Pulau Sabang, NAD