Ini cara kami menikmati Candi Cangkuang dan Leles

Apa bagusnya Candi Cangkuang? Candi koq kecil gitu! Iya bener banget yang dibilang temen saya yang kecewa setelah melihat komplek Candi yang lebih mirip gapura rumah di Bali. Candi Cangkuang memang tidak megah, berbentuk persegi empat 4,22 x 4,22 m dengan tinggi 2,49 m, candi ini terletak di sebuah bukit di Kampung Pulo, Kecamatan Leles, Garut. Tapi saya dan genk nunun “Lakers” gak ada bosan-bosannya mengunjungi tempat ini. Apa istimewanya tempat ini buat Lakers? Hmmm…. bukan sekedar jagung bakar, romantisme naik gondola perahu (rakit) serta selempang duta wisata candi cangkuang candi imut tersebut yang menarik kami untuk datang dan datang lagi. Candi cangkuang menjadi tempat favorit wisata di Garut (selain Lembah Balliem versi Lakers) karena lokasinya dekat dengan rumah teh ani resort dimana kami bisa menumpang tidur dan makan gratis dan perjalanan menuju Candi Cangkuang yang SEKSIH! Mau bukti?

Semua berawal dari tempat ini, rumah teh Ani (kakaknya temen kami, Gulam) yang berada di Leles. Kami menyebutnya Teh Ani Resort ;)

Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri persawahan

Menyeberang jembatan

Memandangi gunung-gunung yang bertebaran sejauh mata memandang

Melewati Makam

Gak cukup sekali istirahat dengan menu utama bergosip tentu saja :D

Memasuki kampung pulo disaat penjaga karcis belum datang

Menghirup segarnya udara pagi

Menaiki tangga menuju Candi Cangkuang

Gak lupa pose dulu dunx

Menyaksikan bunga teratai mekar dipagi hari

Menikmati jagung bakar hanya Rp 3.000

Melihat aktivitas pagi di Cangkuang seperti memancing

Melihat aktivitas pagi di Cangkuang seperti si kecil ini yang sudah mencari uang dengan mengayuh rakit

Menyeberang danau menuju loket pintu masuk dengan naik perahu

Selamat datang dan selamat tinggal Cagar Budaya Candi Cangkuang

Beli makanan khas cangkuang, Burayot Rp. 7.000/bungkus kecil

Pulang naik andong Rp. 3.000/orang

Pemandangan sepanjang jalan pulang naik andong

Anda tertarik dengan perjalanan kami? Kalo mau berpeluh jalan kaki silahkan abaikan ojek dan andong di alun-alun Leles yang sering menyambut wisatawan turun dari angkutan bak artis internasyenal dan memilih jalan kaki menikmati suasana pedesaan. Tentu saja untuk menghindari panas yang menyengat kulit, anda harus memilih waktu pagi hari sekitar pukul 6 – 7.

Keluarga yang berbaik hati menampung perusuh macam Lakers
Keluarga yang berbaik hati menampung perusuh macam Lakers

Terimakasih untuk keluarga Gulam: Teh Ani, Aa Rudi dan si kecil Jehan yang gak pernah berdaya menolak gerombolan perusuh Ndah, Samhoed, Sapar, Gaga, Izah dan beberapa teman yang akhirnya teracuni juga main ke Leles. Foto komplit aktivitas kami selama di Leles mulai dari mancing, bakar ikarn, main kartu, belanja di warung, masak memporakporandakan dapur teteh, makan makan dan makan bisa di tengok di album berikut. Album “Candi Cangkuang, Leles, Garut” dari kamera saya, Dedek dan Sapar merupakan rangkuman perjalanan kami mulai Januari 2010 hingga saat ini dan semoga untuk masa-masa indah yang akan datang ;)

Candi Cangkuang, Leles, Garut

5 thoughts on “Ini cara kami menikmati Candi Cangkuang dan Leles”

    1. sampai saat ini sepertinya belum ada rumah yang disewakan warga
      biasanya wisatawan menginap di cipanas yang suasana malamnya lebih ramai dan lebih dekat ke kota garut.

Leave a Reply