Cuti Berlibur di saat Libur Panjang

Mata pecinta jalan-jalan mana yang tidak berbinar melihat deretan tanggal merah di bulan Mei 2014 ini. Sayapun dari akhir tahun kemarin sudah menandai hari libur nasional di bulan Mei dengan beberapa rencana. Impian saya adalah mengambil cuti di tanggal 26, 28 dan 30 Mei, cuti 3 hari tapi dapat libur hingga 9 hari dan menghabiskannya dengan menikmati keindahan alam flores, maluku atau papua. 3 tempat ini selalu ada dalam top priority jalan-jalan karena belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di NTT, Maluku dan Papua.

Kalender hari libur nasional 2014

Namun seperti kata Pak Ustadz, manusia hanya bisa berencana namun Tuhan-lah yang menentukan. Justru saat long weekend di akhir Maret lalu saya tumbang. Untuk pertama kalinya saya sakit yang cukup parah hingga memaksa saya untuk berdamai dengan hasrat jalan-jalan yang meluap-luap. Awalnya saya pikir saya bisa menaklukkan demam berdarah dan typus dengan melakukan apapun yang dinasehati teman dan saudara. Jus jambu, sari kurma dan angkak (fermentasi beras merah) semua saya minum. Hasilnya cukup baik, titik terendah trombosit saya masih dikisaran 90.000. Tapi apa daya ternyata liver saya mengalami gangguan, pun demikian dengan kondisi paru-paru yang agak meradang. Tanggal 5 April saya menyerah dan menyerahkan perawatan sepenuhnya di Rumah Sakit.

Setelah keluar Rumah Sakit saya pikir kondisi fisik akan kembali fit dengan cepat, tapi ternyata saya harus lebih bersabar dengan pemulihan liver serta ditambah dengan migraen. Belum juga hilang bekas bercak merah di kaki bekas DBD, nafas yang udah ngos-ngosan ketika berbicara terlalu banyak atau jalan kaki dari halte ke kantor, baru juga ngantor 2-3 hari, tanggal 22 April saya dibuat panik dengan kaki yang bengkak diikuti dengan kepala sakit luar biasa, muntah dan sehari kemudian bengkaknya hingga ke muka. Menurut dokter spesialis penyakit dalam di sebuah Rumah Sakit di Bogor, berdasarkan hasil cek darah, cek urine, usg ginjal dan liver kondisi saya dinyatakan bagus hanya asam lambung dan kadar garam yang terlalu tinggi. Agak kesel juga dengan gaya komunikasinya yang ramah tapi obrolannya tidak berisi dan cenderung menyepelekan keluhan. Sampai tgl 29 April bengkak saya belum juga berkurang, obat lambung dan obat pelancar buang air kecil yang diberikan dokter hanya meredakan asam lambung.

Tgl 30 April atas desakan keluarga saya kembali ke dokter spesialis penyakit dalam yang merawat saya sebelumnya di Rumah Sakit Permata Depok. Dokter Yuni membaca hasil lab dan pemeriksaan fisik dengan lebih teliti, keluhan sayapun seperti biasa selalu didengarkan dengan baik. Kekhawatiran saya tentang penyakit jantung alhamdulillah terpatahkan dengan hasil EKG yang baik. Dokter mendiagnosa saya terkena Radang Ginjal, sebuah penyakit yang terdengar sangat baru buat saya. Pertama kali minum obat yang diresepkan saya bisa buang air kecil tiap jam, berat badan saya yang awalnya dalam seminggu naik 4 kilogram perlahan kembali normal hingga di hari ke-4 saya sudah tidak minum obat tersebut, namun obat radang dan antibiotik sampai saat ini masih saya minum.

Saat ini…. keinginan saya bukan lagi menjejakkan kaki di Indonesia Timur, dalam setiap do’a saya selalu memohon agar dikaruniai kesehatan jauh lebih sehat dari sebelum-sebelumnya. 5 minggu dengan kondisi badan yang selalu tidak karuan benar-benar menguras tenaga dan uang pikiran. Betapa karunia sehat adalah modal utama kita bisa menikmati hari-hari dengan luar biasa. Makanan lezat, lagu indah, cerita seru, pemandangan menakjubkan hanya bisa dinikmati ketika kondisi fisik kita bagus. Insyaallah, keindahan NTT, Maluku dan Papua masih akan terjaga dan setia menanti saya untuk mengunjunginya tahun-tahun kedepan. Saat ini…. saya memilih cuti liburan. Biarlah tanggal merah berderet, tiket promo menggoda, ajakan liburan dari teman mengantri, saya akan bersemedi untuk sementara waktu memulihkan “onderdil badan” yang berkarat hingga berfungsi dengan baik lagi. Mungkin dengan cuti dari liburan saya ada semangat lagi buat berbagi perjalanan ke Sumatera Barat dan Wakatobi yang belum juga tayang di blog ini 😀

istirahat sejenak
istirahat sejenak

Selamat cuti panjang temanz….. selamat berlibur, selamat menikmati keindahan alam Indonesia.

Bagi yang membutuhkan informasi wisata di beberapa lokasi di Indonesia silahkan baca-baca panduan wisata yang sata buat, semoga membantu 😉

  1. Panduan Wisata Belitung (Bangka Belitung)
  2. Panduan Wisata Bromo – Pekalen – Sempu (Jawa Timur)
  3. Panduan Wisata Derawan – Sangalaki – Kakaban (Kalimantan Timur)
  4. Panduan Wisata Jogja (DIY)
  5. Menikmati indahnya Sendratari Ramayana di Prambanan (DIY)
  6. Panduan Wisata Dieng (Jawa Tengah)
  7. Panduan Wisata Karimun Jawa (Jawa Tengah)
  8. Panduan Wisata Solo (dan tetangganya) (Jawa Tengah)
  9. Panduan Wisata Kebumen (Jawa Tengah)
  10. Panduan Wisata Garut (Jawa Barat)
  11. Panduan Wisata Pangandaran (Jawa Barat)
  12. Panduan Wisata Bogor (Jawa Barat)
  13. Panduan Wisata Ujung Genteng – Sukabumi (Jawa Barat)
  14. Panduan Wisata Lombok (Persiapan)
  15. Panduan Wisata Lombok (Perjalanan)
  16. Panduan Wisata Tidung – Kepulauan Seribu (DKI Jakarta)
  17. Panduan Wisata Pantai-Pantai di Lampung, Way Kambas, Krakatau dan Kiluan
  18. Panduan Wisata Bali (Persiapan)
  19. Panduan Wisata Bali (Jalan-Jalan di Bali)
  20. Panduan Wisata Aceh, NAD
  21. Panduan Wisata Sabang, NAD
  22. Panduan Wisata Medan, Toba Brastagi
  23. Panduan Wisata Bandung dan Lembang
  24. Panduan Wisata Bandung – Lembang (jalan-jalan)
  25. Transit sejenak di Makassar dan Gowa
  26. Transit sejenak di Bau-Bau Kota Semerbak
  27. Mencari cinta di tiga kota: Semarang – Ungaran – Magelang
  28. Jalan-jalan singkat di Cirebon dan Kuningan
  29. Merencanakan Perjalanan Wisata Part #1
  30. Merencanakan Perjalanan Wisata Part #2
  31. Jalan-Jalan ke Desa Wisata

7 thoughts on “Cuti Berlibur di saat Libur Panjang”

Leave a Reply