Category Archives: Jawa Tengah

3 Dara Mencari Cinta di 3 Kota

Jalan-jalan bareng dengan temen saya di Lakers semakin sulit, walaupun baru 2 aja yang laku tapi cuma tersisa 2 orang jompo di Bogor dan Bekasi, sementara 3 jomblo nista lainnya menyebar di Pekanbaru, Surabaya dan New York City. Sementara gadis molek Genk SP sudah banyak yang di gandeng suami. Tersisa 6 jomblo ngenes dengan 2 di antaranya rajin mengaji, 2 orang rajin jalan-jalan ke luar negeri dan 2 orang yang tersisa cuma menerawang langit kelam dari balik jendela kamar yang buram. Tidak ada lagi antusiasme melihat tanggal merah berderet cantik dan tidak ada kehebohan booking tiket tengah malam demi tiket promo. Namun haruskah kebosanan di kamar kostan yang pengap menenggelamkanku bersama banjir Jekardah?

3 Dara Mencari Cinta di 3 Kota: Semarang – Ungaran – Magelang

Tanpa rencana mau apa dan ngapain aja di libur Imlek saya ajak Dian untuk membuang kegalauan di Umbul Sidomukti Ungaran. Merasakan pedih perihnya ditolak oleh Titik dan Bunda Lia akhirnya saya dapat korban sharing cost, kebetulan temen saya ini sudah pernah ke Umbul Sidomukti. Tanpa peduli berita banjir Semarang kami segera booking tiket pesawat, booking kamar hotel dan sewa mobil. Seiring kumandang adzan Subuh, saya, dian dan novi tiba di Bandara Soekarno Hatta memulai perjalanan dengan hashtag #3harimencaricinta. Menurut jadwal, pukul 05.20 pesawat akan take off. Kenyataannya…. dari terminal 2F kami di antar bis bandara menuju tempat parkir pesawat di terminal 3 kemudian pesawat kembali ke runway di terminal 2. Satu jam kemudian barulah moncong pesawat terangkat ke udara.

berteman secangkir kopi panas menikmati pagi di atas awan

Pak Wid dari ASH Benjaya Rent Car Semarang sudah menunggu di pintu keluar bandara Achmad Yani.

Beliau cuma ketawa sewaktu kami bilang mau muter-muter di Semarang, katanya tempat wisatanya sedikit dan jaraknya dekat jadi tidak akan butuh waktu lama. Sambil mikirin mau jalan kemana kami sarapan Soto Pak Man, katanya ini menu sarapan terkenal di Semarang. Padahal dari di pesawat pengen nyicipin nasi gandul, tapi berhubung belum buka ya sudahlah….

Continue reading 3 Dara Mencari Cinta di 3 Kota

Panduan Wisata Kebumen

Tugu Lawet dan Alun-alun Kebumen

Ketika anda dari Jakarta/ Bandung/ Purwokerto menuju Jogja dan melewati jalur selatan (jalan daendeles) atau anda dari Surabaya/ Solo/ Jogja menuju Jakarta melalui jalur selatan, dengan atau tanpa disadari anda telah melewati kota kelahiran saya, Kebumen. Kota kecil yang membentang sepanjang jalan Daendeles memang tidak seterkenal kota-kota tujuan wisata di sebelahnya seperti Dieng, Jogja, maupun Semarang. Atau sekarang anda lebih tahu kota Kebumen karena ada Yoda Idol? 😀

Kebumen memiliki banyak obyek wisata yang sudah di tunjang dengan sarana jalan yang cukup baik. Sebelum di bangun jalur alternatif Kebumen Selatan dan dipindahkannya terminal Kebumen ke Jl.Lingkar Selatan Kebumen, kecamatan Ayah, Gombong, Karanganyar, Soka dan Kutowinangun menjadi kecamatan yang paling berkembang karena di dukung sarana jalan yang baik, obyek wisata yang cukup banyak, pusat perdagangan dan industri genteng soka.  Setelah jalur alternative di bangun, perekonomian berbasis wisata di kecamatan Ambal, Bocor dan Puring yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia meningkat cukup pesat karena akses menuju pantai dengan ombak besar dan pasir coklat kehitaman khas pantai selatan semakin mudah.


Continue reading Panduan Wisata Kebumen

Panduan Wisata Solo (dan tetangganya)

Kebo Bule Kyai Slamet

Pertengahan Februari 2011 saya kembali ke Solo untuk yang ke-3 kalinya bersama teman-teman dari Jakarta dengan menggunakan moda transportasi Kereta Api. Hari itu bertepatan dengan ulang tahun mb LV sehingga sebuah kue dan lilin (yang tidak berani kami nyalakan karena takut muncul masalah), dengan suara lirih kami menyanyikan lagu “happy birthday”. Sebuah perjalanan yang sangat berkesan.

Tempat wisata di Solo tidaklah sebanyak di Jogja, 2 hari kami rasa cukup untuk menikmati wisata alam, sejarah, budaya dan kuliner. Dengan mengambil cuti “harpitnas” kami membagi liburan menjadi 2 hari di Solo dan 2 hari di Jogja. Itinerary Solo – Jogja yang kami susun sebagai berikut:

Jum’at, 11 February 2011 : 20.00 – 04.04 Perjalanan dengan kereta api

Sabtu, 12 February 2011 :
04.00 – 05.00 OTW ke penginapan
05.00 – 07.00 Mandi, Sarapan, persiapan travelling
07.00 – 13.00 Air Terjun Parangijo, Kebun Teh Kemuning, Candi Cetho, Candi Sukuh, Candi Monyet/Kethek”
13.00 – 17.00 Air Terjun Grojogan Sewu – Makan
17.00 – 22.00 Kembali ke penginapan dan mandi dilanjutkan wisata kuliner malam di Gladag Langen Bogan

Minggu, 13 February 2011
05.00 – 08.00 Mandi, sholat, sarapan
08.00 – 17.00 Puro Mangkunegaran, Kraton dan Museum, Pasar Klewer, Batik Lawean dll –> CITY TOUR
17.00 – ~ Jalan malam di Solo – Packing, Senin pagi usai sholat Subuh berangkat ke Jogja (Panduan Wisata Jogja)

Yang terjadi kemudian adalah…. Hujan menyurutkan rencana kami ber-narsisria di kebun teh, pak sopir dengan mobil yang hanya 1500 cc setelah menanjak terengah-engah ke candi sukuh sepertinya kurang pede menanjak lebih tinggi ke candi cetho. Tidak ada yang mau turun di keraton Solo karena tidak semenarik keraton Jogja sehingga hanya berkeliling melihat kyai Slamet dan kereta pembawa jenasah (*mendadak merinding). Wisata kuliner malam pun urung karena kemalasan kami mencari warung di tengah keramaian. Hari pertama dengan menyewa mobil kami habiskan di air terjun tawangmangu, candi cetho, keliling sekitar keraton, masjid agung Surakarta (dan kecopetan –“), mengantri dengan kesabaran ekstra di Serabi Solo Notoyudan dan makan malam mewah di Omah Sinten. Hari kedua memanfaatkan taxi yang sangat mudah di peroleh, kami berbelanja kaos khas Solo “Klamben”  di Pusat Grosir Solo, makan siang di Solo Grand Mall, belanja batik di Kampung Batik Laweyan, mengantar teman yang kembali ke Jakarta dan kembali ke guesthouse untuk packing dihiasi dengan serangkaian cerita horror. Usai sholat subuh kami bergegas ke stasiun mengejar kereta prameks paling pagi. Rangkaian perjalanan yang tidak layak dijadikan contoh! ^_^

Easy Gezhoz – Griya Singgah

Di Solo kami menginap di Easy Gezhoz – Griya Singgah, telp 0271 8015151 dengan harga Rp. 1.000.000,- terhitung dari kami datang Sabtu dinihari sampai dengan Senin pagi. Griya Singgah berada di Jl. Aster I/7 Tumenggungan Timuran – Solo, masuk gang kecil di sebelah RS. PKU Muhammadiyah Solo. Tersedia 2 kamar besar, 2 kamar mandi, ruang tamu luas, garasi, dapur (lengkap dengan peralatan masak & makan, kulkas, dispenser) dan mushola. Untuk berkeliling Solo hari pertama kami menyewa mobil di Citra Bengawan Rent Car  Avansa S 1500 cc, setelah nego kami mendapatkan harga Rp. 450.000,- /14 jam (08.00 – 22.00 WIB) sudah termasuk sopir dan BBM.


Continue reading Panduan Wisata Solo (dan tetangganya)

Panduan Wisata Dieng – Wonosobo

Pagi di Gardu Pandang Dieng

Dataran yang terkenal dengan sebutan Dieng Plateu ini terletak pada ketinggian 21.00 m di atas permukaan laut dengan dikelilingi pegunungan. Dengan suhu berkisar 15°—10° Celcius, bahkan musim kemarau suhunya bisa mencapai 5° Celcius. Nama “Dieng” mengandung arti “pegunungan tempat tinggal para dewa dan dewi” (wikipedia). Kawasan Dieng Plateu mempunyai beberapa obyek wisata dengan lokasi yang saling berdekatan. Telaga, candi, goa, kawah dan kebun teh bisa  dikunjungi dalam waktu 1 hari saja.Namun untuk menghemat tenaga dan menikmati Dieng lebih puas lagi sebaiknya menginap 1 malam di Dieng.

Sempat Nyasar karena Kabut di Dieng

Transportasi menuju Dieng (dari Jakarta):

  • Dengan kereta -> Turun Purwokerto, jika tidak menyewa mobil naik taxi dulu ke terminal Purwokerto (atau naik mobil plat hitam di sekitar stasiun, tawar saja Rp. 30 ribu). Dari terminal naik bus jurusan Wonosobo. Dari wonosobo ada minibus jurusan Wonosobo – Dieng – Batur (Wonosobo-Dieng kurang lebih 30km, 45 menit) turun di pertigaan Dieng Plateu pas di depan hotel bu Jono. Ongkos sekitar Rp 8.000/orang (maret 2011)
  • Dengan Bus: Naik bus jurusan Jakarta – Wonosobo, turun di terminal selanjutnya seperti di atas.
  • Buat saya sendiri lebih memilih sewa mobil, lebih mudah untuk bepergian di kota maupun mengelilingi obyek wisata Wonosobo tanpa harus repot naik turun angkutan. Rute Jakarta – Dieng: Jakarta – Cikampek – Plumbon – Kanci – Losari – Brebes – Tegal – Slawi – Bumi Ayu – Ajibarang – Purwokerto – Sokaraja – Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo – Dieng.
  • Note: alternatif terbaik kalo liburan di long weekend sebaiknya naik kereta dan pesan 1 bulan sebelumnya. kami sewa mobil dari Jakarta dan harus mengalami macet yang sangat parah dan mengacaukan itinerary dieng.

Penginapan di Dieng – Wonosobo:

Continue reading Panduan Wisata Dieng – Wonosobo

Panduan Wisata ke Karimun Jawa

Karimunjawa dari Makam sSunan Nyamplung

Info ini sekedar sharing perjalanan Laskar Karimyuuuun (LaKers: Ndah, Titik, Ari, Sam, Danang, Rudi, Gulam dan Mas Dhian) ke Karimun Jawa dengan informasi yang kami kumpulkan melalui internet dan menyusun itinerary sendiri dengan beberapa penyesuaian di tempat tujuan. Misalnya, rencana kami untuk kembali melaut di hari ke-3 di ganti dengan perjalanan darat. Kalo ada kesempatan ke Karimun Jawa lagi saya pengen mengunjungin pantai-pantai yang belum di datangi. Dan bagi yang pertama ke Karimun jika ingin mendapatkan wisata darat dan laut yang lebih memuaskan, itinerary Karimun Jawa yang saya sarankan adalah:

  • hari ke 1: jika menggunakan kapal cepat tiba di Karimun Jawa sekitar jam 1, selesai makan dilanjutkan wisata darat (Kampung Bugis, Makan Sunan Nyamplung, Resort2 cantik, Pantai Legon Lele, Bandara Dewandaru, dll)
  • hari ke 2: wisata pantai (Menjangan, Cemara, Geleang, Tanjung Gelam, dll)
  • hari ke 3: wisata pantai (Pulau Tengah, Pulau Kecil, Pulau Gosong, dll)
  • hari ke 4: beli oleh-oleh & pulang

Berikut info dan itinerary yang kami kumpulkan dan susun sebagai bahan perjalanan kami ke Karimun Jawa.

Gegoleran di Gundukan Pasir Kosong Pulau Cemara

Karimunjawa menurut Wikipedia adalah kepulauan di Laut Jawa yang terletak di Laut Utara, utara Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan ini terdiri dari 27 pulau:

  • Yang berpenghuni: Karimunjawa, Kemujan, Nyamuk, Parang, Genting
  • Yang tidak berpenghuni: Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Besar, Cemara Kecil, Geleyang, Burung, Bengkoang, Kembar, Katang, Krakal Besar, Krakal Kecil, Sintok, Mrican, Tengah, Pinggir, Cilik, Gundul, Seruni, Tambangan, Cendekian, Kumbang, Mencawakan (atau Menyawakan).

Karimun Jawa berpenduduk lebih dari 8.000 jiwa di lima pulau yang berpenghuni. Tiga suku utama yang menghuni Karimun Jawa adalah suku Jawa, suku Bugis dan suku Madura. Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimun Jawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. Karimun Jawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah elang laut dada putih, penyu sisik, dan penyu hijau. Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah. (Wikipedia)

Perjalanan saya ke Karimun Jawa bersama 7 teman saya lainnya tidak menggunakan travel agent, dengan pertimbangan mudahnya informasi sarana transportasi dan akomodasi yang kami peroleh di internet dan biaya yang tentunya lebih murah karena tidak ada yang ngambil untung^^ Sebagai perbandingan teman saya pada akhir Oktober 2011 ikut rombongan wisata ke Karimun Jawa dengan biaya Rp. 800.000,- (berangkat Sabtu pulang minggu, menginap di penginapan yang sama hanya beda fasilitas kamar). Lakers menghabiskan biaya yang lebih sedikit dengan kapal yang sama dan penginapan yang sama cuma bedanya kamar kami tidak ber-AC, dan kami menghabiskan liburan di Karimun Jawa selama 4 (EMPAT) hari, Sabtu – Selasa.

Menyusun itinerary sendiri memang lebih merepotkan, tidak boleh malas untuk mencari info sarana transportasi dan akomodasi, belum lagi proses booking dan transfer. Untuk sebagian orang mungkin sangat menyita waktu dan tenaga, tapi sebenernya mengatur perjalanan sendiri jauh lebih memuaskan. Informasi tempat wisata sebagian besar telah tersedia, baik dari buku-buku wisata maupun asrtikel-artikel wisata di internet. Kunci utama sebelum traveling adalah mendapatkan info ter-uptodate dengan browsing browsing dan browsing!! Jangan malas ya 😉

Peta Wisata Karimun Jawa (Foto by Hardhian)

Sarana transportasi yang siap melayani wisatawan ke Karimunjawa :

  1. Ada 2 pelabuhan yang melayani penyeberangan ke karimun Jawa yaitu Jepara dan Semarang.  Pilihan kapal ada yang murah tapi lama (KM Muria) dan ada yang mahal tapi cepat (Kapal Cepat Kartini)
  2. Susi Air yang menyediakan 10 kursi di setiap penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Semarang sampai Bandara Dewandaru Karimun Jawa.- Rute Semarang menuju Karimunjawa ada pada hari Kamis dan Jumat, masing-masing pukul 06.30 WIB. Harga tiketnya sekitar Rp 279.000.

    – Untuk rute Karimunjawa-Semarang pada hari Kamis berangkat pada pukul 15.15 WIB dengan tarif tiket Rp 266.200.

    – Sementara untuk Karimunjawa menuju Semarang pada Jumat, berangkat pukul 13.25 WIB, dengan tarif Rp 266.200.

    Anda yang membutuhkan informasi atau reservasi tiket bisa menghubungi bagian informasi Susi Air di Bandara Ahmad Yani Semarang di (024) 7608735 atau di 08112279611, 08112113080 dan 08112113090.

  3. Menggunakan kendaraan pribadi, bisa memilih Kapal Feri Siginjai. Kapal ini menyediakan ruang untuk mengangkut sepeda motor, mobil, juga truk. Dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 4,5 jam dari Pantai Kartini, Jepara, menuju Dermaga Karimunjawa, bisa hubungi (0291) 591048

Continue reading Panduan Wisata ke Karimun Jawa